WargaBerita.com
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
WargaBerita.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik
No Result
View All Result
WargaBerita.com
No Result
View All Result
Home Nasional

Lawan Petahana, Caleg Muda di Banten Kalah Modal – Warga Berita

Redaksi Warga Berita by Redaksi Warga Berita
18 Januari 2024
Reading Time: 2 mins read
0
Lawan Petahana, Caleg Muda di Banten Kalah Modal – Warga Berita

SERANG, Warga Berita – Sebanyak 1.333 calon legislatif (caleg) berkompetisi memperebutkan 100 kursi DPRD Banten. 

Di Warga Berita ribuan caleg itu, ada caleg-caleg muda yang harus berhadapan dengan caleg petahana dan senior.

Peneliti Banten Institute for Governance Studies (BIGS) sekaligus Pengamat Kebijakan Publik dan Politik Dr. Harits Hijrah Wicaksana, mengatakan, jalan caleg muda menuju kursi legislatif tidak mudah. Mereka harus menghadapi realitas politik, khususnya para pemilih transaksional.

“Yang jadi kekhawatirkan caleg muda selain pengalaman dari petahana dan sebagainya, mental caleg muda ini runtuh ketika ditanya sama warga berani ngasih berapa agar dipilih,” ujar Harits kepada Radar Banten, Kamis 18 Januari 2024.

Harits mengatakan, caleg muda sendiri memiliki keterbatasan dari kapital sosial dan ekonomi. Yang mana, modal politik mereka tidaklah bisa dibandingkan dengan para petahana.

Dari sisi sosial, para caleg muda ini memiliki tingkat popularitas yang sangat rendah, berbeda dengan caleg petahana yang sudah menjabat selama lima tahun sebagai anggota legislatif.

“Saya perhatikan para caleg-caleg muda ini tidak begitu di kenal oleh kalangan masyarakat atau popularitasnya sangat sangat rendah, akhirnya ketika dia ingin dipilih tanpa dikenal terlebih dahulu oleh masyarakat ini akan menyulitkan. Belum lagi stigma dari masyarakat bahwa dengan umur yang masih muda, caleg itu belum pantas sebagai wakil rakyat,” katanya.

Sementara, caleg petahana memiliki beberapa kekuatan di antaranya pengalaman. Pengalaman itu sangat berharga, karena caleg petahana bisa mengukur suara yang mereka dapatkan.

Belum lagi jika petahana itu selama menjabat sebagai anggota legislatif terus merawat jaringan dengan membantu masyarakat di dapilnya. Hal itu akan membuat warga sulit beralih hati.

“Jika petahana itu betul serius untuk memelihara konstituennya melalui reses dan penyerapan aspirasi, kemudian membantu dapilnya, misalkan membantu warga yang kesulitan akses BPJS ataupun pelayanan kesehatan. Maka itu akan menjadi poin dirinya di masyarakat,” ucap dosen Universitas Trisakti ini.

Namun, jika caleg petahana itu bersikap acuh dan tidak merawat jaringannya, maka potensi terpilihnya kembali di periode ke depan akan sulit. Terlebih jika saingannya sudah mengetahui berapa kekuatan sosial dan ekonomi dari caleg petahana itu.

“Jika selama menjabat caleg itu hanya berkampanye, tapi tidak ada yang teralisasi. Maka masyarakat pun akan berpikir kembali untuk memilihnya kembali,” ungkapnya.

Caleg muda pun bisa memanfaatkan kelemahan dari caleg petahana yang tidak merawat jaringannya itu. Alhasil, potensi caleg petahana dapat goyah.

“Saya melihat hari ini baik itu caleg muda maupun petahana memiliki peluang yang sama, jika caleg petahana bisa merawat jaringan selama menjabat itu akan jadi kekuatan, tapi jika tidak akan sebaliknya. Caleg muda pun bisa memiliki peluang dengan mengkalikan bekali-kali lipat kekuatan ekonomi dan sosial dari caleg pertahana itu,” pungkasnya.

Editor : Merwanda

RELATED POSTS

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

SERANG, Warga Berita – Sebanyak 1.333 calon legislatif (caleg) berkompetisi memperebutkan 100 kursi DPRD Banten. 

Di Warga Berita ribuan caleg itu, ada caleg-caleg muda yang harus berhadapan dengan caleg petahana dan senior.

Peneliti Banten Institute for Governance Studies (BIGS) sekaligus Pengamat Kebijakan Publik dan Politik Dr. Harits Hijrah Wicaksana, mengatakan, jalan caleg muda menuju kursi legislatif tidak mudah. Mereka harus menghadapi realitas politik, khususnya para pemilih transaksional.

“Yang jadi kekhawatirkan caleg muda selain pengalaman dari petahana dan sebagainya, mental caleg muda ini runtuh ketika ditanya sama warga berani ngasih berapa agar dipilih,” ujar Harits kepada Radar Banten, Kamis 18 Januari 2024.

Harits mengatakan, caleg muda sendiri memiliki keterbatasan dari kapital sosial dan ekonomi. Yang mana, modal politik mereka tidaklah bisa dibandingkan dengan para petahana.

Dari sisi sosial, para caleg muda ini memiliki tingkat popularitas yang sangat rendah, berbeda dengan caleg petahana yang sudah menjabat selama lima tahun sebagai anggota legislatif.

“Saya perhatikan para caleg-caleg muda ini tidak begitu di kenal oleh kalangan masyarakat atau popularitasnya sangat sangat rendah, akhirnya ketika dia ingin dipilih tanpa dikenal terlebih dahulu oleh masyarakat ini akan menyulitkan. Belum lagi stigma dari masyarakat bahwa dengan umur yang masih muda, caleg itu belum pantas sebagai wakil rakyat,” katanya.

Sementara, caleg petahana memiliki beberapa kekuatan di antaranya pengalaman. Pengalaman itu sangat berharga, karena caleg petahana bisa mengukur suara yang mereka dapatkan.

Belum lagi jika petahana itu selama menjabat sebagai anggota legislatif terus merawat jaringan dengan membantu masyarakat di dapilnya. Hal itu akan membuat warga sulit beralih hati.

“Jika petahana itu betul serius untuk memelihara konstituennya melalui reses dan penyerapan aspirasi, kemudian membantu dapilnya, misalkan membantu warga yang kesulitan akses BPJS ataupun pelayanan kesehatan. Maka itu akan menjadi poin dirinya di masyarakat,” ucap dosen Universitas Trisakti ini.

Namun, jika caleg petahana itu bersikap acuh dan tidak merawat jaringannya, maka potensi terpilihnya kembali di periode ke depan akan sulit. Terlebih jika saingannya sudah mengetahui berapa kekuatan sosial dan ekonomi dari caleg petahana itu.

“Jika selama menjabat caleg itu hanya berkampanye, tapi tidak ada yang teralisasi. Maka masyarakat pun akan berpikir kembali untuk memilihnya kembali,” ungkapnya.

Caleg muda pun bisa memanfaatkan kelemahan dari caleg petahana yang tidak merawat jaringannya itu. Alhasil, potensi caleg petahana dapat goyah.

“Saya melihat hari ini baik itu caleg muda maupun petahana memiliki peluang yang sama, jika caleg petahana bisa merawat jaringan selama menjabat itu akan jadi kekuatan, tapi jika tidak akan sebaliknya. Caleg muda pun bisa memiliki peluang dengan mengkalikan bekali-kali lipat kekuatan ekonomi dan sosial dari caleg pertahana itu,” pungkasnya.

Editor : Merwanda

ShareTweetSend
Redaksi Warga Berita

Redaksi Warga Berita

Related Posts

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial
Nasional

Ajudan Bupati Selingkuh dengan Janda Anak Dua, Videonya Viral di Media Sosial

14 Oktober 2025
Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal
Nasional

Viral, Link Terabox Video Ibu Persit Hilda Pricillya dan Selingkuhan Pratu Risal

9 Oktober 2025
Menteri Bahlil Tegaskan Tidak Ada Pemangkasan Subsidi LPG 3 kg
Nasional

Bahlil Siapkan Regulasi Pertambangan untuk UMKM dan Koperasi Lokal

9 Oktober 2025
Mohammad Saleh
Nasional

Ditanya soal perpres sampah menjadi listrik, Wakil Ketua DPRD Jateng menjawab itukan mirip tesis S2 saya di Undip

9 Oktober 2025
Wihaji
Nasional

Wihaji Siapkan 15 Ribu Orang Tua Asuh Prioritas Penanganan Kesehatan Balita

25 Agustus 2025
bahlil
Nasional

Bahlil Dorong Optimalisasi Tambang untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah

25 Agustus 2025
Next Post
Kloter pertama haji insyaallah berangkat 12 Mei 2024

Kloter pertama haji insyaallah berangkat 12 Mei 2024

JNE, Venambak, dan Wanadrikerja sama, pacu mutu penambak RI

JNE, Venambak, dan Wanadrikerja sama, pacu mutu penambak RI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

  • All
  • Daerah
BPJS Ketenagakerjaan Pati miliki inovasi Jebol ikan

BPJS Ketenagakerjaan Pati miliki inovasi Jebol ikan

22 Februari 2024
DPR Klaim Punya Semangat yang Sama dengan MK Soal Perubahan Ambang Batas Parlemen

DPR Klaim Punya Semangat yang Sama dengan MK Soal Perubahan Ambang Batas Parlemen

1 Maret 2024
Uns Melepas Delegasi Mahasiswa Menuju Pimnas Ke 36 Tahun 2023 2 1024x576.jpeg

UNS Melepas Delegasi Mahasiswa Menuju Pimnas ke-36 Tahun 2023 – Universitas Sebelas Maret

24 November 2023

Popular Stories

  • Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    Link Video Viral Chela Pramuka di Situs Terabox dan Doods

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paah Cantek Viral Terabox: Konten Pribadi Tiktoker Malaysia Tersebar di Telegram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Video Cikgu CCTV Wiring, Terabox & Doodstream

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Link Terabox Viral, Aman atau Tidak?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Indonesia Lebih Suka Link Video Viral di Situs Doodstream, Malaysia Lebih Pilih Video Viral Melayu di Terabox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berita Video
  • DISCLAIMER
  • Homepage
  • Jangan Buru Buru, Cari Tau Aja Dulu
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang WargaBerita.com
MEDIA WARGA BERITA
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Tekno
  • Bola
  • Musik

Berita Warga Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In