SERANG, Warga Berita – Direktur Radar Banten Group Mashudi menyampaikan masukan media dan masyarakat terhadap perbaikan Polda Banten dalam acara rilis akhir tahun di Mapolda Banten, Jumat sore, 29 Desember 2023.
Dalam paparannya, Mashudi menyampaikan bahwa perlunya sedikit perubahan di Polda Banten khususnya di bidang humas. Menurut dia, peran Bidang Humas Polda Banten perlu mendapatkan dukungan dari satuan kerja yang ada di internal Polda Banten.
“Perlunya memaksimalkan koordinasi Warga Berita bidang humas dengan seluruh satker atau direktorat,” ujarnya dihadapan Kapolda Banten Irjen Pol Abdul Karim dan para pejabat utama (Pju) Polda Banten serta tamu undangan lainnya.
Mashudi menilai siaran pers oleh Polda Banten belum lengkap atau terlalu sederhana. Kata dia, imbauan Bareskrim Polri terkait pembatasan informasi perkara khususnya tindak pidana korupsi agar tidak terlalu kaku. “Sebaiknya penyidik diberikan kewenangan atau diberikan izin untuk menyampaikan informasi atau data awal kepada media,” ungkapnya.
Selain itu, Mashudi menyarankan agar satker atau direktorat di Polda Banten lebih aktif menyampaikan informasi kegiatan atau penanganan perkara ke bagian humas agar lebih banyak siaran pers yang dapat disampaikan. “Even Warga Berita media dengan Polda Banten dan jajaran lebih ditingkatkan. Pak Kapolda sebagai narasumber utama juga diminta agar dapat responsif kepada media,” katanya.
Terkait dengan laporan masyarakat ada beberapa hal yang diterima oleh media Radar Banten Grup. Pertama, mempertegas kewenangan perkara yang ditangani polsek, polres dan polda. Sebab, masih terjadi saling lempar terkait penanganan perkara yang merugikan masyarakat.
Kedua, penanganan kasus tawuran agar diberikan tindakan tegas untuk efek jera. Ketiga, polsek harus lebih semangat dan aktif dalam menangani kasus laporan masyarakat khususnya curat dan curas.
“Patroli kepolisian tidak hanya di jalanan akan tetapi di pemukiman masyarakat agar masyarakat merasa aman,” ujarnya.
Kemudian sambung Mashudi, waktu pengaturan lalu lintas diperpanjang hingga malam hari karena masih ada beberapa titik kemacetan yang perlu polisi turun tangan. Selain itu, polisi diminta agar lebih responsif terhadap persoalan sosial di masyarakat.
“Yang menggembirakan Pak Kapolda, dari laporan masyarakat yang kami terima bahwa kepolisian sudah humanis, tinggal dipertahankan dan ditingkatkan,” katanya.
Mashudi menambahkan, dari survei Litbang Kompas yang dirilis pada 28 Desember 2023 tingkat kepuasan publik terhadap Polri mencapai 83,7 persen. Angka ini melambung jauh jika dibandingkan pada Mei 2023 yang masih diangka 61,6 persen.
“Tentu kepuasan yang tinggi secara nasional berimplikasi langsung juga kepada Polda Banten dan jajaran, karena harapan masyarakat Banten terhadap kepolisian sama dengan masyarakat dari luar Banten,” kata alumnus Fakultas Hukum Universitas Lampung ini.
Kapolda Banten Irjen Pol Abdul Karim menyambut baik masukan media dan masyarakat tersebut. Ia pun setuju dengan patroli di tempat pemukiman. Menurut dia, tempat pemukiman saat ini menjadi sasaran kasus kejahatan terutama pencurian.
“Masukan tadi bagus untuk melaksanakan patroli di tempat pemukiman,” tutur Karim.
Editor : Merwanda
SERANG, Warga Berita – Direktur Radar Banten Group Mashudi menyampaikan masukan media dan masyarakat terhadap perbaikan Polda Banten dalam acara rilis akhir tahun di Mapolda Banten, Jumat sore, 29 Desember 2023.
Dalam paparannya, Mashudi menyampaikan bahwa perlunya sedikit perubahan di Polda Banten khususnya di bidang humas. Menurut dia, peran Bidang Humas Polda Banten perlu mendapatkan dukungan dari satuan kerja yang ada di internal Polda Banten.
“Perlunya memaksimalkan koordinasi Warga Berita bidang humas dengan seluruh satker atau direktorat,” ujarnya dihadapan Kapolda Banten Irjen Pol Abdul Karim dan para pejabat utama (Pju) Polda Banten serta tamu undangan lainnya.
Mashudi menilai siaran pers oleh Polda Banten belum lengkap atau terlalu sederhana. Kata dia, imbauan Bareskrim Polri terkait pembatasan informasi perkara khususnya tindak pidana korupsi agar tidak terlalu kaku. “Sebaiknya penyidik diberikan kewenangan atau diberikan izin untuk menyampaikan informasi atau data awal kepada media,” ungkapnya.
Selain itu, Mashudi menyarankan agar satker atau direktorat di Polda Banten lebih aktif menyampaikan informasi kegiatan atau penanganan perkara ke bagian humas agar lebih banyak siaran pers yang dapat disampaikan. “Even Warga Berita media dengan Polda Banten dan jajaran lebih ditingkatkan. Pak Kapolda sebagai narasumber utama juga diminta agar dapat responsif kepada media,” katanya.
Terkait dengan laporan masyarakat ada beberapa hal yang diterima oleh media Radar Banten Grup. Pertama, mempertegas kewenangan perkara yang ditangani polsek, polres dan polda. Sebab, masih terjadi saling lempar terkait penanganan perkara yang merugikan masyarakat.
Kedua, penanganan kasus tawuran agar diberikan tindakan tegas untuk efek jera. Ketiga, polsek harus lebih semangat dan aktif dalam menangani kasus laporan masyarakat khususnya curat dan curas.
“Patroli kepolisian tidak hanya di jalanan akan tetapi di pemukiman masyarakat agar masyarakat merasa aman,” ujarnya.
Kemudian sambung Mashudi, waktu pengaturan lalu lintas diperpanjang hingga malam hari karena masih ada beberapa titik kemacetan yang perlu polisi turun tangan. Selain itu, polisi diminta agar lebih responsif terhadap persoalan sosial di masyarakat.
“Yang menggembirakan Pak Kapolda, dari laporan masyarakat yang kami terima bahwa kepolisian sudah humanis, tinggal dipertahankan dan ditingkatkan,” katanya.
Mashudi menambahkan, dari survei Litbang Kompas yang dirilis pada 28 Desember 2023 tingkat kepuasan publik terhadap Polri mencapai 83,7 persen. Angka ini melambung jauh jika dibandingkan pada Mei 2023 yang masih diangka 61,6 persen.
“Tentu kepuasan yang tinggi secara nasional berimplikasi langsung juga kepada Polda Banten dan jajaran, karena harapan masyarakat Banten terhadap kepolisian sama dengan masyarakat dari luar Banten,” kata alumnus Fakultas Hukum Universitas Lampung ini.
Kapolda Banten Irjen Pol Abdul Karim menyambut baik masukan media dan masyarakat tersebut. Ia pun setuju dengan patroli di tempat pemukiman. Menurut dia, tempat pemukiman saat ini menjadi sasaran kasus kejahatan terutama pencurian.
“Masukan tadi bagus untuk melaksanakan patroli di tempat pemukiman,” tutur Karim.
Editor : Merwanda












