Harga Bitcoin mengalami penurunan sebesar 2,6% menjadi $95,911.5 pada Rabu (12/2/2025) pukul 14:11 WIB, seiring dengan sikap hati-hati para pedagang menjelang rilis laporan inflasi utama AS dan dampak dari pernyataan Ketua Federal Reserve.
Para pelaku pasar mengurangi posisinya sambil menunggu laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Januari yang akan dirilis hari ini. Analis memperkirakan inflasi akan naik sebesar 2,9% year-on-year. Angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memberikan tekanan lebih lanjut pada aset spekulatif seperti mata uang kripto.
Ketua Fed Jerome Powell, dalam kesaksiannya di hadapan Komite Perbankan Senat, menekankan kekuatan ekonomi AS dengan mengutip tingkat pengangguran yang rendah dan inflasi di atas target 2% Fed. Powell mengindikasikan tidak ada urgensi untuk menurunkan suku bunga jangka pendek.
Suku bunga yang lebih tinggi dapat berdampak negatif pada mata uang kripto karena menurunkan selera risiko investor dan membuat aset tanpa imbal hasil seperti Bitcoin menjadi kurang menarik. Penguatan dolar AS akibat suku bunga tinggi juga turut menekan pasar kripto.
Sementara itu, World Liberty Financial (WLF), perusahaan kripto yang terafiliasi dengan mantan Presiden Donald Trump, mengumumkan pembuatan cadangan token strategis. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat mata uang kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum, serta mengelola volatilitas pasar.
Trump juga meluncurkan mata uang kripto berbasis meme, $TRUMP, tepat sebelum pelantikannya. WLF dilaporkan telah mencatatkan penjualan token yang substansial, dengan Trump dan afiliasinya memegang saham signifikan di perusahaan induk.
Penurunan Bitcoin juga diikuti oleh pelemahan altcoin. Ethereum turun 4,6% menjadi $2,604.58, XRP melemah 4% ke level $2,4007, Solana terkoreksi 5,4%, Polygon turun 6,7%, dan Cardano melemah 4,5%.
Token meme juga tidak luput dari tekanan jual, dengan Dogecoin yang turun 6,3% dan $TRUMP yang melemah 8,5%. Pelemahan pasar kripto secara luas ini mencerminkan sentimen penghindaran risiko di kalangan investor menjelang rilis data ekonomi penting AS.












