Warga Berita – Gerakan kelompok radikal-intoleran saat ini seperti tanaman liar yang tumbuh dan mengakar di tengah kehidupan masyarakat. Bahkan, gerakan kelompok (radikal) itu sudah bergerilya kedalam lingkungan pendidikan seperti universitas atau kampus di Indonesia.
Menurut Fauzan Ohorella, Koordinator Aspirasi Milenial Maluku Indonesia (Kornas AMMI), bahwa saat ini pemerintah dan aparat harus lebih waspada dalam melihat pergerakan kelompok radikal-intoleran ini. Sebab, kata dia bahwa mereka (kelompok radikal-intoleran) ini berkamuflase dengan membentuk organisasi kemahasiswaan yang tendensi untuk menyebar ideologi anti Pancasila dan NKRI.
“Kami tahu, ada organ kemahasiswaan yang kelihatan dari luar seperti OKP biasa, tapi program mereka adalah menyebar ideologi seperti khilafah yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI.” Ujar Fauzan Ohorella (8/4/2024)
Aktivis pendiri AlMulk Indonesia di Jakarta itu juga menjelaskan, bahwa ada salah satu kampus swasta di daerah Bogor, Jawa Barat yang diduga menjadi inisiator dalam gerakan mahasiswa itu. Pasalnya, menurut Fauzan, bahwa dari mulai yayasan hingga rektor turut menjadi pembina dalam organisasi mahasiswa itu.
“Ya kita sampaikan ini sebagai informasi untuk pemerintah dan aparat terkait. Bahwa ada salah satu organisasi kemahasiswaan yang mendapat support dari yayasannya sendiri.” Ungkapnya
Koordinator AMMI itu berharap jika pemerintah dan aparat bisa lebih masif menjalankan program preventif dan preemtif di dalam lingkungan kampus. Apalagi, bahwa penyebaran ideologi mereka ini sangat gencar dilakukan di kanal sosial media untuk menyebarkan tegaknya khilafah.
“Kanal sosmed saat ini sudah jadi salah satu sarana mereka untuk sebarkan ideologi mereka yang anti Pancasila itu. Olehnya, kami berharap agar pemerintah dan aparat terkait bisa lebih masif menjalankan program kebangsaan untuk upaya preventif di lingkungan kampus”{.}













