Universitas Semarang (USM) menggelar acara tasyakuran atas pencapaian bergengsi berupa akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada Sabtu malam, 19 April 2025. Acara yang diselenggarakan di lantai 10 (rooftop) Gedung Menara Prof. Dr. H. Muladi, S.H. ini menjadi momen bersejarah bagi institusi pendidikan tinggi yang telah berdiri sejak tahun 1987 tersebut.
Pencapaian Akreditasi Unggul Menjadi Momentum Penting
Akreditasi Unggul yang diraih Universitas Semarang resmi diperoleh berdasarkan Surat Keputusan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT No. 2091/SK/BAN-PT/Ak/PT/III/2025 yang diterbitkan pada 19 Maret 2025 lalu. Pencapaian ini menjadi bukti komitmen USM dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
Dr. Supari ST MT, Rektor Universitas Semarang, menyampaikan bahwa pencapaian akreditasi Unggul merupakan hasil dari kerja keras kolektif berbagai pihak sejak USM berdiri.
“Momen ini adalah titik tolak bagi USM untuk terus menjaga mutu pendidikan dan semakin memperkuat identitasnya di kancah nasional,” ungkap Dr. Supari.
Baca Juga: BEM USM Gelar Seminar Pelatihan Karya Tulis Ilmiah
Dihadiri Tokoh Penting dan Dimeriahkan Congrock 17
Acara tasyakuran Universitas Semarang ini dihadiri oleh para tokoh penting dari Yayasan Alumni Undip selaku badan penyelenggara USM. Hadir dalam acara tersebut Ketua Pembina Yayasan Prof. Sudharto P. Hadi MES PhD beserta jajarannya, Ketua Pengurus Yayasan Prof. Dr. Ir. Hj. Kesi Widjajanti SE MM beserta jajarannya, dan Ketua Dewan Penasehat USM, Prof. Dr. Suharnomo SE MSi.
Turut hadir pula Rektor Universitas Gunadarma, Prof. Dr. ES Margianti SE MM, serta para dosen, karyawan, dan perwakilan mahasiswa Universitas Semarang.
Acara tidak hanya berupa tasyakuran formal namun juga diramaikan dengan penampilan istimewa dari grup musik Congrock 17 — kelompok musik legendaris asal Semarang yang dikenal dengan paduan unik genre keroncong dan rock. Kehadiran Congrock 17 menjadi penanda bahwa USM juga ingin menekankan pentingnya ekspresi budaya sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Rooftop USM Sebagai Ruang Ekspresi Budaya Indonesia
Dr. Supari menjelaskan bahwa Congrock 17 bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari misi budaya yang selaras dengan semangat Universitas Semarang sebagai kampus yang terbuka terhadap ekspresi dan kreativitas.
“Tempat ini memang dirancang sebagai ruang ekspresi budaya Indonesia. Salah satunya yang kita tampilkan hari ini adalah Congkrock 17. Mereka melantunkan lagu-lagu nasional dengan semangat mensyukuri kemajuan dan keindahan Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa rooftop Gedung Menara Prof. Muladi dibuka sebagai ruang ekspresi budaya bagi siapa pun, termasuk mahasiswa, seniman, dan komunitas budaya lainnya.
Kisah Perjalanan Congrock 17 Mendunia
Ir. Soeharsojo IPU, selaku Anggota Pembina Yayasan Alumni Undip yang juga penggagas awal pementasan Congkrock 17 ke luar negeri, berbagi kisah perjalanannya bersama grup musik tersebut.
“Saya kenal Congkrock 17 sejak tahun 1994, saat mereka masih menjadi mahasiswa di berbagai universitas. Perpaduan antara keroncong dan rock ini menurut saya sangat baru waktu itu. Musik rock dan keroncong kita sudah lama kenal, tapi kombinasi keduanya ini sangat unik,” tutur Ir. Soeharsojo.
Melihat potensi besar grup musik ini, Soeharsojo berinisiatif membawa Congkrock 17 tampil ke luar negeri, dengan negara pertama yang dituju adalah Suriname.
“Saya ingin membuktikan langsung apakah benar ada keturunan Indonesia yang jadi menteri di sana, dan ternyata ada tiga. Kami bawa Congkrock bersama Bu Titiek Puspa (almarhumah) dan beberapa penyanyi lainnya. Sambutannya luar biasa, bahkan katanya lebih dari sambutan terhadap presiden luar negeri yang datang ke sana,” kenangnya.
Hal menarik terjadi saat grup musik ini tiba di Suriname. Para anggota Congrock 17 bahkan sampai tidak merasakan kalau mereka sedang jauh dari Indonesia.
“Mereka pikir kami hanya pindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur, karena rasa dan bahasanya masih sangat dekat. Ini yang bikin penampilan mereka begitu berkesan,” tambahnya.
Dukungan USM Terhadap Pelestarian Seni Budaya
Koordinator dan salah satu pendiri Congrock, Hari Djoko, mengapresiasi undangan dari USM dan menyebut bahwa ini menjadi bentuk nyata dukungan Universitas Semarang terhadap pelestarian seni budaya.
“USM sering bikin festival budaya, dan itu berarti mendukung generasi muda. Semoga dengan predikat Unggul ini, semakin banyak kegiatan budaya yang digelar dan memberi panggung bagi para musisi lokal,” ucapnya.












