WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Jabatan Bukan Kekuasaan – Warga Berita

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
28 Februari 2024
Reading Time: 6 mins read
0
Jabatan Bukan Kekuasaan – Warga Berita

Oleh : DR. KH. Encep Safrudin Muhyi, MM., M.Sc, Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا وَرَجُلاَنِ مِنْ قَوْمِي، فَقَالَ أَحَدُ الرَّجُلَيْنِ: أَمِّرْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَقَالَ الآخَرُ مِثْلَهُ، فَقَالَ: «إِنَّا لاَ نُوَلِّي هَذَا مَنْ سَأَلَهُ، وَلاَ مَنْ حَرَصَ عَلَيْه

Abu Musa berkata, “Saya masuk menemui Nabi bersama dengan dua orang teman. Lalu salah seorang dari kedua orang itu berkata, “Jadikanlah (angkatlah) aku sebagai amir (pejabat) wahai Rasulullah”. Kemudian yang seorang lagi juga meminta hal yang sama. Lalu Nabi bersabda, “Sungguh aku tidak akan mengangkat sebagai pejabat orang yang memintanya dan tidak juga orang yang berambisi terhadap jabatan itu”. (HR. Bukhari, Abu Daud dan Nasai).

Mukadimah

Jabatan adalah kedudukan yang menunjukkan fungsi, tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seorang Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam suatu satuan organisasi. Secara etimologi jabatan berasal dari kata “jabat” yang dapat diartikan sebagai pekerjaan atau tugas dalam pemerintahan atau organisasi yang berkenaan dengan kedudukan dan pangkat. Jabatan juga dapat diartikan kedudukan yang menunjukan tugas, wewenang, tanggung jawab dan hak seorang pegawai negeri sipil atau karyawan pada sebuah lembaga atau perusahaan.

Beberapa jenis Jabatan, Pertama, Jabatan Karier adalah jabatan struktural dan fungsional yang hanya dapat diduduki Pegawai Negeri Sipil setelah memenuhi syarat yang ditentukan. Kedua, Jabatan Negeri adalah jabatan dalam bidang eksekutif yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan, termasuk di dalamnya jabatan dalam kesekretariatan lembaga tertinggi/tinggi negara, dan kepaniteraan pengadilan. Ketiga, Jabatan Organik adalah jabatan negeri yang menjadi tugas pokok pada suatu satuan organisasi pemerintah.

Dalam sebuah organisasi terdapat tingkatan dan struktur dalam kepemimpinan sebuah organisasi, dan tingkatan tersebut adalah suatu posisi yang dinamakan jabatan, setiap tingkatan tersebut mempengaruhi sepenting apakah jabatanya dan dimana jabatan itu ditempatkan, setiap jabatan memiliki fungsi dan pekerjaan masing-masing yang memiliki peran penting dalam sebuah prosedural aktivitas dalam organisasi atu pun pemerintahan, definisi dari makna sejati dari jabatan ialah merupakan kedudukan yang menunjukkan tugas, fungsi, tanggung jawab,wewenang dan hak seorang, ini menunjukkan jabatan adalah sebuah posisi yang boleh ditempati oleh orang yang memiliki kemampuan yang setara dengan dimana jabatanya tersemat, jika tidak maka akan menjadikan posisi tersebut menjadi bumerang yang dapat menghancurkan citra dari sebuah organisasi atau pemerintahan.

Jabatan Itu Amanah Jangan Minta

Karena jabatan itu amanah (kepercayaan) yang diberikan kepada seseorang dengan dasar pertimbangan kualifikasi dan persyaratan tertentu yang telah ditentukan. Kalau jabatan dilakukan dengan cara transaksi, maka jabatan itu akan menghinakan dirinya sendiri. Jabatan pun jangan diminta apalagi tidak mempunyai kompetensi yang mumpuni. Tidak bisa dipungkiri jabatan selalu menjadi daya tarik sepanjang masa. Entah sudah berapa episode sejarah yang meninggalkan tragedi disebabkan ambisi jabatan (kekuasaan). Semua terekam dalam sejarah. Mulai dari masyarakat purba sampai masyarakat modern selalu menginginkan jabatan.

Hal ini disebabkan pandangan mereka tentang jabatan dianggap sesuatu yang prestisius dan terkesan seperti sebagai lips service semata, sebagai sebuah frase yang memang harus disampaikan dalam setiap moment pelantikan pejabat. Tapi dia akan menjadi sebuah bahasan yang menjadi menarik untuk diperbincangkan kembali manakala kita korelasikan pada realitas yang nampak saat ini. Betapa jabatan menjadi sebuah ajang bancakan dan prestise. Jabatan dijadikan salah satu indikator status sosial seseorang, bahkan jabatan dianggap sebagai sesuatu yang harus diperjuangkan dan dicapai sebagai sebuah manifestasi nyata atas kemampuan dan kualifikasi yang dimiliki seseorang.

Argumentasi jabatan adalah bagian dari sebuah ajang pembuktian kemampuan seseorang. Yang menjadi lacurnya adalah pembuktian kemampuan tersebut ternyata secara implisit mengandung makna dan pandangan sebagai prestise dan status sosial seseorang. Karena kalau ini dijadikan indikator seseorang menduduki sebuah jabatan, maka tidak akan salah pernyataan di atas, bahwa jabatan menjadi salah satu media bagi seseorang untuk “melacurkan” dirinya, menghalalkan segala cara sebagai ikhtiar untuk memperoleh jabatan dimaksud. Jabatan dipandang sebagai sebuah Pragmatisme yang diinterpretasikan sebagai suatu upaya mencapai penghargaan dan penghormatan serta prestisius, ketimbang sebagai amanah, tanggungjawab dan hanya kekuasaan belaka tanpa dilandasi dengan kompetensi.

Jabatan merupakan syurga dunia bagi kaum rasionalitas yang menjadikannya sebagai alat ukur kesuksesan duniawi. Kaum rasionalitas menganggap jabatan bukanlah proses yang dimanfaatkan untuk kemaslahatan. Mereka lebih condong memegang kekuasaan adalah bagian dari upaya mencapai tujuan personal. Nilai-nilai yang terkandung dalam kata amanah tergerus dan terkalahkan oleh nilai-nilai kuantitas yang terkandung dalam sebuah rupiah.

Jalan untuk mendapatkan kebahagiaan. Jabatan adalah sarana untuk menggapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Namun jabatan hanya sarana, bukan tujuan. Sebab itu, barang siapa yang telah mendapatkan sarana tersebut dan tidak mempergunakannya untuk mencapai tujuan, maka kebahagiaan tidak akan diperoleh.

Dalam versi amanah, jabatan dipandang sebagai sebuah gerakan idealisme dalam upaya melakukan pengabdian, bukan untuk mencari popularitas, menumpuk kekayaan serta menikmati berbagai fasilitas gratis, mulai dari rumah dinas, mobil dinas dan lain sebagainya. Jabatan dalam versi ini diorientasikan pada membangun konsep yang hanya tertuju pada bagaimana terciptanya kemaslahatan umum dan bertujuan memberikan kebaikan kepada hamba-hamba yang lain dengan jabatan yang dimilikinya tersebut.

Dalam halamanah jabatan, kebanyakan mereka dari perspektif kelompok ini meyakini bahwa jabatan bukanlahsesuatu yang harus diminta-minta atau dengan mengemis-ngemis apalagi dikejar dengan segala cara tanpa mempedulikan prinsip-prinsip agama. Sebab jabatan melahirkan kekuasaan dan wewenang yang gunanya semata-mata untuk memudahkan dalammenjalankan tanggung jawab melayani rakyat, apapun bentuk dan besar rakyat tersebut.Melihat cara pandang dan pola pikir di atas, tidak berlebihan bila penulis mengatakan bahwa jabatan dalam versi amanah, hanya dapat terwujud, jika personality yang memegang jabatan tersebut memiliki tingkat pengamalan dan pengalaman religiusitas yang mapan dan stabil.

Melalui sejarah kita mengetahui dan melihat betapa ambisi jabatan telah menenggelamkan Fir’aun dengan kesombongannya, yang pada puncaknya memproklamirkan dirinya sebagai Tuhan. Ada pula Hitler yang gila kekuasaan dan menghalalkan genoside terhadap orang yang berada di luar rasnya. Namun, jika kita bertanya kepada mereka untuk apa berambisi kepada kekuasaan? Mereka menjawab itu semua untuk kebahagiaan. Dengan menduduki jabatan tersebut mereka eksis dan bisa menunjukkan aktualisasi dirinya.Selain itu, kekuasaan bagi mereka adalah alat untuk menguasai orang lain. Sarana untuk mengumpulkan kekayaan. Namun, pada akhirnya sejarah pula yang membuktikan bahwa mereka tersiksa dalam kekalutan. Saat kekuasaan mereka berakhir.

Jabatan adalah posisi, peran, atau tanggung jawab tertentu yang diberikan kepada seseorang dalam suatu organisasi, perusahaan, atau lembaga. Jabatan biasanya mencerminkan hierarki atau struktur organisasi dan menentukan wewenang, tanggung jawab, dan tugas yang harus dilakukan oleh pemegang jabatan tersebut. Setiap jabatan memiliki deskripsi pekerjaan yang menjelaskan tugas-tugas yang harus dilakukan, kualifikasi yang dibutuhkan, dan kriteria evaluasi kinerja. Jabatan dapat memiliki berbagai tingkatan, seperti manajer, supervisor, analis, eksekutif, atau pegawai biasa, tergantung pada tingkat tanggung jawab dan kewenangannya.

Khatimah

Sebagai khalifah fil ardi, seseorang tidak perlu terlalu gembira saat menerima jabatan. Jika kita masih muda, dan dapat jabatan, tidak perlu buru2 menepuk dada. Itu justru mencemaskan, berarti terbentang panjang kesempatan kita tergelincir berbuat khianat. Jika kita telah senior, dan dapat jabatan, itu juga bukan berarti kita sudah matang dan siap, boleh jadi, sisa hidup kita yg seharusnya berakhir baik, malah rusak semua gara2 jabatan tersebut.

Saat kita berdiri di atas jabatan itu, juga tidak perlu bergaya. Buat apa ? Itu hanya sementara. Jangan sombong dan merendahkan orang lain. Jangan mengotot sekali merasa paling benar–orang lain salah semua. Jangan sok berkuasa, mempersulit, nasib orang terserah saya. Karena sungguh, hanya soal waktu, saat jabatan itu diambil, kita yg dulu berdiri di atas panggung, boleh jadi besok lusa justeru berada di telapak kaki orang yg dulu kita persulit dan sakiti saat berkuasa.

Jabatan adalah amanah. Teladan orang-orang terbaik jaman dulu, justeru pucat pasi, gemetar tangannya, saat tidak bisa menghindar lagi ketiban amanah tersebut. Hari ini, entah apa yang terjadi, malah diuber-uber, diburu, bahkan bila perlu saling sikut, saling menjelek2an. Tidakkah kita menyadari sebuah nasehat lama, saat kita berada di puncak, justeru setelah itu tidak ada lagi jalan, selain turunan panjang. Bahkan saat kita terus lompat dari satu puncak bukit ke gunung berikutnya, pada akhirnya, hanya tersisa satu jalan: turunan panjang.

Esok lusa, wahai, jika kalian diberikan kesempatan memegang sebuah jabatan, laksanakan amanah itu dengan sebaik-baiknya, dengan niat paling tulus, tapi jangan pernah genggam erat-erat, apalagi dimasukkan ke dalam hati. Karena sekali amanah itu diambil, jika kita terlalu lebay menggenggamnya, sakitnya sangat sakit. Ketahuilah, orang2 akan lupa, orang2 akan sibuk dengan urusan berikutnya. Mereka bahkan tidak pernah mengingat bahkan siapa raja2 besar yang pernah menguasai bumi ini, apalagi sekadar mengingat sebuah nama dengan kekuasaan lebih rendah dari itu.

Apabila diberi Kesempatan untuk memegang sebuah jabatan, laksanakan amanah itu dengan sebaik-baiknya, dengan niat paling tulus, tapi jangan pernah genggam erat-erat, apalagi dimasukkan ke dalam hati. Karena sekali amanah itu diambil, jika kita terlalu lebay menggenggamnya, sakitnya sangat sakit. Ketahuilah, orang2 akan lupa, orang2 akan sibuk dengan urusan berikutnya. Mereka bahkan tidak pernah mengingat bahkan siapa raja2 besar yang pernah menguasai bumi ini, apalagi sekadar mengingat sebuah nama dengan kekuasaan lebih rendah dari itu.

Rasulullah Saw, bersabda : “Kalian adalah pemimpin dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian.” Potongan hadis tersebut untuk mengingatkan kembali terhadap tugas sebagai pimpinan.

Pimpinan itu adalah sebuah jabatan dan jabatan itu penuh dengan amanah, jadi jangan sampai jabatan ini dibuat main-main. Pasalnya, bentuk pertanggungjawabannya tidak hanya di dunia saja. Akan tetapi, di akhirat juga akan di pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Semua tindakan dan perilaku kita akan selalu direkam oleh saksi. Saksi itu bukan dari kata-kata atau ucapan dari mulut yang bisa mengolah kata dan berbohong menggunakan kata-kata indahnya. Akan tetapi saksi itu berasal dari anggota tubuh kita sendiri. Untuk itu, jabatan yang diemban harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Karena kelak pasti akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT.

Wallahu A’lam Bishowab.

ENCEP S MUHYI

DR. KH. Encep Safrudin Muhyi, MM., M.Sc, adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Serang / Penulis Buku Islam Dalam Transformasi Kehidupan& Buku Kepemimpinan Pendidikan Transformasional / Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi Cikeudal Pandeglang ).

RELATED POSTS

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

Oleh : DR. KH. Encep Safrudin Muhyi, MM., M.Sc, Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا وَرَجُلاَنِ مِنْ قَوْمِي، فَقَالَ أَحَدُ الرَّجُلَيْنِ: أَمِّرْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَقَالَ الآخَرُ مِثْلَهُ، فَقَالَ: «إِنَّا لاَ نُوَلِّي هَذَا مَنْ سَأَلَهُ، وَلاَ مَنْ حَرَصَ عَلَيْه

Abu Musa berkata, “Saya masuk menemui Nabi bersama dengan dua orang teman. Lalu salah seorang dari kedua orang itu berkata, “Jadikanlah (angkatlah) aku sebagai amir (pejabat) wahai Rasulullah”. Kemudian yang seorang lagi juga meminta hal yang sama. Lalu Nabi bersabda, “Sungguh aku tidak akan mengangkat sebagai pejabat orang yang memintanya dan tidak juga orang yang berambisi terhadap jabatan itu”. (HR. Bukhari, Abu Daud dan Nasai).

Mukadimah

Jabatan adalah kedudukan yang menunjukkan fungsi, tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seorang Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam suatu satuan organisasi. Secara etimologi jabatan berasal dari kata “jabat” yang dapat diartikan sebagai pekerjaan atau tugas dalam pemerintahan atau organisasi yang berkenaan dengan kedudukan dan pangkat. Jabatan juga dapat diartikan kedudukan yang menunjukan tugas, wewenang, tanggung jawab dan hak seorang pegawai negeri sipil atau karyawan pada sebuah lembaga atau perusahaan.

Beberapa jenis Jabatan, Pertama, Jabatan Karier adalah jabatan struktural dan fungsional yang hanya dapat diduduki Pegawai Negeri Sipil setelah memenuhi syarat yang ditentukan. Kedua, Jabatan Negeri adalah jabatan dalam bidang eksekutif yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan, termasuk di dalamnya jabatan dalam kesekretariatan lembaga tertinggi/tinggi negara, dan kepaniteraan pengadilan. Ketiga, Jabatan Organik adalah jabatan negeri yang menjadi tugas pokok pada suatu satuan organisasi pemerintah.

Dalam sebuah organisasi terdapat tingkatan dan struktur dalam kepemimpinan sebuah organisasi, dan tingkatan tersebut adalah suatu posisi yang dinamakan jabatan, setiap tingkatan tersebut mempengaruhi sepenting apakah jabatanya dan dimana jabatan itu ditempatkan, setiap jabatan memiliki fungsi dan pekerjaan masing-masing yang memiliki peran penting dalam sebuah prosedural aktivitas dalam organisasi atu pun pemerintahan, definisi dari makna sejati dari jabatan ialah merupakan kedudukan yang menunjukkan tugas, fungsi, tanggung jawab,wewenang dan hak seorang, ini menunjukkan jabatan adalah sebuah posisi yang boleh ditempati oleh orang yang memiliki kemampuan yang setara dengan dimana jabatanya tersemat, jika tidak maka akan menjadikan posisi tersebut menjadi bumerang yang dapat menghancurkan citra dari sebuah organisasi atau pemerintahan.

Jabatan Itu Amanah Jangan Minta

Karena jabatan itu amanah (kepercayaan) yang diberikan kepada seseorang dengan dasar pertimbangan kualifikasi dan persyaratan tertentu yang telah ditentukan. Kalau jabatan dilakukan dengan cara transaksi, maka jabatan itu akan menghinakan dirinya sendiri. Jabatan pun jangan diminta apalagi tidak mempunyai kompetensi yang mumpuni. Tidak bisa dipungkiri jabatan selalu menjadi daya tarik sepanjang masa. Entah sudah berapa episode sejarah yang meninggalkan tragedi disebabkan ambisi jabatan (kekuasaan). Semua terekam dalam sejarah. Mulai dari masyarakat purba sampai masyarakat modern selalu menginginkan jabatan.

Hal ini disebabkan pandangan mereka tentang jabatan dianggap sesuatu yang prestisius dan terkesan seperti sebagai lips service semata, sebagai sebuah frase yang memang harus disampaikan dalam setiap moment pelantikan pejabat. Tapi dia akan menjadi sebuah bahasan yang menjadi menarik untuk diperbincangkan kembali manakala kita korelasikan pada realitas yang nampak saat ini. Betapa jabatan menjadi sebuah ajang bancakan dan prestise. Jabatan dijadikan salah satu indikator status sosial seseorang, bahkan jabatan dianggap sebagai sesuatu yang harus diperjuangkan dan dicapai sebagai sebuah manifestasi nyata atas kemampuan dan kualifikasi yang dimiliki seseorang.

Argumentasi jabatan adalah bagian dari sebuah ajang pembuktian kemampuan seseorang. Yang menjadi lacurnya adalah pembuktian kemampuan tersebut ternyata secara implisit mengandung makna dan pandangan sebagai prestise dan status sosial seseorang. Karena kalau ini dijadikan indikator seseorang menduduki sebuah jabatan, maka tidak akan salah pernyataan di atas, bahwa jabatan menjadi salah satu media bagi seseorang untuk “melacurkan” dirinya, menghalalkan segala cara sebagai ikhtiar untuk memperoleh jabatan dimaksud. Jabatan dipandang sebagai sebuah Pragmatisme yang diinterpretasikan sebagai suatu upaya mencapai penghargaan dan penghormatan serta prestisius, ketimbang sebagai amanah, tanggungjawab dan hanya kekuasaan belaka tanpa dilandasi dengan kompetensi.

Jabatan merupakan syurga dunia bagi kaum rasionalitas yang menjadikannya sebagai alat ukur kesuksesan duniawi. Kaum rasionalitas menganggap jabatan bukanlah proses yang dimanfaatkan untuk kemaslahatan. Mereka lebih condong memegang kekuasaan adalah bagian dari upaya mencapai tujuan personal. Nilai-nilai yang terkandung dalam kata amanah tergerus dan terkalahkan oleh nilai-nilai kuantitas yang terkandung dalam sebuah rupiah.

Jalan untuk mendapatkan kebahagiaan. Jabatan adalah sarana untuk menggapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Namun jabatan hanya sarana, bukan tujuan. Sebab itu, barang siapa yang telah mendapatkan sarana tersebut dan tidak mempergunakannya untuk mencapai tujuan, maka kebahagiaan tidak akan diperoleh.

Dalam versi amanah, jabatan dipandang sebagai sebuah gerakan idealisme dalam upaya melakukan pengabdian, bukan untuk mencari popularitas, menumpuk kekayaan serta menikmati berbagai fasilitas gratis, mulai dari rumah dinas, mobil dinas dan lain sebagainya. Jabatan dalam versi ini diorientasikan pada membangun konsep yang hanya tertuju pada bagaimana terciptanya kemaslahatan umum dan bertujuan memberikan kebaikan kepada hamba-hamba yang lain dengan jabatan yang dimilikinya tersebut.

Dalam halamanah jabatan, kebanyakan mereka dari perspektif kelompok ini meyakini bahwa jabatan bukanlahsesuatu yang harus diminta-minta atau dengan mengemis-ngemis apalagi dikejar dengan segala cara tanpa mempedulikan prinsip-prinsip agama. Sebab jabatan melahirkan kekuasaan dan wewenang yang gunanya semata-mata untuk memudahkan dalammenjalankan tanggung jawab melayani rakyat, apapun bentuk dan besar rakyat tersebut.Melihat cara pandang dan pola pikir di atas, tidak berlebihan bila penulis mengatakan bahwa jabatan dalam versi amanah, hanya dapat terwujud, jika personality yang memegang jabatan tersebut memiliki tingkat pengamalan dan pengalaman religiusitas yang mapan dan stabil.

Melalui sejarah kita mengetahui dan melihat betapa ambisi jabatan telah menenggelamkan Fir’aun dengan kesombongannya, yang pada puncaknya memproklamirkan dirinya sebagai Tuhan. Ada pula Hitler yang gila kekuasaan dan menghalalkan genoside terhadap orang yang berada di luar rasnya. Namun, jika kita bertanya kepada mereka untuk apa berambisi kepada kekuasaan? Mereka menjawab itu semua untuk kebahagiaan. Dengan menduduki jabatan tersebut mereka eksis dan bisa menunjukkan aktualisasi dirinya.Selain itu, kekuasaan bagi mereka adalah alat untuk menguasai orang lain. Sarana untuk mengumpulkan kekayaan. Namun, pada akhirnya sejarah pula yang membuktikan bahwa mereka tersiksa dalam kekalutan. Saat kekuasaan mereka berakhir.

Jabatan adalah posisi, peran, atau tanggung jawab tertentu yang diberikan kepada seseorang dalam suatu organisasi, perusahaan, atau lembaga. Jabatan biasanya mencerminkan hierarki atau struktur organisasi dan menentukan wewenang, tanggung jawab, dan tugas yang harus dilakukan oleh pemegang jabatan tersebut. Setiap jabatan memiliki deskripsi pekerjaan yang menjelaskan tugas-tugas yang harus dilakukan, kualifikasi yang dibutuhkan, dan kriteria evaluasi kinerja. Jabatan dapat memiliki berbagai tingkatan, seperti manajer, supervisor, analis, eksekutif, atau pegawai biasa, tergantung pada tingkat tanggung jawab dan kewenangannya.

Khatimah

Sebagai khalifah fil ardi, seseorang tidak perlu terlalu gembira saat menerima jabatan. Jika kita masih muda, dan dapat jabatan, tidak perlu buru2 menepuk dada. Itu justru mencemaskan, berarti terbentang panjang kesempatan kita tergelincir berbuat khianat. Jika kita telah senior, dan dapat jabatan, itu juga bukan berarti kita sudah matang dan siap, boleh jadi, sisa hidup kita yg seharusnya berakhir baik, malah rusak semua gara2 jabatan tersebut.

Saat kita berdiri di atas jabatan itu, juga tidak perlu bergaya. Buat apa ? Itu hanya sementara. Jangan sombong dan merendahkan orang lain. Jangan mengotot sekali merasa paling benar–orang lain salah semua. Jangan sok berkuasa, mempersulit, nasib orang terserah saya. Karena sungguh, hanya soal waktu, saat jabatan itu diambil, kita yg dulu berdiri di atas panggung, boleh jadi besok lusa justeru berada di telapak kaki orang yg dulu kita persulit dan sakiti saat berkuasa.

Jabatan adalah amanah. Teladan orang-orang terbaik jaman dulu, justeru pucat pasi, gemetar tangannya, saat tidak bisa menghindar lagi ketiban amanah tersebut. Hari ini, entah apa yang terjadi, malah diuber-uber, diburu, bahkan bila perlu saling sikut, saling menjelek2an. Tidakkah kita menyadari sebuah nasehat lama, saat kita berada di puncak, justeru setelah itu tidak ada lagi jalan, selain turunan panjang. Bahkan saat kita terus lompat dari satu puncak bukit ke gunung berikutnya, pada akhirnya, hanya tersisa satu jalan: turunan panjang.

Esok lusa, wahai, jika kalian diberikan kesempatan memegang sebuah jabatan, laksanakan amanah itu dengan sebaik-baiknya, dengan niat paling tulus, tapi jangan pernah genggam erat-erat, apalagi dimasukkan ke dalam hati. Karena sekali amanah itu diambil, jika kita terlalu lebay menggenggamnya, sakitnya sangat sakit. Ketahuilah, orang2 akan lupa, orang2 akan sibuk dengan urusan berikutnya. Mereka bahkan tidak pernah mengingat bahkan siapa raja2 besar yang pernah menguasai bumi ini, apalagi sekadar mengingat sebuah nama dengan kekuasaan lebih rendah dari itu.

Apabila diberi Kesempatan untuk memegang sebuah jabatan, laksanakan amanah itu dengan sebaik-baiknya, dengan niat paling tulus, tapi jangan pernah genggam erat-erat, apalagi dimasukkan ke dalam hati. Karena sekali amanah itu diambil, jika kita terlalu lebay menggenggamnya, sakitnya sangat sakit. Ketahuilah, orang2 akan lupa, orang2 akan sibuk dengan urusan berikutnya. Mereka bahkan tidak pernah mengingat bahkan siapa raja2 besar yang pernah menguasai bumi ini, apalagi sekadar mengingat sebuah nama dengan kekuasaan lebih rendah dari itu.

Rasulullah Saw, bersabda : “Kalian adalah pemimpin dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian.” Potongan hadis tersebut untuk mengingatkan kembali terhadap tugas sebagai pimpinan.

Pimpinan itu adalah sebuah jabatan dan jabatan itu penuh dengan amanah, jadi jangan sampai jabatan ini dibuat main-main. Pasalnya, bentuk pertanggungjawabannya tidak hanya di dunia saja. Akan tetapi, di akhirat juga akan di pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Semua tindakan dan perilaku kita akan selalu direkam oleh saksi. Saksi itu bukan dari kata-kata atau ucapan dari mulut yang bisa mengolah kata dan berbohong menggunakan kata-kata indahnya. Akan tetapi saksi itu berasal dari anggota tubuh kita sendiri. Untuk itu, jabatan yang diemban harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Karena kelak pasti akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT.

Wallahu A’lam Bishowab.

ENCEP S MUHYI

DR. KH. Encep Safrudin Muhyi, MM., M.Sc, adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Serang / Penulis Buku Islam Dalam Transformasi Kehidupan& Buku Kepemimpinan Pendidikan Transformasional / Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi Cikeudal Pandeglang ).

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial
Nasional

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

14 Oktober 2025
Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal
Nasional

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

9 Oktober 2025
Menteri Bahlil Tegaskan Tidak Ada Pemangkasan Subsidi LPG 3 kg
Nasional

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

9 Oktober 2025
Mohammad Saleh
Nasional

Ditanya soal perpres sampah menjadi listrik, Wakil Ketua DPRD Jateng menjawab itukan mirip tesis S2 saya di Undip

9 Oktober 2025
Wihaji
Nasional

Wihaji Siapkan 15 Ribu Orang Tua Asuh Prioritas Penanganan Kesehatan Balita

25 Agustus 2025
bahlil
Nasional

Bahlil Dorong Optimalisasi Tambang untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

25 Agustus 2025
Next Post

Pansus Kagum Toleransi Beragama di SDN Sumogawe 3  – DPRD JATENG

Kemendagri Kantor.jpg

Kemendagri Nilai Penting Kesesuaian Inovasi dengan Nilai Pancasila

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
Ace Hasan Pastikan UU KIA Tak Tumpang Tindih Dengan Ketentuan Ketenagakerjaan

Ace Hasan Pastikan UU KIA Tak Tumpang Tindih Dengan Ketentuan Ketenagakerjaan

5 Juni 2024
Kota Serang Bakal Perketat Pengiriman Hewan Kurban dari Luar Daerah – Warga Berita

Kota Serang Bakal Perketat Pengiriman Hewan Kurban dari Luar Daerah – Warga Berita

15 Mei 2024
keramik jawa tengah

Keramik Jawa Tengah: Warisan Seni Tanah Liat yang Kaya Budaya

8 Agustus 2024

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In