Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali mengukuhkan lima orang profesor baru pada Selasa (11/2/2025). Pengukuhan ini merupakan bagian dari rangkaian 30 profesor baru yang akan dikukuhkan oleh universitas tersebut.
Lima profesor yang dikukuhkan berasal dari berbagai bidang keilmuan. Prof. Dr. Ely Triasih Rahayu, S.S., M.Hum dikukuhkan sebagai profesor dalam bidang Sosiolinguistik, Prof. Dr. Eng. Mukhtar Effendi, S.Si., M.Eng dalam bidang Fisika Material Elektronik, dan Prof. Dadan Hermawan, S.Si., M.Si., Ph.D dalam bidang Kimia Pemisahan.
Dua profesor lainnya adalah Prof. Dr. Ir. Saparso, M.P yang dikukuhkan dalam bidang Ekofisiologi Hortikultura, dan Prof. Dr. Isdy Sulistyo, DEA dalam bidang Iktiologi Terapan.
Dalam sambutannya, Rektor Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq M.Sc., Agr., IPU., ASEAN Eng menekankan bahwa kecendekiawanan adalah hakikat dari seorang guru besar. Mereka diharapkan dapat menjadi sumber ilmu yang tak pernah kering dan pelita yang memandu kebajikan.
Rektor juga berharap pengukuhan para profesor baru ini dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika Unsoed untuk terus berkontribusi dan menjadi solusi yang dibutuhkan masyarakat. Keahlian mereka di berbagai bidang dianggap fundamental dalam memperkuat dan mengakselerasi pembangunan bangsa.
Masing-masing profesor menyampaikan orasi ilmiah sesuai bidang keahliannya. Prof. Ely Triasih Rahayu membahas “Keigo Dalam Perspektif Migran Indonesia di Jepang”, sementara Prof. Mukhtar Effendi memaparkan “Pengembangan Sumber Daya Alam Lokal Pasir Besi Sebagai Material Elektronik”.
Prof. Dadan Hermawan memberikan orasi tentang “Pengembangan Metode Analisis Obat dan Pestisida Secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi dan Elektroforesis Kapiler”. Prof. Saparso membahas “Ekofiologi Tanaman Dalam Pengelolaan Air Menuju Pengembangan Hortikultura Berkelanjutan di Lahan Pasir Pantai”.
Sementara itu, Prof. Isdy Sulistyo menyampaikan orasi berjudul “Beri Kes4an Dengan Iktiologi Terapan / Reproduksi Ikan (Dalam Pengelolaan Sumberday Akuatik Berkelanjutan)”.
Pengukuhan ini sejalan dengan komitmen Unsoed untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan dan memperkuat posisinya sebagai rujukan dalam pengembangan sumber daya perdesaan berkelanjutan serta kearifan lokal.
Kehadiran lima profesor baru ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Unsoed dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa melalui berbagai bidang keilmuan yang mereka tekuni.












