WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Presiden Jokowi Tak Serius Berantas Korupsi, Malah Sibuk Berpolitik » Warga Berita

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
31 Januari 2024
Reading Time: 4 mins read
0
Desak Jokowi Cabut Pernyataan Presiden Boleh Kampanye dan Memihak, Ini 6 Sikap PP Muhammadiyah » Warga Berita

RELATED POSTS

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

Presiden Joko Widodo (Tengah) didampingi Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Kiri) saat Tinjau Perbaikan Jalan Raya Solo Purwodadi wilayah Sumberlawang Sragen, Selasa (22/1/2024) Foto Huri Yanto
Presiden Joko Widodo (Tengah) didampingi Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Kiri) saat Tinjau Perbaikan Jalan Raya Solo Purwodadi wilayah Sumberlawang Sragen, Selasa (22/1/2024) Foto Huri Yanto

JAKARTA, WargaBerita – Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia di tahun 2023 yang dikeluarkan oleh Transparency International Indonesia itu, membuat negara yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini hanya memperoleh skor 34.

Dengan demikian, peringkat Indonesia dalam hal Indeks Persepsi Korupsi merosot dari 110 pada 2022, menjadi 115 dari 180 negara pada tahun ini.

Dalam pandangan Indonesia Corruption Watch (ICW), ada tujuh faktor yang menyebabkan Indeks Persepsi Korupsi Indonesia mentok di angkat 34.

Dalam rilisnya yang berjudul “Omon-Omon Pemberantasan Korupsi Jokowi” pada Selasa (30/1/2024), ICW menyebut skor IPK itu menunjukkan stagnasi di masa jabatan Presiden Jokowi.

“Jika ditarik ke belakang, skor IPK Indonesia saat ini sama dengan saat pertama kali Presiden Jokowi menjabat sebagai Presiden pada tahun 2014,” kata ICW dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/1/2024).

ICW menegaskan data itu menunjukkan bahwa Jokowi tidak memiliki kontribusi dalam agenda pemberantasan korupsi. Terlebih, dia menjabat selama 9 tahun tapi cenderung membawa kemunduran yang signifikan.

ICW mengungkapkan tujuh faktor IPK Indonesia mengalami penurunan, yaitu:

Pertama, sebagai kepala negara Jokowi terlalu sibuk “cawe-cawe” dalam urusan politik daripada membenahi hukum.

Beberapa aturan seperti RUU Perampasan Aset, RUU Pembatasan Transaksi Uang Kartal hingga Revisi UU Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) tidak segera dikerjakan.

Kedua, Jokowi dianggap lepas tanggung jawab terhadap situasi KPK saat ini. Sesuai dengan Pasal 33 UU KPK, presiden seharusnya dapat mengambil tindakan atas peristiwa yang terjadi di KPK, atau saat menjumpai tata kelola kelembagaan yang buruk.

“Akibatnya, kinerja KPK menurun, bahkan kepercayaan masyarakat merosot tajam belakangan waktu terakhir,” kata ICW.

Ketiga, beberapa proyek legislasi yang dilakukan presiden bersama DPR dianggap mendegradasi pemaknaan korupsi sebagai kejahatan luar biasa. Hal itu membuat para terpidana korupsi lebih cepat menjalani masa pemidanaannya.

Keempat, ICW melihat jika komitmen aparat penegak hukum semakin rendah dalam memberantas korupsi. Di penghujung tahun 2023, Ketua KPK Firli Bahuri ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi oleh Polda Metro Jaya.

Kelima, lembaga kekuasaan kehakiman masih belum berorientasi pada pemberian efek jera saat menjatuhkan hukuman terhadap pelaku korupsi.

ICW menyebut ada beberapa putusan Mahkamah Agung yang janggal di tahun 2023. Seperti mantan Hakim Agung, Gazalba Saleh yang divonis bebas pada tingkat kasasi.

Keenam, munculnya praktik lancung seperti konflik kepentingan pejabat publik. Jokowi dianggap mengambil kebijakan yang memungkinkan menteri-menterinya turut serta pada Pemilu 2024 tanpa harus mengundurkan diri.

Ia juga mengeluarkan statement bahwa presiden dan menteri boleh berkampanye dan berpihak dalam kontestasi elektoral. Begitu juga lembaga-lembaga yang berada dalam naungannya.

Ketujuh, gelombang korupsi di sektor politik kian massif belakangan waktu terakhir. Sebagai contoh, di lingkaran terdekat kabinet Jokowi saja, sudah ada 6 menteri dan 1 wakil menteri tersandung kasus korupsi.

Tujuh anggota kabinet Jokowi yang mengalami kasus korupsi itu adalah Juliari P Batubara (Menteri Sosial), Edhy Prabowo (Menteri Kelautan dan Perikanan), Imam Nahrawi (Menteri Pemuda dan Olahraga), Idrus Marham (Menteri Sosial), Johnny G Plate (Menteri Komunikasi dan Informatika), Syahrul Yasin Limpo (Menteri Pertanian), dan Eddy Hiariej (Wakil Menteri Hukum dan HAM). Jumlah ini terbilang paling banyak jika dibandingkan dengan rezim pemerintahan sebelumnya.

www.tempo.co

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com


https://www.youtube.com/watch?v=videoseries

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial
Nasional

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

14 Oktober 2025
Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal
Nasional

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

9 Oktober 2025
Menteri Bahlil Tegaskan Tidak Ada Pemangkasan Subsidi LPG 3 kg
Nasional

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

9 Oktober 2025
Mohammad Saleh
Nasional

Ditanya soal perpres sampah menjadi listrik, Wakil Ketua DPRD Jateng menjawab itukan mirip tesis S2 saya di Undip

9 Oktober 2025
Wihaji
Nasional

Wihaji Siapkan 15 Ribu Orang Tua Asuh Prioritas Penanganan Kesehatan Balita

25 Agustus 2025
bahlil
Nasional

Bahlil Dorong Optimalisasi Tambang untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

25 Agustus 2025
Next Post
Bank Jateng bagikan dividen Rp1,09 triliun

Bank Jateng bagikan dividen Rp1,09 triliun

Presiden Jokowi hargai keputusan Mahfud Md

Presiden Jokowi hargai keputusan Mahfud Md

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
Tina Wiryawati Minta Pembangunan Pariwisata di Jawa Barat Tidak Mengganggu Kawasan Konservasi – Warga Berita

Tina Wiryawati Minta Pembangunan Pariwisata di Jawa Barat Tidak Mengganggu Kawasan Konservasi – Warga Berita

18 Maret 2024
Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, KSE UNS Gelar Gerakan Pungut Sampah – Universitas Sebelas Maret

Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, KSE UNS Gelar Gerakan Pungut Sampah – Universitas Sebelas Maret

5 Maret 2024
Penyebab Mahfud Md batal kampanye di NTB

Penyebab Mahfud Md batal kampanye di NTB

25 Desember 2023

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In