Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Wihaji secara resmi meluncurkan program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam membangun sistem pengasuhan anak usia dini berbasis komunitas dan lingkungan kerja di Indonesia.
TAMASYA: Jawaban untuk Orang Tua Bekerja
Program ini dirancang khusus untuk anak usia 0 hingga 72 bulan di lingkungan kerja, memastikan mereka mendapat stimulasi dan pengasuhan memadai selama orang tua bekerja. Wihaji menegaskan:
“Kita ingin membuktikan produktivitas kerja bisa beriringan dengan pemenuhan hak anak. TAMASYA adalah wujud konkret semangat itu.”
Kolaborasi enam kementerian ini bertujuan menciptakan ekosistem pengasuhan inklusif yang adaptif dengan kebutuhan masyarakat modern.
Kutai Timur Jadi Daerah Percontohan
Peluncuran di kawasan PT Dharma Satya Nusantara (DSN) dihadiri Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan Ketua TP PKK Kutim Siti Robian, yang dikukuhkan sebagai Duta Nasional TAMASYA oleh Wihaji. Ardiansyah menyatakan komitmennya:
“Kutim siap jadi role model sistem pengasuhan anak di lingkungan kerja. Kehadiran Pak Menteri penyemangat baru bagi kami.”
Peluncuran Hybrid: Sinergi Nasional
Acara dilaksanakan secara hybrid dan diikuti daring oleh perwakilan dari Sumatera Selatan, Manado, Bali, Boyolali, hingga Nusa Tenggara Timur. Ini menegaskan bahwa penguatan pengasuhan anak adalah isu lintas daerah yang butuh sinergi nasional.
Manfaat Strategis Program
TAMASYA menawarkan solusi nyata bagi pekerja, khususnya ibu:
-
Pengasuhan terstandar selama jam kerja.
-
Stimulasi tumbuh kembang anak oleh tenaga profesional.
-
Pengurangan beban ekonomi dengan layanan berbasis komunitas.
-
Peningkatan produktivitas kerja orang tua.
Dampak Jangka Panjang
Kehadiran Wihaji di Muara Wahau menandai Kutai Timur sebagai daerah pelopor TAMASYA. Program ini diharapkan menginspirasi perusahaan dan pemerintah daerah lain membangun lingkungan kerja ramah keluarga.
“Ini bukti negara hadir memastikan masa depan anak Indonesia tidak terabaikan meski orang tua bekerja,” tegas Wihaji.












