CILEGON,Warga Berita-Jelang arus libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru), harga tiket kapal ferry masih normal.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin menjelaskan, hingga saat ini belum ada kenaikan biaya tarif terpadu.
Shelvy menjelaskan, penjualan tiket masih menggunalan sistem online ticketing.
Penerapan ferizy online ticketing telah mencakup 20 pelabuhan di seluruh Indonesia, diantaranya Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Ajibata, Ambarita, Lembar, Padangbai, Jangkar, Sape, Labuan Bajo, Jepara, Karimunjawa, Ujung, Kamal, Kayangan, Pototano, Tanjung Kalian, Pagimana, dan Gorontalo.
“Digitalisasi ini akan memudahkan pengguna jasa untuk merencanakan perjalanannya sejak H-60 hari keberangkatan. Dengan begitu, penumpang bisa memastikan ketersediaan tiket dengan jadwal keberangkatan yang diinginkan,” ujar Shelvy melalui keterangan tertulis.
Dengan adanya digitalisasi ini, pengguna jasa justru memiliki keleluasaan dalam memilih metode pembayaran, melalui 11 virtual account, 3 e-wallet, 5 gerai retail, 3 internet banking dan 6 sales channel.
Dengan memaksimalkan sarana prasarana serta adanya peningkatan di sejumlah fasilitas, ASDP berharap untuk kelancaran arus libur dan arus balik Nataru 2023/2024 ini, terutama untuk 10 lintasan di 12 cabang terpantau nasional.
Adapun lintasan tersebut tersebar di seluruh Indonesia, seperti lintas Ajibata-Ambarita, Tanjung Api-Api – Tanjung Kalian, Merak-Bakauheni, Bajoe-Kolaka, Padangbai-Lembar, Ketapang-Gilimanuk, Kayangan-Pototano, Bitung-Ternate, Hunimua-Waipirit, dan Bolok-Rote.
Adapun diperkirakan jumlah penumpang di 10 lintasan ini mencapai 3.004.496 orang, 168.419 unit kendaraan roda dua, 325.630 unit kendaraan kecil roda empat, 31.555 unit bus, dan 181.644 unit truk. (*)
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Agung S Pambudi
CILEGON,Warga Berita-Jelang arus libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru), harga tiket kapal ferry masih normal.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin menjelaskan, hingga saat ini belum ada kenaikan biaya tarif terpadu.
Shelvy menjelaskan, penjualan tiket masih menggunalan sistem online ticketing.
Penerapan ferizy online ticketing telah mencakup 20 pelabuhan di seluruh Indonesia, diantaranya Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Ajibata, Ambarita, Lembar, Padangbai, Jangkar, Sape, Labuan Bajo, Jepara, Karimunjawa, Ujung, Kamal, Kayangan, Pototano, Tanjung Kalian, Pagimana, dan Gorontalo.
“Digitalisasi ini akan memudahkan pengguna jasa untuk merencanakan perjalanannya sejak H-60 hari keberangkatan. Dengan begitu, penumpang bisa memastikan ketersediaan tiket dengan jadwal keberangkatan yang diinginkan,” ujar Shelvy melalui keterangan tertulis.
Dengan adanya digitalisasi ini, pengguna jasa justru memiliki keleluasaan dalam memilih metode pembayaran, melalui 11 virtual account, 3 e-wallet, 5 gerai retail, 3 internet banking dan 6 sales channel.
Dengan memaksimalkan sarana prasarana serta adanya peningkatan di sejumlah fasilitas, ASDP berharap untuk kelancaran arus libur dan arus balik Nataru 2023/2024 ini, terutama untuk 10 lintasan di 12 cabang terpantau nasional.
Adapun lintasan tersebut tersebar di seluruh Indonesia, seperti lintas Ajibata-Ambarita, Tanjung Api-Api – Tanjung Kalian, Merak-Bakauheni, Bajoe-Kolaka, Padangbai-Lembar, Ketapang-Gilimanuk, Kayangan-Pototano, Bitung-Ternate, Hunimua-Waipirit, dan Bolok-Rote.
Adapun diperkirakan jumlah penumpang di 10 lintasan ini mencapai 3.004.496 orang, 168.419 unit kendaraan roda dua, 325.630 unit kendaraan kecil roda empat, 31.555 unit bus, dan 181.644 unit truk. (*)
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Agung S Pambudi












