Pasca Longsor di Pandeglang, Lurah dan Kadinsos Cek Lokasi
PANDEGLANG,Warga Berita–Guna mengetahui kondisi pasca tanah longsor di Kampung Tenjolaya Tengah, Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pandeglang beserta Kelurahan Kabayan melakukan cek lokasi.
Hadir dalam kunjungan tersebut Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Lurah Kabayan, RT/RW, Babinsa dan Babinkamtibmas, para kader, dan masyarakat setempat lainnya.
Lurah Kabayan, Imat Rohimat menyampaikan tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi yang terjadi setelah terjadinya tanah longsor.
Imat menegaskan bahwa dari peninjauan yang dilakukan saat ini, bangunan yang terdampak oleh longsor bukan merupakan tempat tinggal, melainkan saung tempat peternakan ikan.
“Ini bukan rumah tinggal karena kejelasan indikator yang menjadi ciri rumah tinggal seperti perabotan, dapur, dan barang-barang pribadi tidak ditemukan,” jelasnya.
“Ya mungkin itu sedikit klarifikasi dari kami. Saungnya layaknya seperti menunggu peternak ikan lele aja,” sambungnya.
Dia menjelaskan bahwa bangunan tersebut terbuat dari material hebel bukan batu, yang memiliki kekuatan yang berbeda dengan Tembok Penahan Tanah (TPT).
“Robohnya ini bukan dari pergeseran tanah tapi karena kontruksi bangunan berikut tanggulnya ini tidak memadai. Di musim pancaroba seperti sekarang, kami mengingatkan untuk tetap waspada,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Pandeglang Wawan Munawar, mengatakan, bahwa pihaknya memberikan bantuan logistik berupa sembako kepada yang terdampak bencana alam seperti tanah longsor maupun bencana lainnya.
“Kami menyediakan bingkisan bantuan sembako dan surat dari kelurahannya belum kami terima. Kalaupun diusulkan itu pasti dirijek sama organisasi perangkat daerah (OPD) teknisnya,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa yang terdampak oleh tanah longsor bukanlah tempat tinggal, melainkan bangunan yang digunakan untuk keperluan peternakan ikan lele.
“Mereka memiliki rumah sendiri, tetapi kami tetap mencatat dampak yang terjadi dari bencana alam ini,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, dua rumah warga di Kampung Tenjolaya Tengah, RT.03/RW.08, Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang terdampak tergerus tanah longsor. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi
Pasca Longsor di Pandeglang, Lurah dan Kadinsos Cek Lokasi
PANDEGLANG,Warga Berita–Guna mengetahui kondisi pasca tanah longsor di Kampung Tenjolaya Tengah, Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pandeglang beserta Kelurahan Kabayan melakukan cek lokasi.
Hadir dalam kunjungan tersebut Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Lurah Kabayan, RT/RW, Babinsa dan Babinkamtibmas, para kader, dan masyarakat setempat lainnya.
Lurah Kabayan, Imat Rohimat menyampaikan tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi yang terjadi setelah terjadinya tanah longsor.
Imat menegaskan bahwa dari peninjauan yang dilakukan saat ini, bangunan yang terdampak oleh longsor bukan merupakan tempat tinggal, melainkan saung tempat peternakan ikan.
“Ini bukan rumah tinggal karena kejelasan indikator yang menjadi ciri rumah tinggal seperti perabotan, dapur, dan barang-barang pribadi tidak ditemukan,” jelasnya.
“Ya mungkin itu sedikit klarifikasi dari kami. Saungnya layaknya seperti menunggu peternak ikan lele aja,” sambungnya.
Dia menjelaskan bahwa bangunan tersebut terbuat dari material hebel bukan batu, yang memiliki kekuatan yang berbeda dengan Tembok Penahan Tanah (TPT).
“Robohnya ini bukan dari pergeseran tanah tapi karena kontruksi bangunan berikut tanggulnya ini tidak memadai. Di musim pancaroba seperti sekarang, kami mengingatkan untuk tetap waspada,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Pandeglang Wawan Munawar, mengatakan, bahwa pihaknya memberikan bantuan logistik berupa sembako kepada yang terdampak bencana alam seperti tanah longsor maupun bencana lainnya.
“Kami menyediakan bingkisan bantuan sembako dan surat dari kelurahannya belum kami terima. Kalaupun diusulkan itu pasti dirijek sama organisasi perangkat daerah (OPD) teknisnya,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa yang terdampak oleh tanah longsor bukanlah tempat tinggal, melainkan bangunan yang digunakan untuk keperluan peternakan ikan lele.
“Mereka memiliki rumah sendiri, tetapi kami tetap mencatat dampak yang terjadi dari bencana alam ini,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, dua rumah warga di Kampung Tenjolaya Tengah, RT.03/RW.08, Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang terdampak tergerus tanah longsor. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi












