SERANG,Warga Berita-Duet Warga Berita mantan Walilota Tangerang Selatan (Tangsel) yakni Airin Racmi Diany dan Mantan Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten terus mencuat.
PDIP, sebagai partai politik Ade Sumardi tidak menutup kemungkinan akan berkoalisi dengan Partai Golongan Karya (Golkar) sebagai partai pengusung Airin di Pilgub Banten.
Duet kedua mantan kepala daerah itu disebut akan menjadi lawan yang berpotensial untuk bersaing dengan bakal calon Gubernur lainnya seperti mantan Gubernur Banten Wahidin Halim, Ketua DPW PKS Banten Gembong R Sumedi, Anggota DPR RI Dimyati Natakusumah dan Ketua DPRD Banten Andra Soni.
Dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Tangerang, Memed Chumaedy menyebut, duet Warga Berita Airin dan Ade sebagai Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten merupakan keterwakilan Warga Berita Banten Utara dengan Banten Selatan.
“Jadi sangat besar harapan ke depannya jika Airin disandingkan dengan Ade mendapatkan dukungan dari masyarakt Banten. Apalagi cluster kewilayahan bu airin mewakili Tangerang Raya dan Ade mewakili Banten Selatan,” kata Memed, Senin 8 April 2024.
Memed mengatakan, di Pilgub Banten 2024 ini tidak ada partai politik (Parpol) yang memiliki Golden Ticket untuk mengusung kadernya sendiri. Parpol harus membentuk koalisi untuk memenuhi syarat seperti halnya yang tertera dalam PKPU Nomorn3 tahun 2017 pasal 5 yaitu Partai Politik atau Gabungan Partai Politik yang memperoleh paling sedikit 20% dari jumlah kursi DPRD atau 25% dari akumulasi perolehan suara sah dalam Pemilu Terakhir.
Penjelasannya jika kursi DPRD Banten saat ini 100 kursi dibagi 20% maka dibutuhkan minimal 20 kursi Parpol maupun gabungan partai politik untuk dapat mencalonkan Gubernur Banten.
Dan kandidat saat ini yang potensial itu ada Airin dari Golkar, Ade Sumardi dari PDIP, Andra Soni dari Gerindra, Iti Oktavia Jayabaya dari Demokrat. Namun itu kesemuanya butuh koalisi untuk mendapatkan dukungan minimal 20%.
Menurutnya, kandidat yang paling potensial itu adalah Airin Rachmi Diany yang sudah jauh-jauh hari mendeklarasikan dirinya sebagai bakal calon Gubernur Banten. Mantan Walikota Tangsel dua periode ini sangat besar peluangnya.
Ia menyebut, ada tiga variable penguat kenapa Airin ini potensial. Pertama, secara kualitas kepemimpinan Airin telah berhasil membangun kota otonom baru Tangsel saat ini dengan pelbagai penghargaan baik nasional maupun internasional.
Kedua, sebagai pemimpin perempuan Airin merupakan strong representation of women atau representasi perempuan yang kuat dan dikelilingi oleh circle politik dan jaringan yang memiliki kapabilitasnya yang cukup.
Ketiga, hasil pemilu 2024 memposisikan Airin dengan segala resource yang komprehensif (sebagi ketua TKD Banten Pasangan Prabowo Gibran) sebagai modal kekuatan yang tak tertandingi.
Yang jadi problem Lanjut Memed, Golkar sebagai rumah Airin butuh koalisi partai untuk memenuhi persyaratan 20 % tersebut. Konsekuensinya Airin harus berkoalisi dengan partai lain yang menginternalisasi chemistrynya, partai mana yang bisa diajak untuk koalisi menurut memed adalah PDIP, Gerindra dan partai-partai lain.
“Memang konteks airin ini menarik. Airin punya kemampuan merangkul kekuatan partai politik yang punya track record rival seperti PDIP. Dan PDIP bisa dirangkul airin untuk bergandengan tangan membangun koalisi kedepannya. Adapun kandidat yang layak mendampingi airin adalah H, Ade Sumardi,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Senin 8 April 2024.
Ia mengungkapkan, alasannya kenapa Ade itu potensial. Ada beberapa variable penguat lanjut dia. Pertama, Ade merupakan kandidat yang paripurna, pengalamannya sebagai legislatif dan eksekutif.
Di mana dia pernah jadi Ketua DPRD Lebak, Wakil Bupati Lebak dua priode, dan sekarang terpilih menjadi Angota DPRD Provinsi Banten.
Kedua lanjutnya, PDIP merupakan partai ideologis yang memiliki kapasitas kader yang tak tertandingi loyalitasnya. Kemudian, Ade memiliki karakteristik loyal tanpa batas.
“Bisa di-check track recordnya Ade apakah selama dia memimpin pernah berkonflik dengan pimpinan di atasnya, atau kapasitas sebagai ketua partai apakah beliau memiliki catatan buruk dalam kepemimpinannya. Konteks ini beliau loyal dengan siapa dia bekerja dan selalu menjadi pendamping yang baik,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi












