Perseteruan antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Pengurus Besar Nahdatul Ulama semakin memanas. Beberapa kader PKB akan segera mengadakan muktamar PKB tandingan yang dijadwalkan berlangsung pada 2-3 September 2024 di Jakarta.
Langkah ini merupakan reaksi atas hasil Muktamar PKB 2024 yang baru saja selesai digelar di Bali Nusa Dua Convention Center, di mana Muhaimin Iskandar kembali terpilih sebagai Ketua Umum.
Abdul Malik Haramain, yang bertindak sebagai sekretaris dalam forum persiapan muktamar tandingan ini, mengungkapkan bahwa ada sebanyak 168 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan puluhan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB yang mendukung inisiatif ini.
Mereka menyatakan bahwa kongres tertinggi partai seharusnya mendapat dukungan penuh dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang menurut mereka tidak terwujud dalam Muktamar PKB 2024 di Bali.
“Kekuasaan Pak Muhaimin Iskandar itu memunculkan pengambilan keputusan partai yang selalu tertutup, tidak melibatkan banyak orang terutama para kiai dan ulama sampai ke tingkat paling bawah,” ungkap Malik dalam pernyataannya di Kabupaten Badung, Minggu dini hari.
Dalam muktamar tandingan tersebut, nama-nama besar dari kalangan Nahdlatul Ulama seperti Khofifah Indar Parawansa, Mahfud Md, dan Yenny Wahid disebut-sebut akan diundang. Mereka dipandang sebagai tokoh senior NU yang penting untuk dilibatkan dalam forum ini, mengingat peran kiai dan ulama yang diyakini tidak dapat dipisahkan dari PKB.












