PANDEGLANG,Warga Berita–Sejumlah organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Pandeglang menggelar diskusi publik yang berlangsung di STISIP Banten Raya dengan mengusung tema “Upaya dalam Akselerasi Penurunan Angka Kemiskinan”.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang, angka kemiskinan di Kabupaten Pandeglang pada tahun 2023 mengalami penurunan. BPS mencatat jumlah warga miskin di Pandeglang sebanyak 121.693 jiwa atau setara dengan 9,27 persen dari total 1.312.766 jiwa penduduk.
Dalam diskusi publik ini, turut hadir Bupati Pandeglang Irna Narulita, sejumlah akademisi, dan tokoh publik lainnya. Mereka memberikan berbagai ide dan gagasan untuk menyoroti serta mencari solusi atas persoalan kemiskinan di Pandeglang.
Ketua pelaksana acara diskusi publik, Rian mengatakan diskusi publik ini merupakan bagian dari aktualisasi gagasan untuk membuat Pandeglang lebih baik dengan memanfaatkan aset potensial dan sumber daya manusia (SDM).
“Bahwa Pandeglang sering dianggap stagnan begini-begini saja. Melalui diskusi ini, kita mencoba mencari solusi dan gagasan dari berbagai gagasan dan sudut pandang agar Pandeglang bisa lebih maju kedepannya,” ungkap Rian, Kamis 16 Mei 2024.
Menurutnya, Kabupaten Pandeglang memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan di berbagai sektor. Kata Rian, sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi menjadi andalan utama daerah ini.
Menurut Rian, bahkan sebagian pakar ahli berpendapat bahwa semua potensi tersebut dapat mengembangkan Kabupaten Pandeglang di berbagai sektor untuk bisa lebih maju.
“Melalui diskusi ini kita coba membuka gagasan dan wawasan masyarakat khususnya adalah para akademisi dan mahasiswa yang ada di STISIP Banten Raya ini,” katanya.
Ia melanjutkan, alasannya diskusi publik diadakan mengingat data BPS dan Dinsos Pandeglang menunjukkan angka kemiskinan di Kabupaten Pandeglang yang masih di atas rata-rata Provinsi Banten.
“Dalam upaya ini, kami mengundang para ahli seperti BPS, pengamat, dan lainnya untuk berdiskusi bersama tentang langkah-langkah konkret dalam menangani masalah kemiskinan di Kabupaten Pandeglang, sehingga masyarakat dapat mencapai kemandirian,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pandeglang, Irna Narulita menyampaikan bahwa acara ini menjadi ajang untuk memperoleh berbagai gagasan, masukan, dan ide brilian dalam upaya menyelesaikan masalah kemiskinan di Pandeglang.
“Ya ini adalah gabungan keroyokan, saya dapat banyak masukan ide berlian dari orang-orang hebat, apakah program ini bisa menuntaskan penanggulangan kemiskinan ekstrim,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah melakukan berbagai langkah penanganan, seperti pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), jalan, rumah sakit, Pusat Kesehatan Masyarakat (Pustu), dan penyediaan air bersih melalui program Pamsimas di beberapa lokasi.
“Selain itu, kami memberikan bantuan permodalan untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian, bukan hanya menjual bahan mentah, tetapi juga dengan pengolahan lanjutan melalui pelatihan, sehingga masyarakat dapat mandiri,” jelasnya.
Irna Narulita menyebutkan dirinya mengapresiasi kehadiran diskusi publik ini dan melihatnya sebagai sumber inspirasi yang berharga untuk merumuskan kebijakan pembangunan di seluruh sektor di Pandeglang. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi












