
Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom, di Semarang, Jateng, Selasa, menjelaskan simulasi itu dimaksudkan mengedukasi dan menguji coba waktu yang dibutuhkan dalam pemungutan hingga penghitungan suara.
Simulasi pemungutan suara itu diikuti oleh 188 pemilih, terdiri atas 60 warga setempat dan sisanya adalah panitia pemilihan kecamatan (PPK) se-Kota Semarang dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kecamatan Gunungpati.
Dalam simulasi itu, KPU juga membuat video untuk konten tutorial pelaksanaan pemilu yang bisa dilihat oleh seluruh masyarakat, petugas penyelenggara pemilu, dan para saksi-saksi.
“Ya, kami berharap konten (video) ini bisa membantu masyarakat dalam (menyelenggarakan, red.) pemilu, baik sebagai pemilih, KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara), saksi, maupun pengawas TPS,” ujar Nanda, sapaan akrabnya.
Menurut dia, simulasi tersebut juga sudah dijelaskan mengenai konsep tempat pemungutan suara (TPS) yang nantinya digunakan saat hari-H pemungutan suara, seperti di Kecamatan Gunungpati yang TPS-nya mengambil konsep “Back to 90’s”.
Tema tersebut diambil, kata dia, karena mayoritas masyarakat yang menjadi pemilih di wilayah Gunungpati adalah kaum milenial, sedangkan wilayah lain dipersilakan dalam mengusung tema pada masing-masing TPS-nya.
“Misalnya yang di Gunungpati ini temanya (TPS) Back to 90’s. Untuk 4.646 TPS lainnya kami persilakan untuk membuat konsep TPS. Yang penting apa yang menjadi syariatnya seperti tata letak, alur itu harus dipahami,” ucapnya.
Selain itu, Nanda juga menyampaikan sejumlah hal yang perlu dicermati saat pelaksanaan pemilu, seperti siapa saja pemilih tetap, pindahan, dan khusus dalam proses pemungutan suara.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Semarang Iswar Aminuddin berharap simulasi pemungutan suara itu bisa mengedukasi masyarakat dan petugas untuk menyelenggarakan pemilu dengan baik dan sesuai prosedur yang ditetapkan.
“Harapannya, bisa mengenalkan proses pencoblosan. Kan dibuat konten (video) juga sehingga saat sosialisasi bisa ditayangkan. Semua tim yang bekerja bisa melihat cara kerja pemilu dan saat pelaksaan bisa berjalan dengan baik,” harapnya.
Di sisi lain, Iswar juga menyampaikan beberapa catatan yang perlu diperhatikan, seperti perpindahan warga luar kota yang diharapkan bisa segera melakukan percepatan pengurusan pindah memilih sehingga saat hari-H Pemilu bisa menggunakan hak suaranya.
“Simulasi yang dilakukan hari ini bisa memberikan pengetahuan kepada semua pihak, termasuk masyarakat agar proses pemilu berjalan lancar. Kami berharap masyarakat bisa datang ke TPS untuk memberikan suaranya pada 14 Februari 2024,” ujarnya.
Baca juga: KPU Surakarta gelar simulasi pencoblosan Pemilu di TPS 3 Baluwarti












