Saluran Tersier Bangunan Pisangan Kanan Dibangun, Begini Respon Petani – Warga Berita

Whatsapp Image 2023 11 20 At 13.36.23.jpeg

TANGERANG,Warga Berita-Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) saat ini tengah membangun saluran tersier Bangunan Pisangan (BPS) 5 Kanan Daerah Irigasi Cisadane Barat Laut.

Dimana pembangunan tersebut bertujuan memperlancar air hingga ke persawahan petani yang berada di hilir.

Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Kabupaten Tangerang H. Sedet mengatakan, para petani yang berada di Desa Rawa Boni, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang sangat terbantu dengan dibangunnya saluran tersier ini.

Pasalnya, pembangunan ini menjadikan air mengalir secara lancar dari hulu ke hilir. Dimana, para sawah petani yang ada di Desa rawa Boni dan Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji bisa teraliri dengan baik.

“Kalaupun saat ini terdapat pengerjaan pembangunan saluran, namun sawah petani tidak kesulitan air,” ungkapnya, Senin 20 November 2023.

Menurutnya, pihak juru pengairan selalu menjaga debit air dan selalu mengontrol aliran air, meski pun terdapat pekerjaan pembangunan saluran tersier.

“Pihak juru pengairan selalu membuka pintu air saat malam hari, karena pekerjaan pembangunan saluran tersebut sedang tidak ada aktivitas,” ucapnya.

Selain itu kata H.Sedet, pihak petani yang ada di Desa Rawa Boni dan Desa Laksana saat ini tidak ada yang mengeluh kesulitan akan air pada sawahnya. Bahkan kata dia, terlihat sawah para petani yang ada di sini cukup hijau dan subur.

“Coba tuh pak liat sawah para petani, hijau kan, dan mulai keluar padinya,” ucapnya.

Sedet berharap, agar pembangunan saluran tersier ini bisa berjalan lancar, dan bisa bermanfaat bagi para petani.

“Karena kalau udah diperbaiki seperti ini, insyaallah air akan mengalir lancar ke sawah-sawah petani yang ada di Rawa Boni dan sekitarnya.

Sementara itu, Penjaga Pintu Air (PPA) Angga menambahkan, pihaknya selalu mengontrol debit air yang mengalir pada saluran tersier yang ada di Desa Rawa Boni tersebut

Apalagi dalam situasi terdapat pekerjaan pembangunan saluran, dimana dirinya selalu mengontrol pintu-pintu air yang ada di sepanjang wilayah tugasnya.

“Saya membuka pintu air saat sore, malam hari hingga pagi hari. Sebab waktu itulah yang tepat jika ada pekerjaan pembangunan saluran seperti ini,” katanya.

Angga menambahkan, jika pembukaan pintu air saat malam hari menjadikan debit air kembali normal dan bisa mengalir ke sawah-sawah petani.

“Jadi debit air normal pak, karena pintu saya buka saat malam hari, karena itu solusi ketika ada pekerjaan pembangunan saluran, dan sawah para bisa kebagian air,” tukasnya. (*)

Reporter: Mulyadi
Editor: Agung S Pambudi

By admin

Leave a Reply