Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berhasil memperbaiki 17.325 unit rumah tidak layak huni (RTLH) sepanjang tahun 2024. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 16.125 unit dan tahun 2022 sebanyak 11.417 unit. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan di Jawa Tengah.
Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, menyampaikan bahwa program perbaikan RTLH ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. “Alhamdulillah, program ini mampu kita tingkatkan dari tahun ke tahun. Kami berharap bantuan ini akan terus ditingkatkan karena dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya di Pemalang, Kamis (13/2).
Setiap unit RTLH yang diperbaiki mendapatkan anggaran sebesar Rp20 juta. Rinciannya, Rp18 juta digunakan untuk pembelian material, sedangkan Rp2 juta dialokasikan untuk padat karya dan konsumsi selama proses pengerjaan. “Dana ini tidak hanya untuk memperbaiki rumah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui program padat karya,” jelas Nana.
Dampak Positif terhadap Penurunan Kemiskinan
Program perbaikan RTLH dinilai cukup efektif dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Jawa Tengah. Data terbaru menunjukkan, jumlah penduduk miskin di Jateng pada September 2024 mencapai 3,4 juta orang atau 9,58% dari total penduduk. Angka ini turun sebesar 0,89% dibandingkan Maret 2024 yang mencapai 10,47% atau 3,7 juta orang.
Selain itu, angka kemiskinan ekstrem juga mengalami penurunan. Pada tahun 2023, persentase kemiskinan ekstrem mencapai 1,11%, sedangkan pada 2024 turun menjadi 0,89%. “Ini menunjukkan bahwa program-program pembangunan yang kami lakukan, termasuk perbaikan RTLH, memberikan dampak positif bagi masyarakat,” kata Nana.
Respon Positif dari Masyarakat
Salah satu penerima manfaat program perbaikan RTLH adalah Sukondo, warga Desa Tambakrejo, Kabupaten Pemalang. Ia mengaku sangat bersyukur karena rumahnya yang sebelumnya tidak layak huni kini telah diperbaiki oleh Pemprov Jateng. “Kini rumah bisa dihuni dengan nyaman. Apalagi saat anak-anaknya berkumpul pada Lebaran nanti bisa berkumpul di sini. Alhamdulillah, terima kasih Pak Gubernur,” ujar Sukondo saat bertemu dengan Penjabat Gubernur Jateng di rumahnya.
Sukondo menambahkan, perbaikan rumah ini tidak hanya memberikan kenyamanan bagi keluarganya, tetapi juga meningkatkan semangat untuk menjalani kehidupan sehari-hari. “Rumah yang layak membuat kami lebih bersemangat untuk bekerja dan beraktivitas,” katanya.
Nana Sudjana menegaskan bahwa program perbaikan RTLH akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. “Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki rumah-rumah tidak layak huni di Jawa Tengah. Ini adalah bentuk nyata dari perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota, untuk bersinergi dalam menjalankan program-program pembangunan yang berpihak pada masyarakat. “Kami berharap kolaborasi ini dapat mempercepat penurunan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jawa Tengah,” tambahnya.












