Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menekankan pentingnya peran pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk memantau dan menjaga stabilitas harga bahan pokok di awal bulan Ramadhan 1446 Hijriah. Hal ini disampaikan guna mencegah lonjakan harga yang dapat berdampak buruk pada daya beli masyarakat, terutama nanti menjelang Idul Fitri.
“Kami berharap agar pemerintah daerah memperhatikan dan menjaga stabilitas harga bahan pokok di awal Ramadhan ini. Apabila harga kebutuhan pokok tidak terkendali dengan baik, dikhawatirkan menjelang Idul Fitri nanti harga-harga akan semakin tidak terkendali,” ujar Mohammad Saleh dalam pernyataannya.
Mohammad Saleh juga mengimbau dinas terkait untuk mengambil langkah proaktif, seperti operasi pasar atau tindakan lainnya, jika diperlukan. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat Jawa Tengah selama bulan suci Ramadhan.
Situasi Pasokan dan Harga Bahan Pokok di Jawa Tengah
Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah memastikan bahwa persediaan komoditas pokok di wilayah jawa tengah masih aman dan mencukupi, meski ada beberapa harga komoditas yang mengalami kenaikan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Dyah Lukisari, menjelaskan bahwa kenaikan harga terjadi karena meningkatnya permintaan menjelang Ramadhan.
“Kalau pasokan, misalnya beras sebenarnya cukup ya. Cuma memang karena ini belum panen raya, kebutuhan meningkat sehingga terjadi kenaikan harga,” kata Dyah Lukisari.
Ia mencontohkan kenaikan harga beras medium di Banyumas, yang naik dari Rp12.500 menjadi Rp13.000 per kilogram. Selain itu, harga Minyakita juga mengalami kenaikan, dari harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter menjadi Rp16.800-17.000 per liter di pasaran.
“Minyakita ada kenaikan. Dari HET-nya Rp15.700 per liter, rata-rata dijual Rp16.800-17.000 per liter. Jadi, itu termasuk yang diintervensi juga,” ujarnya.
Operasi Pasar dan Intervensi Harga
Untuk mengatasi kenaikan harga, pemerintah berencana melakukan intervensi melalui operasi pasar. Misalnya, harga minyak goreng akan diturunkan menjadi Rp14.500 per liter dari harga pasaran yang mencapai hampir Rp17.000 per liter. Selain itu, bawang putih juga akan disubsidi, dengan harga turun dari Rp36.000 menjadi Rp32.000 per kilogram.
“Pokoknya, nanti setiap minggu kami akan mengevaluasi bareng dengan teman-teman Dinas Perdagangan. Harga yang tinggi kami intervensi dengan program subsidi di daerah-daerah yang naiknya cukup tinggi,” jelas Dyah.
Saat ini, operasi pasar murah sudah berjalan di tiga kota, yaitu Surakarta, Kendal, dan Semarang, pada 26-28 Februari 2025. Program ini bertujuan untuk mengintervensi harga komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, dan bawang putih.
“Minggu depan kami evaluasi lagi, kemudian kota mana, barang apa yang naik, kami geser lagi (operasi pasar, red.) ke kota lain,” tambahnya.
Situasi Harga Bahan Pokok di Kota Pekalongan
Sementara itu, Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, melaporkan bahwa harga bahan pokok di wilayahnya masih relatif stabil memasuki awal Ramadhan 1446 H. Meski demikian, terdapat fluktuasi harga pada beberapa komoditas.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pekalongan, Supriono, menjelaskan bahwa harga beras masih stabil. Beras medium dijual seharga Rp13.500 per kilogram, beras premium Rp16.000 per kilogram, dan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Rp12.500 per kilogram.
Namun, beberapa komoditas seperti cabai mengalami fluktuasi. Misalnya, harga cabai rawit merah turun dari Rp90.000 menjadi Rp75.000 per kilogram. Di sisi lain, harga cabai merah keriting turun menjadi Rp50.000 per kilogram, cabai merah besar Rp47.000 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp30.000 per kilogram.
“Untuk komoditas lainnya seperti gula pasir, harganya masih stabil di angka Rp17.500 per kilogram,” tambah Supriono. Namun, kenaikan harga terjadi pada telur ayam ras yang mencapai Rp30.000 per kilogram dan bawang putih seharga Rp47.000 per kilogram. Kenaikan ini sedikit memengaruhi daya beli masyarakat dan hasil penjualan pedagang.
Meski ada kenaikan pada beberapa komoditas, Supriono memastikan bahwa pasokan bahan pokok di Kota Pekalongan masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan. Ia mengimbau masyarakat untuk cermat dalam berbelanja dan memanfaatkan pasar tradisional serta program stabilisasi harga yang disediakan pemerintah.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan program stabilisasi harga untuk menjaga daya beli dan ketersediaan bahan pokok di pasaran,” ujarnya.












