Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, melaporkan adanya respons positif dari orang tua siswa terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan untuk meningkatkan kecerdasan dan kesehatan anak-anak usia dini.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Zaenul Hakim mengungkapkan bahwa meskipun program ini baru diterapkan di satu sekolah, yakni Taman Kanak-Kanak Sudirman 1 Pekalongan, namun manfaatnya sudah terlihat jelas untuk perkembangan siswa.
“Melalui program ini, anak-anak akan lebih sehat, lebih cerdas, dan bisa lebih memahami makanan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh mereka,” ujar Zaenul dalam keterangannya pada Rabu (19/2/2025).
Program MBG ini dilaksanakan setiap hari Senin hingga Jumat pada pukul 09.00 WIB. Para siswa PAUD diberikan kesempatan untuk makan bersama di sekolah, sekaligus membiasakan mereka dengan pola konsumsi makanan sehat sejak usia dini.
Sherly Imanda Hidayah, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Non-Formal yang mendampingi Zaenul, menjelaskan bahwa sebelumnya program ini telah melalui tahap uji coba yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Namun demikian, pihaknya masih menghadapi beberapa tantangan dalam implementasi program ini.
“Diketahui masih ada anak-anak yang sudah terbiasa dengan makanan manis dan jajanan tidak sehat sehingga saat MBG mulai dibagikan, tidak sedikit orang tua yang tetap membawakan jajanan dari rumah,” jelas Zaenul.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menunjukkan perlunya komunikasi yang lebih intens antara pihak sekolah dan orang tua mengenai pentingnya makanan sehat bagi anak-anak. Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat banyak orang tua yang belum sepenuhnya memahami tujuan program MBG.
“Saat pembagian MBG, masih ada orang tua juga yang belum memahami program ini sehingga anak-anak masih membawa jajanan tidak sehat. Oleh karena itu, diperlukan komunikasi yang lebih intens antara pihak sekolah dan orang tua untuk mengenalkan menu sehat kepada anak-anak,” tambahnya.
Dinas Pendidikan Kota Pekalongan berencana mengevaluasi pelaksanaan program ini secara berkala dan berharap program MBG dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain di wilayah Pekalongan dalam waktu dekat.












