Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto untuk Energi dan Lingkungan Hidup, Hashim Djojohadikusumo, melakukan kunjungan ke kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Solo, Jawa Tengah, Jumat kemarin. Pertemuan ini menjadi sorotan publik, terutama karena kedua tokoh tersebut membahas sejumlah isu strategis, termasuk kondisi ekonomi nasional, iklim, dan energi.
Dalam keterangannya usai pertemuan, Jokowi menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak membahas politik. “Ya, berbicara banyak hal, tapi nggak ada yang berkaitan dengan politik,” ujar Jokowi. Ia menjelaskan bahwa salah satu topik utama yang dibicarakan adalah situasi ekonomi Indonesia. “Terutama berkaitan dengan situasi ekonomi yang perlu diinjeksi dari segala sudut agar target pertumbuhan ekonomi bisa tercapai,” tambahnya.
Hashim Djojohadikusumo, yang juga merupakan adik kandung Presiden Prabowo Subianto, mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut membahas berbagai isu penting terkait negara dan bangsa. “Ya, antara lain kami bicara soal iklim dan energi. Kami tukar banyak pikiran, ada banyak hal yang menyangkut negara dan bangsa,” kata Hashim.
Meski enggan menjelaskan secara detail, Hashim mengaku mendapatkan nasihat berharga dari Jokowi. “Saya kira itu antara saya dengan Pak Jokowi. Saya banyak dapat nasihat berharga,” ujarnya. Nasihat tersebut tidak diungkapkan ke publik, namun Hashim menegaskan bahwa pertemuan ini sangat produktif dan memberikan perspektif baru bagi dirinya.
Rencana Pertemuan Prabowo dan Jokowi
Selain membahas isu ekonomi dan energi, Hashim juga menyampaikan rencana Presiden Prabowo untuk segera bertemu dengan Jokowi. “Ya, disampaikan oleh Pak Hashim. Nggak tahu kapan, kan presiden sangat sibuk,” kata Jokowi. Hashim menambahkan bahwa ia telah melaporkan rencana silaturahmi ini kepada Prabowo. “Tadi malam saya lapor ke Pak Prabowo akan silaturahmi dengan Pak Jokowi. Terus Pak Prabowo kirim salam hangat, salam hormat. Harapannya bisa segera ketemu Pak Jokowi,” ujar Hashim.
Rencana pertemuan antara Prabowo dan Jokowi ini dinilai penting, mengingat kedua tokoh memiliki pengalaman dan perspektif yang dapat saling melengkapi dalam menghadapi tantangan nasional, terutama di bidang ekonomi dan energi.
Hashim juga menyampaikan salam hangat dari Prabowo kepada Jokowi. “Pak Prabowo kirim salam hangat, salam hormat. Harapannya bisa segera ketemu Pak Jokowi,” ujarnya. Hal ini menunjukkan hubungan baik antara kedua tokoh nasional tersebut, meski berada di posisi yang berbeda setelah Pilpres 2024.












