Seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Semarang tewas setelah tertabrak kereta api Harina di perlintasan sebidang Kokrosono, Semarang Utara. Korban diduga nekat menerobos palang pintu perlintasan yang sudah tertutup. Kejadian ini terjadi pada Kamis (13/2) siang, dan menimbulkan duka mendalam bagi keluarga serta lingkungan sekolah korban.
Menurut Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, kecelakaan ini terjadi karena korban diduga menerobos palang pintu yang sudah tertutup. “Masinis KA Harina sudah membunyikan suling sebagai peringatan, tetapi korban tetap melintas,” ujarnya. Franoto menambahkan bahwa petugas pengamanan PT KAI Daop 4 Semarang langsung berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengevakuasi korban.
Korban yang tewas dalam kecelakaan ini adalah seorang siswi berinisial SL. Diduga, ia sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah bersama teman-temannya menggunakan sepeda motor. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Saksi Mata Ungkap Kronologi Kejadian
Salah seorang saksi mata, Ardi (55), menceritakan bahwa kecelakaan ini bermula ketika korban melaju dari utara ke selatan di Jalan Kokrosono. “Korban mengendarai sepeda motor beriringan dengan teman-temannya. Saat melintas di perlintasan Kokrosono, korban diduga nekat menerobos palang pintu yang sudah tertutup,” kata Ardi.
Ardi menambahkan bahwa kejadian ini terjadi sangat cepat. Meskipun masinis kereta api sudah membunyikan sirene sebagai peringatan, korban tetap memaksakan diri untuk melintas. Akibatnya, korban tertabrak kereta api dan meninggal di tempat kejadian.
PT KAI Ingatkan Pentingnya Keselamatan di Perlintasan
Franoto Wibowo mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan keselamatan saat melintasi perlintasan kereta api. “Kami menghimbau agar pengendara tidak menerobos palang pintu yang sudah tertutup. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa perlintasan Kokrosono merupakan perlintasan sebidang yang dijaga petugas. Namun, hal ini tidak menjamin keamanan jika pengendara tidak mematuhi aturan. “Petugas sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga keselamatan, tetapi kesadaran masyarakat juga sangat penting,” ujarnya.
Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan lingkungan sekolah. Banyak warga sekitar yang menyayangkan tindakan nekat menerobos palang pintu kereta api. “Ini seharusnya bisa dihindari jika korban lebih sabar dan mematuhi aturan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kepolisian setempat telah memulai penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan ini. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil risiko dengan menerobos palang pintu kereta api, terutama di perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan.












