SERANG,Warga Berita-Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyebut bahwa angka inflasi di Kota Serang terbilang masih aman. Sebab, inflasi di Kota Serang masih berada di bawah nasional dan Provinsi Banten.
Diketahui, pada akhir Desember 2023, inflasi Kota Serang berada di angka 2,11 persen. Angka tersebut berada di bawah inflasi nasional sebesar 2,61 persen dan Provinsi Banten sebesar 3,06 persen.
Penjabat (Pj) Walikota Serang Yedi Rahmat mengatakan, Kota Serang dalam hal inflasi terbilang masih terkendali. Namun, pihaknya masih terus melakukan berbagai upaya untuk menangani dan mengantisipasi terjadinya inflasi.
Hal yang dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya inflasi yaitu dengan menambahkan stabilisasi pasokan harga pasar (SPHP).
“Ke depan kami akan meminta bulog untuk menambah SPHP yang tadinya delapan ton per bulan meminta dengan tambahan sebanyak 12 ton per bulan,” ujar Yedi, Selasa 16 Januari 2024.
Yedi mengatakan, SPHP tersebut ditambahkan lantaran dalam beberapa waktu ke depan akan menghadapi bulan Ramadan.
“Hal tersebut dilakukan beberapa waktu karena menjelang bulan Ramadan. Jadi kita antisipasi dari pada kita kekurangan mending berlebih,” katanya.
Tambahan beras SPHP tersebut, lanjut Yedi, nantinya akan ditembuskan kepada retail atau disubsidikan kepada masyarakat.
“Ada yang kita tembuskan ke retail ada juga dalam bantuan ke masyarakat dalam bentuk operasi pasar,” tuturnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi
SERANG,Warga Berita-Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyebut bahwa angka inflasi di Kota Serang terbilang masih aman. Sebab, inflasi di Kota Serang masih berada di bawah nasional dan Provinsi Banten.
Diketahui, pada akhir Desember 2023, inflasi Kota Serang berada di angka 2,11 persen. Angka tersebut berada di bawah inflasi nasional sebesar 2,61 persen dan Provinsi Banten sebesar 3,06 persen.
Penjabat (Pj) Walikota Serang Yedi Rahmat mengatakan, Kota Serang dalam hal inflasi terbilang masih terkendali. Namun, pihaknya masih terus melakukan berbagai upaya untuk menangani dan mengantisipasi terjadinya inflasi.
Hal yang dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya inflasi yaitu dengan menambahkan stabilisasi pasokan harga pasar (SPHP).
“Ke depan kami akan meminta bulog untuk menambah SPHP yang tadinya delapan ton per bulan meminta dengan tambahan sebanyak 12 ton per bulan,” ujar Yedi, Selasa 16 Januari 2024.
Yedi mengatakan, SPHP tersebut ditambahkan lantaran dalam beberapa waktu ke depan akan menghadapi bulan Ramadan.
“Hal tersebut dilakukan beberapa waktu karena menjelang bulan Ramadan. Jadi kita antisipasi dari pada kita kekurangan mending berlebih,” katanya.
Tambahan beras SPHP tersebut, lanjut Yedi, nantinya akan ditembuskan kepada retail atau disubsidikan kepada masyarakat.
“Ada yang kita tembuskan ke retail ada juga dalam bantuan ke masyarakat dalam bentuk operasi pasar,” tuturnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi












