Ketua DPP Partai Golkar, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa partainya saat ini sedang menunggu hasil pertemuan dan Kesepakatan Pencalonan Ketua Umum Golkar antara Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet), Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, terkait pencalonan ketua umum. Ketiga tokoh ini disebut-sebut sebagai kandidat kuat dalam perebutan kursi Ketua Umum Partai Golkar.
Menurut Meutya, pertemuan antara ketiganya diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan atau musyawarah untuk menentukan siapa yang akan maju sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar.
“Kita lihat nanti, tunggu pertemuan antara Pak Agus, Pak Bahlil, Pak Bamsoet, atau mungkin ada calon lain yang ingin maju agar mereka duduk bersama, membicarakan bagaimana tentang pencalonan ke depan. Siapa tahu, dalam forum itu sudah tercapai musyawarah. Kita masih tunggu,” ujar Meutya saat berada di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (tanggal penulisan).
Meutya menegaskan bahwa Partai Golkar bersikap terbuka terhadap siapa pun yang ingin maju dalam pencalonan ketua umum, termasuk Bahlil Lahadalia yang juga anggota Golkar. “Pak Bahlil juga anggota Golkar. Jadi, ya kita tentu siapapun yang akan maju caketum untuk demokratisasi partai, ya silakan saja kan,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, telah menyatakan niatnya untuk membangun kesepakatan dengan Agus Gumiwang Kartasasmita dan Bahlil Lahadalia terkait pencalonan ketua umum. Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo, mengakui bahwa dirinya, Agus Gumiwang, dan Bahlil sebelumnya telah sepakat untuk maju bersama dalam pencalonan Ketua Umum Partai Golkar.
“Jadi, kami belum bertemu lagi untuk berembuk siapa di antara kami bertiga yang akan menjadi ketua umum. Kami akan bangun kesepakatan,” ungkap Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (15/8/2024).
Keputusan untuk memilih Agus Gumiwang sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Golkar sendiri telah dibuat pada Rapat Pleno DPP Partai Golkar pada Selasa (13/8/2024), menggantikan Airlangga Hartarto yang mengundurkan diri sejak Sabtu malam (10/8/2024).












