Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menyiapkan dana sebesar Rp100 juta untuk mendukung pelestarian dan pengembangan batik Batang. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mencegah kepunahan seni membatik di daerah tersebut sekaligus mencetak generasi pembatik muda yang kompeten dan inovatif.
Dukungan Pemkab Batang untuk Batik Khas Batang
Suyono, Pelaksana Harian (Plh) Bupati Batang, mengungkapkan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan pelestarian batik, termasuk pelatihan bagi generasi muda. “Kami berkomitmen untuk melestarikan batik khas Batang. Dana ini akan digunakan untuk pelatihan, pembelian peralatan, dan bahan baku batik,” ujar Suyono.
Dukungan ini juga sejalan dengan upaya Institut Pluralisme Indonesia (IPI) dan SMK Neswara dalam merevitalisasi batik Batang. IPI bersama SMK Neswara telah memulai program pelatihan bagi 10 siswa untuk menjadi pembatik muda yang handal dan kreatif.
Regenerasi Pembatik Muda
Menurut William Kwan, Direktur IPI, program ini bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar pengrajin batik menjadi seniman batik Batang. “Kami ingin menciptakan generasi pembatik yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki jiwa seni dan inovasi,” jelas William.
SMK Neswara, sebagai mitra dalam program ini, akan memanfaatkan dana dari Pemkab Batang untuk membeli peralatan membatik, bahan baku, dan biaya pelatihan. Suyanta, Kepala SMK Neswara, menyatakan bahwa pihaknya siap mengoptimalkan dana tersebut untuk menghasilkan pembatik muda yang berkualitas.
“Dana ini sangat membantu kami dalam menyiapkan generasi pembatik muda. Kami akan menggunakannya untuk membeli peralatan, bahan, dan biaya pelatihan,” ujar Suyanta.
Promosi Batik Batang di Tingkat Lokal dan Nasional
Pemkab Batang juga berencana mempromosikan batik khas Batang secara lebih luas, baik di tingkat lokal maupun nasional. Keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) diharapkan dapat menjadi media promosi yang efektif untuk memperkenalkan batik Batang kepada masyarakat luas.
“Kami akan mempromosikan batik Batang melalui berbagai platform, termasuk KITB. Tujuannya agar batik Batang semakin dikenal dan diminati,” tambah Suyono.
Masa Depan Batik Batang
Dengan dukungan dana dari Pemkab Batang, kolaborasi antara IPI, SMK Neswara, dan pemerintah daerah diharapkan dapat membawa angin segar bagi pelestarian dan pengembangan batik khas Batang. Upaya ini tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi generasi muda.
“Kami berharap batik Batang dapat terus berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat. Ini adalah upaya bersama untuk melestarikan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan,” pungkas William.












