Kota Pekalongan- Warga Berita– Dalam rangka memperingati HUT ke-23, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pekalongan mengajak pengusaha untuk dapat berperan serta dalam pengumpulan zakat.
Selain menggelar sosialisasi peningkatan pengumpulan zakat, dalam kesempatan tersebut Baznas Kota Pekalongan juga mentasyarufkan santunan dengan total 50 juta rupiah kepada para mustahiq.
Wali Kota Pekalongan Achmad Adzan Arslan Djunaid memberikan apresiasi kepada Baznas Kota Pekalongan dalam menyambut hari lahir ke-23 yang telah mengumpulkan masyarakat maupun tokoh masyarakat baik instansi, perbankan dan lain sebagainya supaya menarik potensi zakat ke baznas dari masyarakat.
“Saat ini 95 persen zakat yang masuk ke Baznas dari ASN, jadi kita upayakan sumbangsih masyarakat luas. Baznas lebih fleksibel dalam memberikan bantuan, semua transparan dan diaudit jadi kita jamin amanah. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa meningkatkan pengumpulan zakat seperti tahun sebelumnya yang kita sasar ASN dan Alhamdulillah sudah meningkat di tahun lalu,” terangnya.
Dijelaskan Wali Kota Pekalongan Achmad Adzan Arslan Djunaid, sejauh ini Baznas telah banyak melaksanakan santunan baik untuk anak yatim, guru TPQ, non asn, rumah roboh, mushola dan lainnya.
“Para muzakki Baznas dapat memberikan usulan sasaran mustahiq ataupun jenis santunan yang akan disalurkan,” tuturnya.
Sementara itu, Sakdullah menyampaikan di tahun sebelumnya sudah ada beberapa pengusaha yang masuk ke Baznas sehingga di tahun ini pihaknya mencoba mengajak pengusaha untuk bisa terlibat dalam pengumpulan zakat.
“Masyarakat kini semakin banyak yang mengenal Baznas, sehingga banyak permintaan bantuan yang masuk ke kami, semoga di tahun ini lebih meningkat lagi dan kami bisa banyak berbuat untuk masyarakat,” tuturnya di ruang Jlamprang, Kantor Sekretariat Daerah Kota Pekalongan, Kamis (18/1/2024).
Lebih lanjut, Sholahuddin menjelaskan bahwa kegiatan hari ini merupakan forum istimewa karena menjadi pengingat di dalam menunaikan salah satu rukun islam yakni zakat. Disebutkannya zakat yang terkumpul di provinsi Jawa Tengah yakni 95 miliar,
“Analogi menarik terkait zakat bagi kita yakni ketika mengambil air sumur, kalau kita ambil terus jadi semakin bersih, tetapi jika dibiarkan tidak ambil airnya, jangankan mengambil mendekat saja tidak berani, maka menjadi penting ambil sumbernya semakin bagus, zakat pembersih harta kita,” tukasnya.
Dalam kegiatan tersebut mentasyarufkan santunan diberikan untuk anak yatim, RTLH rumah roboh, kursi roda dan bantuan laundry pesantren.
Post Views: 6,012












