Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa pihak kepolisian saat ini sedang berupaya mengusut tuntas soal informasi 4 bandar besar judi online (daring) yang diungkap oleh Menkominfo Budi Arie Setiadi dalam sebuah acara.
Informasi ini diungkap oleh Menkominfo dalam sebuah acara Ni Luh dari Kompas TV. “Kita tahu kok, bahwa ini ada 4 orang pemain gedenya di Indonesia,” kata Budi Arie dalam program tersebut , selasa 25 juni yang lalu.
Kapolri juga menambahkan, bahwa seluruh jajaran yang tergabung Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Judi Daring baik dari kementerian/lembaga terkait akan menelusuri setiap hal untuk memberantas judi online. Kepolisian juga menggandeng OJK dan PPATK untuk menelusuri terkait pergerakan uang pada kasus judi online.
“Tentunya kita akan terus melakukan penelusuran sampai dengan titik puncak, ya nanti dilihat saja ke depan,” ujar Kapolri Jendral Listyo Sigit.

Dampak Judi Online
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto selaku Ketua Satgas menyatakan bahwa tercatat 2,3 juta warga Indonesia bermain judi online, dan 80 ribu di antaranya anak berusia di bawah 10 tahun.
“Korban yang ada di masyarakat, sesuai data demografi pemain judi online, usia di bawah 10 tahun itu ada 2 persen dari pemain. Total ya 80 ribu yang terdeteksi,” kata Hadi dalam jumpa pers di kantornya, Rabu 18 juni yang lalu.
Hadi juga mengungkapkan pemain judi online usia 10-20 tahun sebanyak 440 ribu orang. Kemudian, usia 21-30 tahun berjumlah 520 ribu orang. Terbanyak dari rentang usia 30-50 tahun mencapai 1,64 juta orang. Sementara usia di atas 50 tahun ada sekitar 1,35 juta orang.
Hadi mengungkap masyarakat yang bermain judi online rata-rata berasal dari kalangan menengah ke bawah, dengan nilai transaksi sekali main judi online Rp 10-100 ribu.
“Ini rata-rata kalangan menengah ke bawah yang jumlahnya 80% dari jumlah pemain 2,37 juta,” ujar Hadi.
Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat bahwa perputaran uang keluar masuk atau agregat dari aktivitas judi online mencapai Rp327 triliun pada 2023 yang berasal dari 168 transaksi.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto saat konferensi pers usai menghadiri Rapat Terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu. Lebih lanjut dia juga menyebutkan bahwa nilai perputaran transaksi judi online hingga kuartal I/2024 telah mencapai Rp100 triliun secara agregat.












