SERANG, Warga Berita – Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mendorong program digitalisasi Desa di wilayah Provinsi Banten. Ia pun didaulat menjadi bapak digitalisasi Desa oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Banten.
Menurutnya, digitalisasi Desa dapat percepat kesejahteraan bersama. Sehingga hal itu penting untuk didukung bersama dalam rangka meningkatkan pembangunan Desa dan kemasyarakatan di Desa.
Hal tersebut diungkapkan Al Muktabar saat memberikan sambutan pada acara Bimbingan Teknis Aplikasi Digital Desa Digdaya (Digital dan Berbudaya) Provinsi Banten di Hotel Le Dian Kota Serang, Rabu malam, 3 Januari 2023.
“Platform digital bagi desa ini sangat penting karena di situ ada unsur pelayanan dan juga akses yang bisa memberi nilai tambah bagi desa dalam berbagai bidang kehidupan oleh karenanya platform digital ini tentu kita dukung,” kata Al Muktabar.
Dirinya pun mengapresiasi aplikasi Digitalisasi Digdaya yang diluncurkan oleh pihak swasta yakni Tri Digdaya Nawasena. Katanya, aplikasi ini merupakan alat yang dapat menjadi positif dengan mengedepankan budaya dan kearifan lokal serta dapat juga digunakan sebagai peta jalan (road map) untuk mempercepat kesejahteraan di Desa.
Dikatakan Al Muktabar, melalui transformasi digitalisasi penggunaan aplikasi berbasis internet juga dapat memandu Pemerintahan Desa untuk mendapatkan asas-asas akuntabel dan transparan sehingga masyarakat dengan mudah, cepat dan menyeluruh diberikan pelayanan publik yang semakin terintegrasi sesuai kebutuhan masyarakat.
Pihaknya pun terus mendukung proses pengembangan desa termasuk digitalisasi desa. Salah satunya dengan memberikan bantuan keuangan kepada Pemdes di Banten.
“Pada tahun 2024 ini kita alokasikan bantuan keuangan sebesar Rp100 juta perdesa. Kita harap bantuan ini dapat dimaksimalkan guna kebermanfaatan di desa termasuk untuk digitalisasi desa,” imbuhnya.
Ketua APDESI Banten Uhadi mengatakan penobatan Al Muktabar diberikan atas respon cepat terhadap digitalisasi pemerintahan dan mengimbau para Kepala Desa agar dapat mempercepat digitalisasi Desa
“Beliau meminta kita para Kepala Desa untuk memulai membuat digitalisasi Desa respon sekali. Sehingga beliau sebagai Pj Gubernur dan juga sebagai Bapak Digitalisasi Desa”, ungkapnya.
Dikatakan, melalui digitalisasi Desa diharapkan para Kepala Desa menjadi inovatif dan maju serta dapat mengangkat potensi-potensi Desa dan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.
“Harapannya digitalisasi Desa sebagai upaya para Kepala Desa agar inovatif dan maju. Potensi-potensi Desa bisa terangkat, dan juga misalnya kita para Kepala Desa sedang tidak ada di tempat juga terus dapat melayani masyarakat”, terangnya.
Direktur Tri Digdaya Nawasena Nanang mengatakan Aplikasi Digitalisasi Digdaya memiliki banyak fitur seperti informasi Desa, data sarana dan prasarana Desa, potensi Desa, Kependudukan, bantuan sosial, lahan produktif, sistem geospasial Desa, informasi BMKG, UMKM Market, serta layanan administrasi Desa.
“Sehingga selain bermanfaat untuk masyarakat dan para Kepala Desa, data yang ada pada sistem ini juga dapat menjadi acuan untuk menentukan suatu kebijakan di tingkat Provinsi maupun Kabupaten,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Aas Arbi
SERANG, Warga Berita – Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mendorong program digitalisasi Desa di wilayah Provinsi Banten. Ia pun didaulat menjadi bapak digitalisasi Desa oleh Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Banten.
Menurutnya, digitalisasi Desa dapat percepat kesejahteraan bersama. Sehingga hal itu penting untuk didukung bersama dalam rangka meningkatkan pembangunan Desa dan kemasyarakatan di Desa.
Hal tersebut diungkapkan Al Muktabar saat memberikan sambutan pada acara Bimbingan Teknis Aplikasi Digital Desa Digdaya (Digital dan Berbudaya) Provinsi Banten di Hotel Le Dian Kota Serang, Rabu malam, 3 Januari 2023.
“Platform digital bagi desa ini sangat penting karena di situ ada unsur pelayanan dan juga akses yang bisa memberi nilai tambah bagi desa dalam berbagai bidang kehidupan oleh karenanya platform digital ini tentu kita dukung,” kata Al Muktabar.
Dirinya pun mengapresiasi aplikasi Digitalisasi Digdaya yang diluncurkan oleh pihak swasta yakni Tri Digdaya Nawasena. Katanya, aplikasi ini merupakan alat yang dapat menjadi positif dengan mengedepankan budaya dan kearifan lokal serta dapat juga digunakan sebagai peta jalan (road map) untuk mempercepat kesejahteraan di Desa.
Dikatakan Al Muktabar, melalui transformasi digitalisasi penggunaan aplikasi berbasis internet juga dapat memandu Pemerintahan Desa untuk mendapatkan asas-asas akuntabel dan transparan sehingga masyarakat dengan mudah, cepat dan menyeluruh diberikan pelayanan publik yang semakin terintegrasi sesuai kebutuhan masyarakat.
Pihaknya pun terus mendukung proses pengembangan desa termasuk digitalisasi desa. Salah satunya dengan memberikan bantuan keuangan kepada Pemdes di Banten.
“Pada tahun 2024 ini kita alokasikan bantuan keuangan sebesar Rp100 juta perdesa. Kita harap bantuan ini dapat dimaksimalkan guna kebermanfaatan di desa termasuk untuk digitalisasi desa,” imbuhnya.
Ketua APDESI Banten Uhadi mengatakan penobatan Al Muktabar diberikan atas respon cepat terhadap digitalisasi pemerintahan dan mengimbau para Kepala Desa agar dapat mempercepat digitalisasi Desa
“Beliau meminta kita para Kepala Desa untuk memulai membuat digitalisasi Desa respon sekali. Sehingga beliau sebagai Pj Gubernur dan juga sebagai Bapak Digitalisasi Desa”, ungkapnya.
Dikatakan, melalui digitalisasi Desa diharapkan para Kepala Desa menjadi inovatif dan maju serta dapat mengangkat potensi-potensi Desa dan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.
“Harapannya digitalisasi Desa sebagai upaya para Kepala Desa agar inovatif dan maju. Potensi-potensi Desa bisa terangkat, dan juga misalnya kita para Kepala Desa sedang tidak ada di tempat juga terus dapat melayani masyarakat”, terangnya.
Direktur Tri Digdaya Nawasena Nanang mengatakan Aplikasi Digitalisasi Digdaya memiliki banyak fitur seperti informasi Desa, data sarana dan prasarana Desa, potensi Desa, Kependudukan, bantuan sosial, lahan produktif, sistem geospasial Desa, informasi BMKG, UMKM Market, serta layanan administrasi Desa.
“Sehingga selain bermanfaat untuk masyarakat dan para Kepala Desa, data yang ada pada sistem ini juga dapat menjadi acuan untuk menentukan suatu kebijakan di tingkat Provinsi maupun Kabupaten,” pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Aas Arbi











