Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menanggapi isu terkait pergantian jabatannya oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Dalam beberapa kesempatan, Arifin tidak membantah kabar tersebut dan meminta publik untuk menunggu informasi resmi lebih lanjut. Sementara itu, pejabat Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR RI juga menyampaikan pandangan mereka terkait isu ini.
Baca Juga: Menteri Investasi Bahlil Lahadalia: Investasi Rp14 Triliun di KIT Batang Serap 19 Ribu Pekerja
Menteri ESDM Arifin Tasrif memberikan tanggapan singkat mengenai kabar pergantian jabatannya. Ketika ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (31/7), ia hanya mengatakan, “Ya tunggu aja,” sambil berlalu menuju mobilnya. Arifin juga sempat berkelakar kepada awak media yang menanyakan kabar tersebut, “Kan kamu ngomong.”
Sebelumnya, saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM pada Selasa (30/7), Arifin Tasrif mengucapkan, “Insyaallah,” ketika diminta tanggapan mengenai isu pergantian dirinya oleh Bahlil Lahadalia. Pernyataan ini disampaikan tanpa konteks lebih lanjut, namun menunjukkan bahwa Arifin tidak menepis kabar yang beredar.
Kehadiran Pejabat Eselon I di Kementerian ESDM
Berdasarkan pantauan di Kantor Kementerian ESDM, sejumlah pejabat eselon I terlihat menyambangi tempat Arifin berkantor. Beberapa di antaranya adalah:
- Bambang Suswantono: Plt Direktur Jenderal Minerba
- Eniya Listiana Dewi: Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE)
- Jisman Hutajulu: Direktur Jenderal Ketenagalistrikan
Selain itu, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, yang juga Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), turut hadir.
Kunjungan Ketua Komisi VII DPR RI
Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto, juga terlihat menyambangi Kantor Kementerian ESDM. Sugeng menyatakan bahwa kehadirannya adalah untuk mencari tahu mengenai kabar pergantian menteri. Meskipun tidak memberikan konfirmasi atau menepis kabar tersebut, Sugeng meminta publik untuk menghormati hak prerogatif Presiden dalam memilih menteri.
Bantahan Ari Dwipayana Mengenai Isu Reshuffle
Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, membantah kabar bahwa Presiden Joko Widodo akan melantik sejumlah menteri di Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam waktu dekat. Ari menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada rencana atau agenda reshuffle kabinet. Ia menegaskan bahwa isu pergantian Bahlil Lahadalia menjadi Menteri ESDM tidak benar.
Sugeng Suparwoto berharap bahwa keputusan pergantian menteri dilandasi oleh keinginan untuk meningkatkan kinerja, bukan karena persoalan politik. Keputusan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kinerja Kementerian ESDM dan ketahanan energi nasional.












