Permasalahan pengelolaan sampah perkotaan menjadi fokus utama Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. Dalam sambutannya pada pembukaan Musyawarah Nasional IV Asosiasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Seluruh Indonesia (Adeksi), Senin (28/4), Agustina menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kota dan DPRD dalam mengatasi tantangan pengelolaan sampah di Kota Semarang.
Percepatan Pengelolaan dan Perbaikan Pengawasan Anggaran
“Sampah ini harus terkendali. Kami ingin mempercepat pengelolaan dan memperbaiki proses pengawasan anggarannya,” tegas Agustina di depan para peserta Munas Adeksi.
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. TPA Jatibarang yang selama ini menjadi tumpuan pengelolaan sampah akhir di Kota Semarang dilaporkan sudah nyaris melebihi kapasitas. Kondisi ini mendesak pemerintah kota untuk melakukan penyaringan di tempat-tempat pengolahan sampah (TPS) sebelum sampah dikirim ke lokasi pembuangan akhir.
Revitalisasi Program PSEL Jadi Prioritas
Pemerintah Kota Semarang saat ini tengah mengajukan revisi mekanisme pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Salah satu strategi utama yang akan diimplementasikan adalah menghidupkan kembali rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Jatibarang.
“Perda [PSEL] sedang digodok. Dahulu kan sempat berhenti, ini minta diteruskan, supaya tahun ini kita bisa segera melaksanakan,” jelas Agustina.
Program PSEL dinilai sebagai solusi efektif untuk mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat Semarang.
Dukungan dari Adeksi
Ketua Umum Adeksi, Sigit K Yunianto, mengapresiasi inisiatif Wali Kota Semarang dan menegaskan bahwa sinergi antara eksekutif dan legislatif sangat diperlukan dalam menjalankan tugas-tugas kedewanan, termasuk dalam pengelolaan sampah.
“Itu sebuah terobosan yang baru bisa dimasukkan dalam program kerja di Adeksi nanti, berkolaborasi dengan eksekutif,” kata Sigit.
Agenda Munas Adeksi
Selain membahas isu-isu strategis seperti pengelolaan sampah, Munas VI Adeksi juga dijadwalkan menggelar pemilihan ketua umum dan formatur kepengurusan baru. Event nasional ini diharapkan membawa semangat baru dalam menggerakkan organisasi ke arah yang lebih progresif, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Kota Semarang sebagai tuan rumah.
Munas yang dihadiri oleh para anggota DPRD kota dari seluruh Indonesia ini menjadi momentum penting untuk bertukar gagasan dan mencari solusi atas berbagai permasalahan perkotaan, termasuk masalah persampahan yang menjadi tantangan hampir di semua kota besar di Indonesia.












