Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi kebahagiaan dan kemandirian dalam perayaan Idul Fitri 1446 H. Hal ini disampaikannya saat acara open house atau gelar griya di rumah dinas Kemendukbangga/BKKBN, Senin (31/3/2025).
Keluarga sebagai Pondasi Kebahagiaan
Dalam sambutannya, Menteri Wihaji menyatakan bahwa keluarga adalah tempat pertama dan utama untuk berbagi kebahagiaan, suka, maupun duka.
“Dengan Idul Fitri ini (harapannya) kembali ke keluarga yang semakin baik, semakin tenteram, semakin bahagia, semakin mandiri,” ungkap Menteri Wihaji.
Ia juga mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk terus memperkuat ikatan dan semangat kebersamaan, terutama di momen kemenangan setelah sebulan berpuasa.
Transformasi BKKBN Menjadi Kemendukbangga
Menteri Wihaji turut menyoroti transformasi BKKBN menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga). Ia menegaskan bahwa perubahan ini bukan berarti meninggalkan program lama yang sudah baik, melainkan untuk menyempurnakan dan memperkuat layanan bagi masyarakat.
“Seperti kementerian ini, kementerian baru tetapi bukan berarti meninggalkan yang lama yang sudah baik. Tetap melanjutkan dan menyempurnakan yang baik, yang belum baik kita perbaiki dan kita kerjakan, termasuk program-program yang nanti akan kita kerjakan. Agar membawa kebermanfaatan untuk masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Silaturahmi dengan Presiden dan Keluarga Besar BKKBN
Sebelum acara open house, Menteri Wihaji melaksanakan Salat Idul Fitri di Masjid Ainul Hikmah, Jakarta. Kemudian, bersama Wakil Menteri Kemendukbangga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos, ia melanjutkan silaturahmi dengan Presiden dan Wakil Presiden RI beserta Kabinet Merah Putih di Istana Negara.
Kehangatan Idul Fitri juga terasa di kediaman dinas Menteri Wihaji, di mana keluarga besar Kemendukbangga/BKKBN dan warga sekitar berkumpul untuk bersilaturahmi.
Harapan untuk Keluarga Indonesia yang Lebih Mandiri dan Tenteram
Pada kesempatan ini, Menteri Wihaji berharap agar keluarga besar Kemendukbangga/BKKBN dan seluruh keluarga di Indonesia dapat semakin mandiri, bahagia, dan tenteram sesuai dengan perspektif pembangunan keluarga.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap keluarga di Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk tumbuh dan berkembang, baik secara ekonomi maupun sosial,” ujarnya.
Program Prioritas Kemendukbangga/BKKBN
Sebagai bagian dari komitmennya, Menteri Wihaji menyebutkan beberapa program prioritas yang akan dijalankan, antara lain:
- Peningkatan literasi keluarga tentang kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga.
- Penguatan ekonomi keluarga melalui pelatihan kewirausahaan.
- Pencegahan stunting dengan pendekatan berbasis keluarga.
Program-program ini diharapkan dapat mendorong terciptanya keluarga Indonesia yang lebih sejahtera dan berdaya saing.












