CILEGON,Warga Berita – Seorang remaja berinisial RA kehilangan tangan kanan nya setelah ditebas oleh geng motor.
Pergelangan tangan remaja berusia 23 tahun itu terpaksa diamputasi setelah dibacok hingga hampir putus menggunakan garaga.
Satu orang pelaku telah diamankan Polres Cilegon setelah kabur ke beberapa tempat selama beberapa hari.
Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Syamsul Bahri menjelaskan, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada 7 Januari 2024 lalu.
Saat itu, sekira pukul 02.00 Wib, korban berssma temannya sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Raya Pasar Kelapa, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon.
Kemudian, korban berpapasan dengan para pelaku yang merupakan anggota geng Areka dan Astaga.
Pelaku dan kelompoknya sudah memegang senjata tajam berupa cerulit, garaga, samurai, dan corbek.
Pelaku dengan inisial ADP dibonceng oleh temannya berinisial OT memegang garaga.
Melihat korban, pelaku langsung membacok korban sebanyak dua kali di bagiang punggung.
“Merasa mendapatkan serangan korban berusaha untuk melawan, namun pelaku kembali mengayunkan senjata tajam yang kemudian mengenai pergelangan tangan kanan korban,” ujar Syamsul, Kamis 25 Januari 2024.
Kencangnya tebasan membuat tanhan korban hampir putus. Kemudian, para pelaku melarikan diri ke arah Jalan Lingkar Selatan (JLS).
Selanjutnya, senjata senjata yang dibawa oleh geng tersebut dikumpulkan ke satu orang berinisial KV.
Pelaku dan empat orang temannya kabur ke arah Anyer, kemudian pindah ke daerah Petir, Kabupaten Serang.
Selanjutnya, pelaku kabur ke Bogor, Jawa Barat. Di sana pelaku menginap selama enam hari.
Pelarian pelaku ADP kemudian berlanjut ke Labuan, Kabupaten Pandeglang. Di sana ADP menginap di rumah neneknya.
Mendapatkan informasi itu, pihak kepolisian melakukan pengejaran dan mengamankan pelaku.
“Empat pelaku lainnya masih dalam pengejaran, surat DPO telah dikeluarkan,” papar Syamsul.
Sementara itu, ADP mengaku motif pembacokan itu hanya persaingan antar geng motor.
Ia sendiri mengaku tidak terlalu mengenal korban, hanya saja korban adalah anggot geng motor CUS.
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Aditya
CILEGON,Warga Berita – Seorang remaja berinisial RA kehilangan tangan kanan nya setelah ditebas oleh geng motor.
Pergelangan tangan remaja berusia 23 tahun itu terpaksa diamputasi setelah dibacok hingga hampir putus menggunakan garaga.
Satu orang pelaku telah diamankan Polres Cilegon setelah kabur ke beberapa tempat selama beberapa hari.
Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Syamsul Bahri menjelaskan, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada 7 Januari 2024 lalu.
Saat itu, sekira pukul 02.00 Wib, korban berssma temannya sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Raya Pasar Kelapa, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon.
Kemudian, korban berpapasan dengan para pelaku yang merupakan anggota geng Areka dan Astaga.
Pelaku dan kelompoknya sudah memegang senjata tajam berupa cerulit, garaga, samurai, dan corbek.
Pelaku dengan inisial ADP dibonceng oleh temannya berinisial OT memegang garaga.
Melihat korban, pelaku langsung membacok korban sebanyak dua kali di bagiang punggung.
“Merasa mendapatkan serangan korban berusaha untuk melawan, namun pelaku kembali mengayunkan senjata tajam yang kemudian mengenai pergelangan tangan kanan korban,” ujar Syamsul, Kamis 25 Januari 2024.
Kencangnya tebasan membuat tanhan korban hampir putus. Kemudian, para pelaku melarikan diri ke arah Jalan Lingkar Selatan (JLS).
Selanjutnya, senjata senjata yang dibawa oleh geng tersebut dikumpulkan ke satu orang berinisial KV.
Pelaku dan empat orang temannya kabur ke arah Anyer, kemudian pindah ke daerah Petir, Kabupaten Serang.
Selanjutnya, pelaku kabur ke Bogor, Jawa Barat. Di sana pelaku menginap selama enam hari.
Pelarian pelaku ADP kemudian berlanjut ke Labuan, Kabupaten Pandeglang. Di sana ADP menginap di rumah neneknya.
Mendapatkan informasi itu, pihak kepolisian melakukan pengejaran dan mengamankan pelaku.
“Empat pelaku lainnya masih dalam pengejaran, surat DPO telah dikeluarkan,” papar Syamsul.
Sementara itu, ADP mengaku motif pembacokan itu hanya persaingan antar geng motor.
Ia sendiri mengaku tidak terlalu mengenal korban, hanya saja korban adalah anggot geng motor CUS.
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Aditya












