SERANG, Warga Berita – Produksi beras di Banten tahun ini diprediksi mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Pada Januari sampai April 2023 lalu sebesar 464,57 ribu ton. Sedangkan pada Januari sampai April tahun ini diprediksi hanya sebesar 267,75 ribu ton atau mengalami penurunan 196,82 ribu ton atau 42,37 persen.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten Faizal Anwar saat membacakan berita resmi statistik terkait luas panen dan produksi padi di Provinsi Banten tahun 2023 secara virtual, Jumat, 1 Maret 2024.
Faizal mengatakan, pengaruh El Nino menyebabkan kekeringan di sebagian besar wilayah Provinsi Banten. Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori panjang, sangat panjang, dan ekstrem panjang dengan HTP lebih dari 60 hari terpantau di wilayah Banten.
Faizal mengatakan, ada dampak kekeringan yang menyebabkan berkurangnya luas panen di hampir seluruh wilayah kabupaten/kota. Akibatnya, pada Januari sampai Desember 2023, produksi padi mengalami penurunan sebesar 5,71 persen dibanding 2022. “Produksi beras Januari sampai April 2024 diperkirakan mengalami penurunan sebesar 42,37 persen,” ujarnya.
Turunnya produksi padi tahun lalu dipengaruhi luas panen padi yang juga mengalami penurunan sebesar 7,72 persen dibanding tahun 2022. Sementara itu, potensi luas panen Januari sampai April tahun ini juga diperkirakan mencapai sekitar 88,60 ribu hektar atau mengalami penurunan sebesar 38,48 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Editor : Merwanda
SERANG, Warga Berita – Produksi beras di Banten tahun ini diprediksi mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Pada Januari sampai April 2023 lalu sebesar 464,57 ribu ton. Sedangkan pada Januari sampai April tahun ini diprediksi hanya sebesar 267,75 ribu ton atau mengalami penurunan 196,82 ribu ton atau 42,37 persen.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten Faizal Anwar saat membacakan berita resmi statistik terkait luas panen dan produksi padi di Provinsi Banten tahun 2023 secara virtual, Jumat, 1 Maret 2024.
Faizal mengatakan, pengaruh El Nino menyebabkan kekeringan di sebagian besar wilayah Provinsi Banten. Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori panjang, sangat panjang, dan ekstrem panjang dengan HTP lebih dari 60 hari terpantau di wilayah Banten.
Faizal mengatakan, ada dampak kekeringan yang menyebabkan berkurangnya luas panen di hampir seluruh wilayah kabupaten/kota. Akibatnya, pada Januari sampai Desember 2023, produksi padi mengalami penurunan sebesar 5,71 persen dibanding 2022. “Produksi beras Januari sampai April 2024 diperkirakan mengalami penurunan sebesar 42,37 persen,” ujarnya.
Turunnya produksi padi tahun lalu dipengaruhi luas panen padi yang juga mengalami penurunan sebesar 7,72 persen dibanding tahun 2022. Sementara itu, potensi luas panen Januari sampai April tahun ini juga diperkirakan mencapai sekitar 88,60 ribu hektar atau mengalami penurunan sebesar 38,48 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Editor : Merwanda












