SERANG, Warga Berita – Tiga orang Calon Legislatif (Caleg) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) asal Kabupaten Serang buka suara Terkait deklarasi dukungannya terhadap Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo-Gibran. Mereka mengaku saat itu merasa dijebak dengan situasi yang terjadi di lokasi.
Caleg Dapil 4 dari PPP, Damami Muhriji mengatakan, dirinya beserta dua caleg lainnya saat itu mendapatkan undangan dari tokoh agama yang juga merupakan gurunya untuk datang ke gedung kebangsaan.
Ia mengira undangan tersebut merupakan undangan pengajian karena melibatkan santri milenial dan tidak mengetahui kalau acara tersebut untuk melakukan deklarasi terhadap Prabowo-Gibran.
“Pertama saya menghargai undangan dari Haji Matin karena beliau adalah guru saya, kiyai. Pada waktu itu diundang, anggap saya ada pengajian ternyata ada deklarasi,” katanya saat melakukan konferensi pers, Rabu 24 Januari 2024.
Ia mengaku sedikit merasa terjebak dengan kondisi yang terjadi di lokasi saat itu. “Ya sedikit merasa dijebak. Kemarin gak menolak karena saya menghargai tuan rumah, agendanya pengajian cuman disisipi deklarasi,” tegasnya
Ia mengaku sebagai kader PPP masih tegak lurus dengan keputusan partai untuk mendukung Ganjar-Mahfud selaku presiden dan wakil presiden RI. ia pun mengaku siap memenangkan PPP di Kabupaten Serang.
“Jadi tetap, saya selaku kader PPP sekarang tegak lurus untuk memenangkan PPP di Kabupaten Serang khususnya di dapil kami. Insya allah saya tetap tegak lurus di PPP dan mendukung Ganjar-Mahfud,” pungkasnya.
Senada dengan Damami, Rokib yang merupakan Caleg PPP di dapil 3 mengaku tidak tahu jika acara tersebut merupakan acara deklarasi untuk dukungan Prabowo-Gibran.
“Kebetulan kami diundang secara dadakan oleh kiai haji matin di gedung kebangsaan. Kita hadir di situ memang beserta relawan kita dari dapil tiga, kebetulan saat itu kita ga tau mau ada deklarasi untuk mengusung 02 Prabowo-Gibran,” jelasnya.
Ia mengaku, kedatangannya ke sana hanya sebatas menghargai undangan dari tokoh agama sekaligus ingin bersilaturahmi dengan beliau.
“Cuman pada saat itu tiba-tiba ada catatan untuk dibacakan. Saya selaku caleg sebenarnya untuk silaturahmi saja, tapi nyatanya disodorkan naskah deklarasi. Sebenarnya dengan terpaksa kira membacakan deklarasi itu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Abdul Rozak
SERANG, Warga Berita – Tiga orang Calon Legislatif (Caleg) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) asal Kabupaten Serang buka suara Terkait deklarasi dukungannya terhadap Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo-Gibran. Mereka mengaku saat itu merasa dijebak dengan situasi yang terjadi di lokasi.
Caleg Dapil 4 dari PPP, Damami Muhriji mengatakan, dirinya beserta dua caleg lainnya saat itu mendapatkan undangan dari tokoh agama yang juga merupakan gurunya untuk datang ke gedung kebangsaan.
Ia mengira undangan tersebut merupakan undangan pengajian karena melibatkan santri milenial dan tidak mengetahui kalau acara tersebut untuk melakukan deklarasi terhadap Prabowo-Gibran.
“Pertama saya menghargai undangan dari Haji Matin karena beliau adalah guru saya, kiyai. Pada waktu itu diundang, anggap saya ada pengajian ternyata ada deklarasi,” katanya saat melakukan konferensi pers, Rabu 24 Januari 2024.
Ia mengaku sedikit merasa terjebak dengan kondisi yang terjadi di lokasi saat itu. “Ya sedikit merasa dijebak. Kemarin gak menolak karena saya menghargai tuan rumah, agendanya pengajian cuman disisipi deklarasi,” tegasnya
Ia mengaku sebagai kader PPP masih tegak lurus dengan keputusan partai untuk mendukung Ganjar-Mahfud selaku presiden dan wakil presiden RI. ia pun mengaku siap memenangkan PPP di Kabupaten Serang.
“Jadi tetap, saya selaku kader PPP sekarang tegak lurus untuk memenangkan PPP di Kabupaten Serang khususnya di dapil kami. Insya allah saya tetap tegak lurus di PPP dan mendukung Ganjar-Mahfud,” pungkasnya.
Senada dengan Damami, Rokib yang merupakan Caleg PPP di dapil 3 mengaku tidak tahu jika acara tersebut merupakan acara deklarasi untuk dukungan Prabowo-Gibran.
“Kebetulan kami diundang secara dadakan oleh kiai haji matin di gedung kebangsaan. Kita hadir di situ memang beserta relawan kita dari dapil tiga, kebetulan saat itu kita ga tau mau ada deklarasi untuk mengusung 02 Prabowo-Gibran,” jelasnya.
Ia mengaku, kedatangannya ke sana hanya sebatas menghargai undangan dari tokoh agama sekaligus ingin bersilaturahmi dengan beliau.
“Cuman pada saat itu tiba-tiba ada catatan untuk dibacakan. Saya selaku caleg sebenarnya untuk silaturahmi saja, tapi nyatanya disodorkan naskah deklarasi. Sebenarnya dengan terpaksa kira membacakan deklarasi itu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Abdul Rozak












