Warga Berita – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman menyebutkan, tindakan Cawapres dari Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka yang menyalim Megawati Soekarnoputri mencerminkan budaya Indonesia.
Termasuk pula, tindakan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang juga menyalim tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri merupakan bentuk sopan santun.
“Saya pikir kejadian tersebut tidak perlu terlalu didramatisir, karena merupakan hal yang biasa bagi kita orang Indonesia menunjukkan sopan Santun serta takzim kepada orang yang lebih tua, apalagi orang tersebut adalah Presiden ke-5 Republik Indonesia,” ucap dia kepada wartawan dikutip, Kamis (16/11).
Sikap dua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencerminkan sosok pemuda Indonesia yang baik.
“Seperti yang sudah saya sampaikan Mas Gibran dan Mas Kaesang adalah sosok anak muda Indonesia saat ini, mereka mudah, cerdas, berprestasi tetapi tetap santun,” ujar dia.
Habiburokhman pun menyampaikan pandangan tentang sikap dari Prabowo, yang juga Ketua Umum Gerindra yang juga memberikan hormat kepada Megawati Soekarnoputri.
“Begitu juga Pak Prabowo yang menunjukkan gaya berpolitik adem, merangkul, menghormati tokoh-tokoh politik lain. Pemilu lima tahun sekali wajar kalau kita berbeda pilihan satu sama lain, tetapi perbedaan tersebut tidak perlu membuat kita jadi terpecah belah,” beber dia.
Terlebih, kata dia, banyak pihak yang ingin Pemilu berjalan dengan baik untuk kemajuan bangsa dan negara.
“Kami yakin isi kepala dan hati semua capres dan cawapres beserta pendukungnya adalah sama yakni merah putih, semua ingin yang terbaik untuk bangsa dan negara,” katanya.
Diketahui, Gibran sendiri telah menceritakan detik-detik dirinya salaman dengan Megawati, pada pengundian nomor urut pasangan calon presiden di KPU, Selasa (14/11).
Saat itu, kata Gibran, Megawati tiba di lokasi pengundian nomor urut pasangan capres dan cawapres setelah hujan reda.
“Saya sekali salamannya. Karena itu kan kondisi hujan dan outdoor, Ibu (Mega) datang ketika kondisi hujan sudah reda, jadi memang beliau paling terakhir masuk tempat itu. Jadi posisi kami sudah duduk semua,” kata Gibran saat ditemui di Balai Kota Solo, Rabu (15/11).
Sementara, dirinya ketika itu mengatahui Megawati yang juga datang dalam pengambilan nomor urut Capres dan Cawapres peserta Pemilu 2024.
“Saya mungkin paling pertama tahu, ‘Oh Ibu sudah datang’, saya langsung salim ke beliau. Terus Pak Prabowo menyusul dan Kaesang,” kata dia.
Gibran pun menepis anggapan Megawati cuek dengan Kaesang saat salaman. Di situ, Megawati tidak menolak.
“Nggak ada penolakan kok,” kata Gibran.













