CILEGON,Warga Berita-Suara Partai Golongan Karya (Golkar) anjlok dalam pemilihan Calon Legislatif (Caleg) Pada Pemilu 2024 di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kota Cilegon.
Dapil 1 sendiri meliputi wilayah Kecamatan Jombang dan Purwakarta, yang mana merupakan basis atau kandang dari Partai Golkar di Cilegon.
Pasalnya, pada Pemilu 2019 lalu, suara Partai Golkar di Dapil 1 (Jombang-Purwakarta) berhasil menduduki 3 kursi di Parlemen. Namun, hasil sementara dari Pemilu 2024 ini Partai Golkar di Dapil 1 diprediksi hanya meraih 1 kursi.
Hasil itu, berdasarkan hasil sementara real count KPU hingga Senin 19 Februari 2024 pukul 11.00 WIB parpol berlambang pohon beringin itu baru memperoleh sebanyak 2,986 suara di Dapil 1, dari suara yang masuk 60 persen atau baru 186 dari 310 Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Pengamat Politik Jaringan Demokrasi, Syaeful Bahri mengatakan, suara Partai Golkar di Dapil 1 Kota Cilegon dari 60 persen suara yang masuk di KPU, suara Golkar sangat sulit menyamai di perolehan suara pada Pemilu 2019 yang mendapatkan 3 kursi.
“Jadi berdasarkan data itu (60 persen suara masuk di KPU) Golkar sangat sulit menyamai di Pemilu 2019. Bahkan, seandainya dari 40 persen masuk pun juga sangat sulit, untuk memperoleh 2 atau 3 kursi, karena di situ (Dapil 1-red) banyak kandidat yang kuat juga dari partai-partai lain,” kata Syaeful saat dihubungi Warga Berita, Senin 19 Februari 2024.
“Karena di Dapil itu, hanya Caleg nomor urut satu yang mendominasi selebihnya hanya setengahnya dari suara caleg nomor satu. Jadi sangat sulit menyamai perolehan suara di pemilu 2019,” tambahnya.
Dari hasil sementara itu, suara Golkar di Dapil 1 yang dulu menjadi kekuatan keluarga Jombang atau kandang Golkar itu sudah bergeser dan diisi oleh caleg-caleg potensial dari partai lain.
“Makanya strategi dalam penempatan caleg yang kuat di Dapil itu sangat penting, baik kuat secara finansial ya maupun kuat dari jaringan keluarga, ini sangat penting untuk mendulang suara bagi parpol,” katanya.
Pengamat Politik The Sultan Center Cilegon, Edi M Abduh mengatakan, pergeseran suara di Dapil 1 Jombang-Purwakarta tak terlepas dari ramuan atau racikan strategi masing-masing partai, karena berpengaruh langsung terhadap pemilih. Untuk itu, penempatan caleg dan ketokohan sangat penting.
“Jadi intinya ketokohan ketua partai, startegi racikan caleg yang potensial di masing-masing Dapil itu sangat berpengaruh di perolehan suara. Tapi meski lemah di kandang sendiri suara Golkar juga sangat bagus di Dapil lainnya, ini menjadi evaluasi dari partai Golkar khususnya di Dapil 1 Jombang-Purwakarta,” tukasnya. (*)
Reporter: Raju
Editor: Agung S Pambudi
CILEGON,Warga Berita-Suara Partai Golongan Karya (Golkar) anjlok dalam pemilihan Calon Legislatif (Caleg) Pada Pemilu 2024 di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kota Cilegon.
Dapil 1 sendiri meliputi wilayah Kecamatan Jombang dan Purwakarta, yang mana merupakan basis atau kandang dari Partai Golkar di Cilegon.
Pasalnya, pada Pemilu 2019 lalu, suara Partai Golkar di Dapil 1 (Jombang-Purwakarta) berhasil menduduki 3 kursi di Parlemen. Namun, hasil sementara dari Pemilu 2024 ini Partai Golkar di Dapil 1 diprediksi hanya meraih 1 kursi.
Hasil itu, berdasarkan hasil sementara real count KPU hingga Senin 19 Februari 2024 pukul 11.00 WIB parpol berlambang pohon beringin itu baru memperoleh sebanyak 2,986 suara di Dapil 1, dari suara yang masuk 60 persen atau baru 186 dari 310 Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Pengamat Politik Jaringan Demokrasi, Syaeful Bahri mengatakan, suara Partai Golkar di Dapil 1 Kota Cilegon dari 60 persen suara yang masuk di KPU, suara Golkar sangat sulit menyamai di perolehan suara pada Pemilu 2019 yang mendapatkan 3 kursi.
“Jadi berdasarkan data itu (60 persen suara masuk di KPU) Golkar sangat sulit menyamai di Pemilu 2019. Bahkan, seandainya dari 40 persen masuk pun juga sangat sulit, untuk memperoleh 2 atau 3 kursi, karena di situ (Dapil 1-red) banyak kandidat yang kuat juga dari partai-partai lain,” kata Syaeful saat dihubungi Warga Berita, Senin 19 Februari 2024.
“Karena di Dapil itu, hanya Caleg nomor urut satu yang mendominasi selebihnya hanya setengahnya dari suara caleg nomor satu. Jadi sangat sulit menyamai perolehan suara di pemilu 2019,” tambahnya.
Dari hasil sementara itu, suara Golkar di Dapil 1 yang dulu menjadi kekuatan keluarga Jombang atau kandang Golkar itu sudah bergeser dan diisi oleh caleg-caleg potensial dari partai lain.
“Makanya strategi dalam penempatan caleg yang kuat di Dapil itu sangat penting, baik kuat secara finansial ya maupun kuat dari jaringan keluarga, ini sangat penting untuk mendulang suara bagi parpol,” katanya.
Pengamat Politik The Sultan Center Cilegon, Edi M Abduh mengatakan, pergeseran suara di Dapil 1 Jombang-Purwakarta tak terlepas dari ramuan atau racikan strategi masing-masing partai, karena berpengaruh langsung terhadap pemilih. Untuk itu, penempatan caleg dan ketokohan sangat penting.
“Jadi intinya ketokohan ketua partai, startegi racikan caleg yang potensial di masing-masing Dapil itu sangat berpengaruh di perolehan suara. Tapi meski lemah di kandang sendiri suara Golkar juga sangat bagus di Dapil lainnya, ini menjadi evaluasi dari partai Golkar khususnya di Dapil 1 Jombang-Purwakarta,” tukasnya. (*)
Reporter: Raju
Editor: Agung S Pambudi












