WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Prosesi Selamatan Awali Pengerjaan Jalan Tol Yogya-Solo di Dusun Karang Bajang, Sleman » Warga Berita

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
4 Maret 2024
Reading Time: 3 mins read
0
Prosesi Selamatan Awali Pengerjaan Jalan Tol Yogya-Solo di Dusun Karang Bajang, Sleman » Warga Berita

Prosesi selamatan untuk mengawali proyek tol Solo-Yogya
Prosesi penanaman uborampe dalam prosesi Selamatan atau Sugengan untuk memohon kelancaran dan keselamatan pembangunan jalan tol Jogja-Solo Paket 2.2 di Dusun Karang Bajang Tlogoadi, Mlati, Sleman, Sabtu (2/3/2024) | tribunnews

SLEMAN,WargaBerita – Prosesi selamatan atau sugengan yang  dipimpin oleh Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KMT Cermo Wicoro, dilakukan untuk mengawali kegiatan pembukaan lahan jalan tol Jogja-Solo paket 2.2 di Dusun Karang Bajang, Tlogoadi, Mlati, Sleman, Sabtu (2/4/2024).

Kegiatan yang dihadiri oleh masyarakat Dusun Karang Bajang itu dilakukan untuk memohon kelancaran dalam pembangunan jalan tol hingga nantinya bisa digunakan.

Ada beberapa uborampe yang disiapkan dalam prosesi tersebut. Ada uborampe yang ditanam, yaitu kayu atau mustikaning kayu meliputi kayu Walikukun, Mojo, Dadap, Awar-awar, Jarak, rumput alang-alang yang diikat dengan lawe wenang.

Uborampe yang ditanam itu bertujuan untuk memohon izin kepada leluhur yang lenggah (menaungi) Dusun Karang Bajang, sebelum memulai proses pembangunan jalan tol.

“Harapannya semoga tanah yang akan dibangun ini terhindar dari petir, badai. Apabila ada sesuatu yang tidak baik, bisa lebur, hilang, tidak ada di tempat ini. Sehingga proses pembangunan jalan tol paket 2.2 berjalan lancar sampai tol ini digunakan,” katanya.

Sementara uborampe yang tidak ditanam seperti, pisang sanggan, nasi gurih, tumpeng among-among, dan jajan pasar persembahan untuk Tuhan, yang nantinya boleh dikonsumsi masyarakat.

Ada pula uborampe berupa ayam hidup sebagai pangurip-urip.

“Saham ayam seperti mau terbang, istilah Jawanya ngablak, itu menghilangkan sesuatu penyakit yang tidak baik agar hilang dari tempat ini. Cakar untuk ceceker, mencari rezeki. Sedangkan cucuknya, itu memakan rejeki yang jadi haknya. Harapannya PT Adhi Karya dan Dusun Karang Bajang ini diberikan kemudahan dari sandang, pangan, rezeki setelah dijauhkan dari mara bahaya dan penyakit,” tetangnya.

Lokasi Sugengan tersebut dipilih karena disakralkan oleh masyarakat sekitar atau dianggap wingit.

Melalui Sugengan ini diharapkan leluhur yang ada di Dusun Karang Bajang tidak ‘mengganggu’ dalam proses pembangunan jalan tol.

Lurah Tlogoadi, Sutarja menerangkan Dusun Karang Bajang merupakan kampung adat, sehingga selain dari Abdi Dalem, ketua adat Karang Bajang turut memandu proses Sugengan.

“Ini suatu bentuk ritual, meminta keselamatan dalam mengerjakan proyek strategis nasional. Agar semua berjalan dengan baik, warga dan pekerja diberikan keselamatan. Memang di sini ada adat, sehingga saling menghormati,” terangnya.

“Di sini ada mitos, di sebelah sana ada jurang, kemudian di sisi yang lain ada sumber mata air dari umbul. Mata air ini memberikan suatu keberkahan, keselamatan, kesejahteraan bagi warga,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Humas PT Adhi Karya Paket 2.2, Agung Murhandjanto mengungkapkan Sugengan ini merupakan kearifan lokal.

Pembangunan jalan tol Jogja-Solo paket 2.2 nantinya akan melewati Sungai Bedog. Sehingga Sugengan ini bertujuan untuk memohon kelancaran.

“Kami dari pemrakarsa mendatangkan Abdi Dalem untuk melakukan Sugengan. Tidak hanya di Karang Bajang saja, kemarin di Kalasan, besok di Nglarang juga ada Sugengan. Ini kearifan lokal untuk memohon kelancaran dan kesuksesan,” ungkapnya.

Ia menyebut progres konstruksi paket 2.2 sudah mencapai 27 persen. Untuk wilayah Tlogoadi dan Tirtoadi sudah menyambung meskipun belum 100 persen.

“Setelah Sugengan, nanti akan segera clearing secara bertahap, pembangunan mulai dari Nglarang. Kemarin kan sempat ada kendala yang belum dibebaskan, di Tlogoadi ada dua rumah yang hak tanggungan, sertifikatnya dipinjamkan ke bank. Tetapi secara administratif sudah selesai.  Target konstruksi selesai Desember 2024,” pungkasnya.  

www.tribunnews.com

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com


https://www.youtube.com/watch?v=videoseries

RELATED POSTS

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

Prosesi selamatan untuk mengawali proyek tol Solo-Yogya
Prosesi penanaman uborampe dalam prosesi Selamatan atau Sugengan untuk memohon kelancaran dan keselamatan pembangunan jalan tol Jogja-Solo Paket 2.2 di Dusun Karang Bajang Tlogoadi, Mlati, Sleman, Sabtu (2/3/2024) | tribunnews

SLEMAN,WargaBerita – Prosesi selamatan atau sugengan yang  dipimpin oleh Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KMT Cermo Wicoro, dilakukan untuk mengawali kegiatan pembukaan lahan jalan tol Jogja-Solo paket 2.2 di Dusun Karang Bajang, Tlogoadi, Mlati, Sleman, Sabtu (2/4/2024).

Kegiatan yang dihadiri oleh masyarakat Dusun Karang Bajang itu dilakukan untuk memohon kelancaran dalam pembangunan jalan tol hingga nantinya bisa digunakan.

Ada beberapa uborampe yang disiapkan dalam prosesi tersebut. Ada uborampe yang ditanam, yaitu kayu atau mustikaning kayu meliputi kayu Walikukun, Mojo, Dadap, Awar-awar, Jarak, rumput alang-alang yang diikat dengan lawe wenang.

Uborampe yang ditanam itu bertujuan untuk memohon izin kepada leluhur yang lenggah (menaungi) Dusun Karang Bajang, sebelum memulai proses pembangunan jalan tol.

“Harapannya semoga tanah yang akan dibangun ini terhindar dari petir, badai. Apabila ada sesuatu yang tidak baik, bisa lebur, hilang, tidak ada di tempat ini. Sehingga proses pembangunan jalan tol paket 2.2 berjalan lancar sampai tol ini digunakan,” katanya.

Sementara uborampe yang tidak ditanam seperti, pisang sanggan, nasi gurih, tumpeng among-among, dan jajan pasar persembahan untuk Tuhan, yang nantinya boleh dikonsumsi masyarakat.

Ada pula uborampe berupa ayam hidup sebagai pangurip-urip.

“Saham ayam seperti mau terbang, istilah Jawanya ngablak, itu menghilangkan sesuatu penyakit yang tidak baik agar hilang dari tempat ini. Cakar untuk ceceker, mencari rezeki. Sedangkan cucuknya, itu memakan rejeki yang jadi haknya. Harapannya PT Adhi Karya dan Dusun Karang Bajang ini diberikan kemudahan dari sandang, pangan, rezeki setelah dijauhkan dari mara bahaya dan penyakit,” tetangnya.

Lokasi Sugengan tersebut dipilih karena disakralkan oleh masyarakat sekitar atau dianggap wingit.

Melalui Sugengan ini diharapkan leluhur yang ada di Dusun Karang Bajang tidak ‘mengganggu’ dalam proses pembangunan jalan tol.

Lurah Tlogoadi, Sutarja menerangkan Dusun Karang Bajang merupakan kampung adat, sehingga selain dari Abdi Dalem, ketua adat Karang Bajang turut memandu proses Sugengan.

“Ini suatu bentuk ritual, meminta keselamatan dalam mengerjakan proyek strategis nasional. Agar semua berjalan dengan baik, warga dan pekerja diberikan keselamatan. Memang di sini ada adat, sehingga saling menghormati,” terangnya.

“Di sini ada mitos, di sebelah sana ada jurang, kemudian di sisi yang lain ada sumber mata air dari umbul. Mata air ini memberikan suatu keberkahan, keselamatan, kesejahteraan bagi warga,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Humas PT Adhi Karya Paket 2.2, Agung Murhandjanto mengungkapkan Sugengan ini merupakan kearifan lokal.

Pembangunan jalan tol Jogja-Solo paket 2.2 nantinya akan melewati Sungai Bedog. Sehingga Sugengan ini bertujuan untuk memohon kelancaran.

“Kami dari pemrakarsa mendatangkan Abdi Dalem untuk melakukan Sugengan. Tidak hanya di Karang Bajang saja, kemarin di Kalasan, besok di Nglarang juga ada Sugengan. Ini kearifan lokal untuk memohon kelancaran dan kesuksesan,” ungkapnya.

Ia menyebut progres konstruksi paket 2.2 sudah mencapai 27 persen. Untuk wilayah Tlogoadi dan Tirtoadi sudah menyambung meskipun belum 100 persen.

“Setelah Sugengan, nanti akan segera clearing secara bertahap, pembangunan mulai dari Nglarang. Kemarin kan sempat ada kendala yang belum dibebaskan, di Tlogoadi ada dua rumah yang hak tanggungan, sertifikatnya dipinjamkan ke bank. Tetapi secara administratif sudah selesai.  Target konstruksi selesai Desember 2024,” pungkasnya.  

www.tribunnews.com

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com


https://www.youtube.com/watch?v=videoseries

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial
Nasional

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

14 Oktober 2025
Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal
Nasional

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

9 Oktober 2025
Menteri Bahlil Tegaskan Tidak Ada Pemangkasan Subsidi LPG 3 kg
Nasional

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

9 Oktober 2025
Mohammad Saleh
Nasional

Ditanya soal perpres sampah menjadi listrik, Wakil Ketua DPRD Jateng menjawab itukan mirip tesis S2 saya di Undip

9 Oktober 2025
Wihaji
Nasional

Wihaji Siapkan 15 Ribu Orang Tua Asuh Prioritas Penanganan Kesehatan Balita

25 Agustus 2025
bahlil
Nasional

Bahlil Dorong Optimalisasi Tambang untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

25 Agustus 2025
Next Post
PD IPM Kabupaten Magelang Melangsungkan KONPIDA Pra MUSYDA XIX

PD IPM Kabupaten Magelang Melangsungkan KONPIDA Pra MUSYDA XIX

Fahri Hamzah 1.jpg

Fahri Hamzah Anggap Ambang Batas Perlu Dihapus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah

Kisah Orang Tua Pengantar: Rela Tidak Kerja dan Tempuh Perjalanan Jauh Demi Dampingi Anak Tes UTBK

17 Mei 2024
Refly Harun  Yakin Adanya Intervensi terhadap MK Sejak Awal Persidangan » Warga Berita

Refly Harun  Yakin Adanya Intervensi terhadap MK Sejak Awal Persidangan » Warga Berita

21 April 2024
PBNU Klaim Isu Kecurangan Selalu Muncul dalam Pemilihan Pemimpin

PBNU Klaim Isu Kecurangan Selalu Muncul dalam Pemilihan Pemimpin

11 Februari 2024

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In