Pusat Pimpinan Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, salah satu organisasi pendiri Partai Golkar, menyatakan kesiapannya untuk mendukung pemerintahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Ketua PPK Kosgoro 1957, Dave Laksono, mengungkapkan bahwa organisasinya siap menyediakan kader-kader berkualitas untuk mengisi posisi menteri dalam kabinet mendatang.
Kesiapan Kader Kosgoro 1957
Dave Laksono menegaskan bahwa Kosgoro merupakan “gudangnya kader Golkar” dengan berbagai macam keahlian dan pengalaman. “Untuk kebutuhan apa kita siap, untuk kementerian apa, kita ada. Jadi tinggal Pak Prabowo yang menentukan siapa, kita memiliki kadernya,” ujar Dave di Jakarta, Jumat.
Lebih lanjut, Dave menjelaskan bahwa kader-kader Kosgoro telah terbukti mampu menempati berbagai pos jabatan penting, menunjukkan kualitas dan kapabilitas mereka dalam mengemban tugas-tugas kenegaraan.
Dukungan untuk Partai Golkar
Selain menyiapkan kader untuk kabinet, Dave juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan beberapa nama anggota Kosgoro untuk masuk ke jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia.
“Kami berharap nama-nama kepengurusan DPP Partai Golkar lengkap akan segera tersampaikan ke Kementerian Hukum dan HAM sebelum 1 Oktober 2024,” tambah Dave.
Sikap terhadap Komposisi Kabinet
Menyikapi kemungkinan perubahan jumlah kementerian, Dave menyatakan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya keputusan mengenai nomenklatur dan jumlah kementerian kepada Presiden Terpilih Prabowo. Ia menambahkan bahwa Rancangan Undang-Undang tentang Kementerian Negara yang mengubah batasan jumlah kementerian sudah selesai dibahas di tingkat Badan Legislasi.
“Kita tidak dalam posisi mendikte, kita tidak mau pemimpin kita baik itu Pak Bahlil apalagi Presiden, itu didikte dan dipaksa,” tegas Dave.
Dave menilai bahwa jumlah kementerian pada kabinet Prabowo bisa berjumlah 44 atau lebih sedikit, tergantung pada pertimbangan Presiden Terpilih untuk mengoptimalkan target pembangunan masif dalam lima tahun ke depan.












