TANGERANG, Warga Berita – Empat kolom calon Presiden dalam surat suara simulasi Pemilu di Kota Tangerang mendapat sorotan dari Direktur Visi Nusantara, Subandi Musbah.
Ia menilai, ketidaksesuaian Warga Berita gambar dalam surat suara simulasi dengan jumlah pasangan Capres dan Cawapres dalam surat suara dapat berpengaruh terhadap pendidikan politik di masyarakat.
Subandi Musbah mengatakan, simulasi dengan empat kolom foto calon Presiden yang dilakukan oleh KPU Kota Tangerang ini tidak mencerminkan tujuan dari pendidikan politik.
“Publik disuguhkan sesuatu yang absurd. Padahal jelas-jelas calonnya ada tiga pasangan,” ujarnya, Senin, 29 Januari 2024.
Subandi pun mempertanyakan alasan pencetakan empat kolom calon Presiden dalam surat suara simulasi oleh KPU RI tersebut.
“Apakah khawatir dianggap memihak kalau tiga paslon, sehingga menampilkan calon Presidennya ada empat pada kertas suara,” imbuhnya.
“Publik harus disuguhkan dengan fakta sebenarnya. Kalau ada tiga, seharusnya KPU Kota Tangerang menyertakan tiga dalam contoh surat suara dalam simulasi. Mengurangi foto paslon atau melibihi tidak membuat warga lebih terdidik, bahkan bisa saja, masyarakat menilai calon Presiden ada empat,” tambahnya.
Ketua KPU Kota Tangerang, Qory Ayatullah, mengatakan bahwa surat suara yang dipergunakan dalam simulasi menggunakan surat suara dari KPU RI.
“Simulasi se-Indonesia pakai surat suara simulasi yang sama, link-nya dari KPU RI,” pungkasnya.
Sebelumnya, empat kolom Capres dan Cawapres pada surat suara simulasi ditemukan saat peserta melakukan simulasi Pemilu yang diadakan areal Jembatan Berendeng, Jalan Benteng Jaya, RT 05 RW 08, Kelurahan Sukarasa, Kota Tangerang, Senin, 29 Januari 2024. (*)
Editor: Agus Priwandono
TANGERANG, Warga Berita – Empat kolom calon Presiden dalam surat suara simulasi Pemilu di Kota Tangerang mendapat sorotan dari Direktur Visi Nusantara, Subandi Musbah.
Ia menilai, ketidaksesuaian Warga Berita gambar dalam surat suara simulasi dengan jumlah pasangan Capres dan Cawapres dalam surat suara dapat berpengaruh terhadap pendidikan politik di masyarakat.
Subandi Musbah mengatakan, simulasi dengan empat kolom foto calon Presiden yang dilakukan oleh KPU Kota Tangerang ini tidak mencerminkan tujuan dari pendidikan politik.
“Publik disuguhkan sesuatu yang absurd. Padahal jelas-jelas calonnya ada tiga pasangan,” ujarnya, Senin, 29 Januari 2024.
Subandi pun mempertanyakan alasan pencetakan empat kolom calon Presiden dalam surat suara simulasi oleh KPU RI tersebut.
“Apakah khawatir dianggap memihak kalau tiga paslon, sehingga menampilkan calon Presidennya ada empat pada kertas suara,” imbuhnya.
“Publik harus disuguhkan dengan fakta sebenarnya. Kalau ada tiga, seharusnya KPU Kota Tangerang menyertakan tiga dalam contoh surat suara dalam simulasi. Mengurangi foto paslon atau melibihi tidak membuat warga lebih terdidik, bahkan bisa saja, masyarakat menilai calon Presiden ada empat,” tambahnya.
Ketua KPU Kota Tangerang, Qory Ayatullah, mengatakan bahwa surat suara yang dipergunakan dalam simulasi menggunakan surat suara dari KPU RI.
“Simulasi se-Indonesia pakai surat suara simulasi yang sama, link-nya dari KPU RI,” pungkasnya.
Sebelumnya, empat kolom Capres dan Cawapres pada surat suara simulasi ditemukan saat peserta melakukan simulasi Pemilu yang diadakan areal Jembatan Berendeng, Jalan Benteng Jaya, RT 05 RW 08, Kelurahan Sukarasa, Kota Tangerang, Senin, 29 Januari 2024. (*)
Editor: Agus Priwandono












