Tim mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) berhasil mengembangkan inovasi teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk segmentasi otomatis pembuluh darah vena dan arteri pada otak. Penelitian ini menggunakan framework MONAI yang dikombinasikan dengan Re-Net untuk meningkatkan akurasi deteksi dan mengurangi ketergantungan pada segmentasi manual.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan di Shinta 2 Journal of Electronics, Electromedical Engineering, and Medical Informatics pada Desember 2024, dan tim peneliti sedang mempersiapkan publikasi untuk jurnal Q3.
Proyek inovasi ini melibatkan kolaborasi lintas institusi, dengan bimbingan dari Menik Dwi Kurniatie, S.Si., M.Biotech dari Program Biomedis FT Udinus dan dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes dari Fakultas Kedokteran Udinus. Tim mahasiswa terdiri dari Reica Diva Jacinda dan Nebrisca Patriana Yossy, serta melibatkan peneliti dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Talitha Asmaria.
Reica, selaku ketua tim penelitian, menjelaskan bahwa model yang dikembangkan dapat membantu diagnosis penyakit cerebrovaskular seperti stroke, aneurisma, dan malformasi arteriovenosa. Teknologi MONAI yang digunakan mampu melakukan proses segmentasi secara otomatis dalam waktu kurang dari satu menit.
“Ini tentu sangat membantu tenaga medis dalam menganalisis kondisi pasien dengan lebih cepat dan akurat. Hal ini bisa terjadi karena pemanfaatan kecerdasan buatan,” ujar Reica.
Dalam pelaksanaan penelitian, tim menghadapi beberapa tantangan utama, termasuk keterbatasan akses data medis dan kebutuhan sumber daya komputasi yang besar. Untuk mengatasi hal tersebut, tim mengembangkan strategi optimasi melalui augmentasi dataset dan pemanfaatan cloud computing untuk mengatasi keterbatasan GPU.
“Kami harus mencari strategi optimasi, seperti augmentasi dataset dan pemanfaatan cloud computing untuk mengatasi keterbatasan GPU,” jelasnya.
Menik Dwi Kurniatie, selaku pembimbing tim, menekankan potensi inovasi ini dalam meningkatkan kualitas media pembelajaran, terutama untuk mendukung diagnosis dan perencanaan pra-operasi yang lebih baik. Teknologi segmentasi otomatis berbasis MONAI diharapkan dapat diadopsi secara luas di dunia medis.
Pengembangan teknologi ini merupakan langkah signifikan dalam penerapan AI di bidang kesehatan, khususnya dalam meningkatkan akurasi analisis pencitraan medis dan efisiensi kerja tenaga medis. Tim peneliti berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat nyata, tidak hanya dalam aspek diagnosis tetapi juga dalam pengembangan alat medis yang lebih canggih di masa depan.












