SERANG,RADARBANTEN- Untuk mengendalikan harga sembilan bahan pokok (sembako) yang tengah naik menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Serang pilih program tanam cepat panen menjadi solusi.
Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang Yudi Suryadi mengatakan, di tengah harga kebutuhan pokok yang naik, Pemkot Serang menjalankan dua program. Dua program itu meliputi gerakan pangan murah, dan tanam cepat panen.
“Salah satunya untuk mengatasi itu, walaupun belum maksimal tapi ada geraknya, ada giatnya seperti itu. Termasuk Pemerintah Kota Serang bukan hanya gerakan pangan murah, tapi juga kita sedang melakukan penanaman,” ujar Yudi, Kamis, 21 Desember 2023.
Yudi menjelaskan, pelaksanaan tanam cepat panen tersebut menggunakan anggaran insentif fiskal sebesar Rp 5 miliar, dan dikelola langsung oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Serang.
“Melakukan penanaman termasuk juga swadaya yang dilakukan oleh masyarakat yang berlokasi di sawah luhur. Nah, ini salah satu upaya gerakan pangan murah dan penanaman. Itu salah yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat gerakan pangan murah,” jelasnya.
Gerakan tanam cepat panen itu, kata Yudi, Pemkot Serang ikut melibatkan gabungan kelompok tani (Gapoktan) Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Walantaka.
“Untuk penanamannya sendiri ada dua, pertama cabe rawit di Walantaka kurang lebih satu hektar, dan bawang kurang lebih lima hektar sawah luhur,” katanya.
Yudi mengaku, Pemkot Serang sejauh ini masih ingin memanfaatkan lahan pertanian sebagai pencegahan kenaikan harga sembako.
“Langkah Pemerintah Kota Serang itu sudah ada langkah dan upaya untuk menekan inflasi di Kota Serang,” tuturnya.
Diketahui, saat ini harga bawang merah di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang mencapai Rp 40 ribu per kilogram, dari Rp 32 ribu per kilogramnya.
Begitu juga dengan harga bawang putih yang kini mencapai Rp 40 ribu per kilogram, dari harga awal hanya Rp35 ribu per kilogramnya.
Berdasarkan pengakuan pedagang, kenaikan harga bawang merah dan bawang putih itu terjadi sejak dua hari yang lalu.
Sahrul (21), salah satu pedagang pada Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang mengatakan, saat ini kebutuhan pokok rumah tangga yang tengah naik terjadi pada komoditi bawang merah dan bawang putih.
“Sekarang yang lagi naik itu bawang merah dan bawang putih. Udah naik dari dua hari yang lalu,” ujarnya.
Kenaikan harga itu, kata Sahrul, tak hanya terjadi pada komoditi bawang merah dan bawang putih. Tomat juga saat ini tengah mengalami kenaikan harga.
“Ini yang naik bukan hanya bawang merah dan bawang putih aja sih. Tomat juga lagi naik, sekarang Rp 15 ribu per kilogramnya, dari awalnya itu cuma Rp 10 ribu,” katanya.
Sahrul mengatakan, para pembeli kini sepi peminat untuk berbelanja bawang merah. Menurutnya, hal tersebut akibat adanya kenaikan harga.
“Sekarang pembeli sepi buat beli kebutuhan di dapur, kaya bawang merah, bawang putih. Ya begini risiko pedagang,” tuturnya.
Sahrul mengaku, sejumlah komoditas itu akan terus mengalami kenaikan harga jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), hingga pertengah Januari 2024 mendatang.
“Biasanya setiap tahun begini, pasti bakal naik harganya. Paling lama itu pasti sampai bulan per tengah Januari tahun depan, harganya terus naik,” ujarnya
Editor : Merwanda
SERANG,RADARBANTEN- Untuk mengendalikan harga sembilan bahan pokok (sembako) yang tengah naik menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Serang pilih program tanam cepat panen menjadi solusi.
Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang Yudi Suryadi mengatakan, di tengah harga kebutuhan pokok yang naik, Pemkot Serang menjalankan dua program. Dua program itu meliputi gerakan pangan murah, dan tanam cepat panen.
“Salah satunya untuk mengatasi itu, walaupun belum maksimal tapi ada geraknya, ada giatnya seperti itu. Termasuk Pemerintah Kota Serang bukan hanya gerakan pangan murah, tapi juga kita sedang melakukan penanaman,” ujar Yudi, Kamis, 21 Desember 2023.
Yudi menjelaskan, pelaksanaan tanam cepat panen tersebut menggunakan anggaran insentif fiskal sebesar Rp 5 miliar, dan dikelola langsung oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Serang.
“Melakukan penanaman termasuk juga swadaya yang dilakukan oleh masyarakat yang berlokasi di sawah luhur. Nah, ini salah satu upaya gerakan pangan murah dan penanaman. Itu salah yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat gerakan pangan murah,” jelasnya.
Gerakan tanam cepat panen itu, kata Yudi, Pemkot Serang ikut melibatkan gabungan kelompok tani (Gapoktan) Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Walantaka.
“Untuk penanamannya sendiri ada dua, pertama cabe rawit di Walantaka kurang lebih satu hektar, dan bawang kurang lebih lima hektar sawah luhur,” katanya.
Yudi mengaku, Pemkot Serang sejauh ini masih ingin memanfaatkan lahan pertanian sebagai pencegahan kenaikan harga sembako.
“Langkah Pemerintah Kota Serang itu sudah ada langkah dan upaya untuk menekan inflasi di Kota Serang,” tuturnya.
Diketahui, saat ini harga bawang merah di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang mencapai Rp 40 ribu per kilogram, dari Rp 32 ribu per kilogramnya.
Begitu juga dengan harga bawang putih yang kini mencapai Rp 40 ribu per kilogram, dari harga awal hanya Rp35 ribu per kilogramnya.
Berdasarkan pengakuan pedagang, kenaikan harga bawang merah dan bawang putih itu terjadi sejak dua hari yang lalu.
Sahrul (21), salah satu pedagang pada Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang mengatakan, saat ini kebutuhan pokok rumah tangga yang tengah naik terjadi pada komoditi bawang merah dan bawang putih.
“Sekarang yang lagi naik itu bawang merah dan bawang putih. Udah naik dari dua hari yang lalu,” ujarnya.
Kenaikan harga itu, kata Sahrul, tak hanya terjadi pada komoditi bawang merah dan bawang putih. Tomat juga saat ini tengah mengalami kenaikan harga.
“Ini yang naik bukan hanya bawang merah dan bawang putih aja sih. Tomat juga lagi naik, sekarang Rp 15 ribu per kilogramnya, dari awalnya itu cuma Rp 10 ribu,” katanya.
Sahrul mengatakan, para pembeli kini sepi peminat untuk berbelanja bawang merah. Menurutnya, hal tersebut akibat adanya kenaikan harga.
“Sekarang pembeli sepi buat beli kebutuhan di dapur, kaya bawang merah, bawang putih. Ya begini risiko pedagang,” tuturnya.
Sahrul mengaku, sejumlah komoditas itu akan terus mengalami kenaikan harga jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), hingga pertengah Januari 2024 mendatang.
“Biasanya setiap tahun begini, pasti bakal naik harganya. Paling lama itu pasti sampai bulan per tengah Januari tahun depan, harganya terus naik,” ujarnya
Editor : Merwanda












