SERANG, Warga Berita – Mahar politik nampaknya masih berlaku pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten ini. Seperti pada penjaringan Calon Kepala Daerah yang dibuka oleh DPW PKB Banten.
Pada tahapan penjaringan itu, pengurus DPW PKB Banten diduga memintai mahar kepada para bakal Calon Gubernur Banten. Mahar ini mereka sebut sebagai Infak.
Uang infak itu konon digunakan untuk kebutuhan selama pemaparan visi dan misi bakal calon gubernur dan wakil Gubernur Banten.
Hal tersebut diungkapkan oleh seorang bakal calon Gubernur Banten yang enggan disebutkan namanya. Ia membeberkan bahwa terdapat infak yang dipatok oleh DPW PKB Banten saat dirinya mendaftarkan diri di kantor DPW PKB Provinsi Banten.
“Iya saya diminta uang infak Rp30 juta,” kata sumber ini,
Adapun nominal infaq yang diminta yakni kisaran Rp30 juta. Ia mengaku tidak mempermasalahkan nominal itu, namun ia menyayangkan bahwasannya pesta demokrasi ini dimulai dengan hal yang berbau materil.
“Harusnya ini menjadi ajang adu gagasan tentang pemajuan suatu daerah,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPW PKB Provinsi Banten Umar Barmawi membantah adanya infaq yang dibebankan kepada para calon.
“Tidak. Tidak ada (iuran infak kepada para calon-red),” katanya.
Umar menegaskan tidak ada uang apa pun bagi calon yang mendaftar. Baik yang dinamakan sebagai infaq maupun mahar politik. “Kita tidak ada mahar politik,” pungkasnya.
Sejauh ini diketahui terdapat lima bakal calon gubernur Banten yang mendaftar di penjaringan DPW PKB Banten. Mereka adalah Airin Rachmi Diany, Achmad Dimyati Natakusumah, Ratu Ageng Rekawati, Arief R Wismansyah dan anak dari Wakil Presiden RI yakni Gus Syauqi.
Editor : Merwanda











