Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan bahwa realisasi investasi dari 18 perusahaan di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah, telah mencapai angka Rp14 triliun. Pengumuman ini disampaikan Bahlil dalam acara Peresmian Operasional Kawasan Industri Terpadu Batang pada Jumat.
“Dari 18 perusahaan yang sudah masuk itu telah menyerap 19 ribu pekerja,” kata Bahlil dalam sambutannya. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan dari kawasan tersebut dalam menyerap tenaga kerja lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional.
Bahlil menyampaikan target ambisius untuk KITB, yakni mampu menyerap hingga 250 ribu tenaga kerja dalam 10 tahun mendatang. Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu proyek besar yang akan segera dimulai adalah pembangunan pabrik katoda oleh perusahaan asal Korea Selatan, LG. Pabrik ini akan menjadi bagian penting dari ekosistem baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Indonesia. “Feasibility study-nya sudah selesai pada bulan Agustus 2024, dan katoda akan dibangun di sini,” ujar Bahlil.
Pembangunan pabrik katoda ini akan melengkapi integrasi antara hulu dan hilir dalam ekosistem baterai EV di Indonesia. Di dalam rencana besar ini, Bahlil juga menyebutkan pembangunan prekusor smelter di Maluku Utara untuk pengembangan baterai sel, dan fasilitas baterai sel di Karawang, Jawa Barat. Ini merupakan langkah strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri baterai EV global.
Selain teknologi tinggi, KITB juga akan menjadi pusat bagi industri padat karya seperti manufaktur sepatu dan alas kaki. “Insya Allah akan tetap berjalan baik,” tambah Bahlil, yang juga mengungkapkan bahwa pengembangan infrastruktur pelabuhan menjadi perhatian penting untuk mendukung kegiatan industri di KITB.
Salah satu aspek yang masih dalam proses adalah pembangunan pelabuhan oleh Pelindo, yang saat ini sedang dalam tahap tender. Pelabuhan ini diharapkan dapat memfasilitasi transportasi barang dan bahan baku, serta mempercepat arus perdagangan dari dan ke kawasan industri.
Dengan adanya investasi besar ini, KITB diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah, memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, dan memperkuat posisi Indonesia dalam industri global, khususnya dalam sektor teknologi tinggi dan manufaktur.












