Pemerintah Kabupaten Batang bersama Perum Bulog dan para petani lokal menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah Spesial Ramadhan untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat. Program ini digelar sebagai upaya memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan selama bulan Ramadhan hingga Lebaran 2025.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Dewi Wuryanti, menjelaskan bahwa gerakan ini melibatkan langsung para petani dan peternak lokal. “Kami sengaja mendatangkan komoditas dari para petani dan peternak agar konsumen mendapatkan produk pangan yang lebih murah dan berkualitas,” ujar Dewi pada Jumat (28/2/2025).
Dalam program ini, Perum Bulog berperan menyediakan stok gula, beras stabilisasi, beras premium, dan minyak goreng. Sementara itu, para petani fokus menyediakan sayuran seperti cabai dan bawang merah, serta peternak menyuplai telur dan ayam potong. “Kolaborasi ini bertujuan untuk menstabilkan harga pangan selama Ramadhan dan Lebaran,” tambah Dewi.
Dewi juga menjelaskan bahwa beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) hanya dijual dalam kegiatan gerakan pangan murah ini. Hal ini karena para petani sedang memasuki masa panen raya, sehingga beras SPHP tidak dijualbelikan di kios atau pasar. “Operasi pasar ini berlangsung di Kantor Pos Bandar sejak 24 Februari 2025 hingga 29 Maret 2025,” jelasnya.
Gerakan pangan murah ini tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi petani dan peternak lokal. Mutakun, salah satu petani bawang merah, mengungkapkan bahwa program ini membantu petani menjual hasil panen langsung kepada konsumen tanpa perantara tengkulak. “Biasanya, kami menjual hasil panen ke tengkulak, sehingga keuntungan yang didapat minim. Dengan gerakan ini, kami bisa mendapatkan harga yang lebih baik,” kata Mutakun.
Selain itu, program ini juga membuka peluang bagi peternak untuk memasarkan produk mereka seperti telur dan ayam potong secara langsung kepada masyarakat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan peternak sekaligus memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau bagi masyarakat.
Operasi pasar yang digelar dalam rangka Gerakan Pangan Murah Spesial Ramadhan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengendalikan harga kebutuhan pokok. Dengan menyediakan beras SPHP, gula, minyak goreng, serta produk pertanian dan peternakan lokal, program ini diharapkan dapat mencegah kenaikan harga yang biasanya terjadi selama bulan Ramadhan.
Dewi menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau ketersediaan dan harga pangan selama program berlangsung. “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok mereka dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Gerakan Pangan Murah Spesial Ramadhan ini mendapat respons positif dari masyarakat Kabupaten Batang. Banyak warga yang memanfaatkan program ini untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah. “Saya sangat terbantu dengan program ini. Harga cabai dan bawang merah lebih terjangkau dibandingkan di pasar biasa,” ujar Siti, salah satu warga yang membeli sayuran di lokasi operasi pasar.
Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat, terutama di tengah tantangan inflasi dan kenaikan harga pangan global. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, Bulog, dan petani lokal, diharapkan stabilitas harga pangan dapat terjaga hingga Lebaran 2025.












