Parade Senja di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah menjadi sorotan nasional dengan kehadiran tiga pemimpin negara dalam satu panggung. Presiden Prabowo Subianto memimpin Parade Senja didampingi oleh dua mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (27/2/2025).
Kemeriahan Parade Senja di Tengah Guyuran Hujan
Parade Senja yang digelar di Lapangan Pancasila Akmil Magelang ini menjadi bagian puncak dari rangkaian retret kepala daerah yang telah berlangsung sejak 21 Februari 2025. Meskipun diguyur hujan, kemeriahan Parade Senja tetap terasa dengan hadirnya 1.919 taruna yang terdiri dari 1.158 taruna Akmil, 376 taruna Akpol, dan 385 cadet Universitas Pertahanan (Unhan).
Ketua DPR Puan Maharani turut berpartisipasi dalam inspeksi pasukan Parade Senja bersama dengan Ketua MPR Ahmad Muzani dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin. Mereka menumpangi kendaraan taktis Maung yang berada di urutan kedua dari tiga Maung yang digunakan dalam inspeksi pasukan.
“Parade Senja ini merupakan momen bersejarah karena dihadiri oleh tiga presiden sekaligus,” ujar salah satu pejabat Akmil yang hadir dalam acara tersebut.
Tiga Presiden dalam Satu Panggung Parade Senja
Momen langka terjadi saat Parade Senja ketika tiga pemimpin negara berada dalam satu mobil Maung untuk melakukan inspeksi pasukan. Presiden Prabowo Subianto bersama dengan SBY dan Jokowi berada di Maung pertama, didampingi oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Inspeksi pasukan dalam Parade Senja dilakukan dengan mengelilingi barisan para taruna di lapangan, diiringi oleh alunan marching band Genderang Seruling Canka Lokananta (GSCL) yang menambah khidmat suasana. Setelah inspeksi, upacara dilanjutkan dengan penurunan bendera Merah Putih sebagai simbol penutupan rangkaian kegiatan retret.
Rangkaian Maung dalam Parade Senja
Dalam Parade Senja kali ini, terdapat tiga kendaraan taktis Maung yang digunakan untuk inspeksi pasukan:
- Maung pertama diisi oleh Presiden Prabowo Subianto, mantan Presiden SBY, mantan Presiden Jokowi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
- Maung kedua ditumpangi oleh Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Ahmad Muzani, dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin.
- Maung ketiga diisi oleh Menkopolkam Budi Gunawan, Mendagri Tito Karnavian, dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.
Formasi ini menunjukkan kehadiran pimpinan lembaga tinggi negara, menteri-menteri strategis, serta tiga presiden dalam Parade Senja yang menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Retret Kepala Daerah dan Parade Senja
Parade Senja menjadi bagian integral dari retret kepala daerah yang digelar sejak 21 Februari 2025, sehari setelah pelantikan di Istana Negara. Acara ini dihadiri oleh 494 kepala daerah dan 477 wakil kepala daerah dari total 503 kepala daerah dan wakil kepala daerah di seluruh Indonesia.
Selama retret, para kepala daerah menerima berbagai materi dari tokoh-tokoh pemerintahan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan mereka. Parade Senja menjadi simbol penutupan rangkaian kegiatan yang bertujuan membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Retret dan Parade Senja ini merupakan upaya membangun kepemimpinan yang berkarakter bagi seluruh pemimpin daerah di Indonesia,” jelas seorang pejabat dari panitia penyelenggara.
Makna Parade Senja bagi Kepemimpinan Nasional
Parade Senja tidak hanya sekadar upacara militer, tetapi juga memiliki makna simbolis yang dalam. Acara ini menggambarkan persatuan dan kesatuan antara sipil dan militer dalam membangun bangsa, serta pentingnya nilai-nilai kedisiplinan dan patriotisme dalam kepemimpinan.
Kehadiran tiga presiden dalam Parade Senja ini juga menunjukkan kesinambungan kepemimpinan nasional dan dukungan terhadap pemerintahan yang sedang berjalan. Prabowo Subianto, sebagai Presiden RI saat ini, mendapatkan dukungan moral dari dua pendahulunya, SBY dan Jokowi.
Parade Senja di Akmil Magelang ini ditutup dengan pertunjukan drumband Genderang Suling Cakra Lokananta Akmil Magelang yang menampilkan keterampilan dan kedisiplinan para taruna militer. Pertunjukan ini sekaligus menjadi simbol kesiapan generasi muda dalam menjaga kedaulatan negara.











