Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (PKV), To Lam, bersama istrinya, Ngo Phu’o’ng Ly, tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Minggu (9/3). Kunjungan kenegaraan ini berlangsung pada 9–11 Maret 2025 dan menjadi yang pertama sejak To Lam menjabat sebagai Sekjen Partai Komunis Vietnam. To Lam dijadwalkan bertemu dengan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pada Senin (10/3) di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Kedatangan To Lam disambut dengan upacara kenegaraan yang khidmat. Di apron Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, To Lam disambut oleh jajar pasukan TNI, alunan musik dari Korps Musik TNI, dan dentuman meriam. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, mewakili Pemerintah RI, menyambut To Lam tepat di pangkal karpet biru yang tergelar di ujung tangga pesawat. Turut hadir dalam penyambutan tersebut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri RI Andy Rachmianto, dan Duta Besar RI untuk Vietnam Denny Abdi. Dari pihak Vietnam, Duta Besar Vietnam untuk Indonesia Ta Van Thong juga hadir mendampingi.
Agenda Kunjungan To Lam di Indonesia
Setibanya di Jakarta, To Lam dan rombongan langsung menuju hotel untuk beristirahat. Pada Senin (10/3), To Lam beserta istri akan menghadiri upacara penyambutan kenegaraan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta. Selain bertemu dengan Presiden Prabowo, To Lam juga dijadwalkan bertemu dengan sejumlah pimpinan tinggi negara Indonesia, termasuk Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Kunjungan To Lam ini dinilai penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Vietnam. Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden dalam siaran resminya menyatakan, “Kedatangan Sekjen PKV ke Indonesia juga dalam rangka kunjungan kenegaraan bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan antara Indonesia dan Vietnam.”
Memperkuat Kemitraan Strategis
Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Vietnam telah terjalin selama tujuh dekade. Kedua negara memiliki sejarah panjang dalam kerja sama di berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, dan budaya. Kunjungan To Lam ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkokoh kemitraan strategis antara kedua negara.
Partai Komunis Vietnam, sebagai partai penguasa di Vietnam, memegang peran sentral dalam menentukan arah kebijakan negara. Sebagai Sekjen PKV, To Lam memiliki pengaruh besar dalam memajukan hubungan internasional Vietnam, termasuk dengan Indonesia. Kunjungan ini juga mencerminkan komitmen Vietnam untuk mempererat hubungan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia yang merupakan salah satu kekuatan ekonomi terbesar di wilayah ini.
Tantangan dan Peluang Kerja Sama
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Vietnam telah meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dan investasi. Vietnam merupakan salah satu mitra dagang penting Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Pada tahun 2024, nilai perdagangan bilateral antara kedua negara mencapai lebih dari USD 10 miliar. Selain itu, kedua negara juga aktif bekerja sama dalam forum-forum regional seperti ASEAN.
Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam hal persaingan ekonomi dan perbedaan pandangan terkait isu-isu regional seperti Laut China Selatan. Kunjungan To Lam diharapkan dapat membuka dialog lebih lanjut untuk menyelesaikan perbedaan dan menemukan titik temu yang saling menguntungkan.












