PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta terus memperkuat peran Stasiun Klaten sebagai simpul penting dalam jaringan transportasi rel yang menghubungkan koridor Solo-Yogyakarta. Peningkatan layanan ini sejalan dengan tingginya angka penggunaan kereta api di kawasan tersebut.
Capaian Impresif Jumlah Penumpang
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengungkapkan bahwa selama triwulan pertama tahun 2025, Stasiun Klaten telah melayani lebih dari 277 ribu pelanggan. Pencapaian ini menunjukkan betapa vitalnya keberadaan Stasiun Klaten dalam ekosistem transportasi publik di wilayah selatan Jawa Tengah.
“Dari total tersebut, sebanyak 144.012 di antaranya merupakan penumpang kereta api jarak jauh, sedangkan sisanya yakni 133.024 orang adalah pengguna layanan KRL Commuterline relasi Yogyakarta–Solo PP,” jelas Feni saat ditemui di Klaten, Jawa Tengah, Senin (28/4/2025).
Feni menekankan bahwa capaian tersebut menunjukkan peran penting Stasiun Klaten sebagai simpul strategis dalam jaringan transportasi berbasis rel di kawasan selatan Jawa Tengah dan aglomerasi Yogyakarta–Solo.
Distribusi Penumpang Kereta Jarak Jauh dan KRL
Berdasarkan data yang disampaikan, untuk layanan kereta api jarak jauh selama triwulan I tahun 2025, tercatat sebanyak 67.686 penumpang naik dan 76.326 penumpang turun di Stasiun Klaten. Angka ini menunjukkan bahwa Stasiun Klaten tidak hanya berfungsi sebagai stasiun transit, tetapi juga menjadi destinasi akhir bagi banyak penumpang.
Sementara itu, layanan KRL yang dioperasikan sepanjang koridor Yogyakarta-Solo juga terus menunjukkan tren positif dengan dominasi penumpang komuter harian.
“Ini menjadikan Stasiun Klaten sebagai titik vital pergerakan masyarakat yang bekerja, belajar, maupun beraktivitas di dua kota besar tersebut,” kata Feni.
Peningkatan Kualitas Fasilitas dan Layanan
Untuk mengimbangi tingginya jumlah pengguna jasa, PT KAI Daop 6 Yogyakarta terus meningkatkan aspek kenyamanan dan kualitas fasilitas stasiun. Feni menjelaskan bahwa KAI Daop 6 sudah menyelesaikan tahap pertama beautifikasi yang menghadirkan wajah baru stasiun dengan tampilan lebih modern, bersih dan ramah pengguna.
“Revitalisasi ini meliputi pembaruan area publik, peningkatan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dan lansia, serta penataan ulang zona layanan penumpang untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan,” jelasnya.
Integrasi dengan Moda Transportasi Lain
Selain peningkatan fasilitas internal, Stasiun Klaten juga memiliki keunggulan dari sisi integrasi moda transportasi. Letaknya yang berdekatan dengan Terminal Bus Klaten memungkinkan perpindahan penumpang dari kereta ke angkutan darat berlangsung lebih efisien.
Keunggulan lokasi ini menjadikan Stasiun Klaten sebagai contoh ideal konsep transit oriented development (TOD) di tingkat kota kecil hingga menengah. Dengan kemudahan akses ini, diharapkan masyarakat semakin tergerak untuk menggunakan transportasi publik dalam aktivitas sehari-hari.
Prospek Pengembangan ke Depan
Dengan capaian impresif pada triwulan pertama 2025, Stasiun Klaten diproyeksikan akan terus mengalami peningkatan jumlah penumpang di sepanjang tahun ini. PT KAI Daop 6 Yogyakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas stasiun guna mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang terus bertumbuh.
Peningkatan layanan di Stasiun Klaten juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengembangkan sistem transportasi massal yang terintegrasi di kawasan aglomerasi Yogyakarta-Solo. Dengan demikian, Stasiun Klaten akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu simpul transportasi publik utama di wilayah tersebut.












