Pekalongan, tepatnya di Desa Lebakbarang, telah lama menyandang predikat sebagai sentra kolang kaling Jawa Tengah. Kawasan ini menjadi salah satu produsen terbesar buah kenyal dari pohon aren yang selalu dinantikan terutama saat bulan Ramadan. Produksi kolang kaling di daerah ini memberikan kontribusi signifikan dalam memenuhi permintaan pasar lokal maupun regional.
Sentra Produksi Kolang Kaling di Lebakbarang
Salah satu sentra produksi kolang kaling terbesar di Indonesia berada di Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Daerah ini terkenal dengan hasil kolang kaling dan gula arennya yang berkualitas tinggi. Setiap tahun, terutama menjelang Ramadan, produksi kolang kaling di Lebakbarang meningkat pesat untuk memenuhi permintaan pasar.
“Kolang kaling dari Lebakbarang dikenal karena teksturnya yang kenyal dan rasanya yang segar. Ini membuatnya sangat cocok dijadikan campuran minuman atau hidangan penutup saat berbuka puasa,” ujar salah satu petani kolang kaling di Lebakbarang.
Proses Pembuatan Kolang Kaling
Proses pembuatan kolang kaling dimulai dengan memanen buah aren yang masih muda. Buah ini kemudian dibakar untuk menghilangkan kulit luarnya yang keras. Setelah itu, biji aren direndam dalam air kapur selama beberapa hari untuk menghilangkan getah dan membuat teksturnya menjadi kenyal. Setelah proses perendaman, kolang kaling siap dikemas dan dijual ke pasar.
Manfaat Kolang Kaling untuk Kesehatan
Kolang kaling tidak hanya enak, tetapi juga memiliki banyak manfaat kesehatan, terutama bagi mereka yang berpuasa. Buah ini kaya akan serat, vitamin, dan mineral seperti kalsium, fosfor, dan zat besi. Beberapa manfaat kolang kaling antara lain:
- Melancarkan Pencernaan: Kandungan serat yang tinggi membantu melancarkan sistem pencernaan, terutama setelah berpuasa seharian.
- Sumber Energi: Kolang kaling mengandung karbohidrat yang dapat memberikan energi instan saat berbuka puasa.
- Menjaga Kesehatan Tulang: Kandungan kalsium dan fosfor dalam kolang kaling baik untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.
- Mengurangi Dehidrasi: Tekstur kolang kaling yang mengandung banyak air membantu mengembalikan cairan tubuh yang hilang selama berpuasa.
Kolang Kaling dalam Hidangan Ramadan
Kolang kaling sering diolah menjadi berbagai hidangan khas Ramadan, seperti es buah, kolak, atau manisan. Rasanya yang segar dan teksturnya yang kenyal membuat kolang kaling menjadi favorit banyak orang, baik anak-anak maupun dewasa.
“Kolang kaling adalah bahan yang serbaguna. Kami sering menggunakannya dalam es buah atau kolak untuk berbuka puasa. Rasanya yang segar sangat cocok untuk menghilangkan dahaga setelah seharian berpuasa,” kata seorang ibu rumah tangga di Pekalongan.
Ramadan 2025: Kolang Kaling Tetap Jadi Primadona
Meskipun zaman terus berubah, kolang kaling tetap menjadi primadona di bulan Ramadan. Pada Ramadan 2025, permintaan kolang kaling diperkirakan akan tetap tinggi, terutama di daerah-daerah yang memiliki tradisi kuat dalam mengolah buah ini menjadi hidangan khas.
“Kami berharap produksi kolang kaling tahun ini bisa memenuhi permintaan pasar. Ramadan adalah momen penting bagi kami, karena kolang kaling selalu dicari oleh masyarakat,” ujar salah satu pedagang kolang kaling di Lebakbarang.











