Gerindra Pertanyakan Dasar Kekhawatiran Ganjar dengan Majunya Gibran Jadi Cawapres Prabowo

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman1.webp.webp

image_pdfimage_print

Warga Berita – Waketum Gerindra Habiburokhman mempertanyakan dasar kekhawatiran Ganjar Pranowo dengan majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres pendamping Prabowo Subianto. Ganjar seharusnya tak perlu gusar mengingat kemenangan Pilpres 2024 ditentukan rakyat.

“Kenapa Pak Ganjar seolah khawatir jika Mas Gibran maju sebagai cawapresnya Pak Prabowo? Baiknya beliau santai saja, kan yang akan menilai adalah rakyat. Seorang negarawan selalu memahami semua persoalan secara substansi,” kata Habiburokhman kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (11/11).

Habiburokhman juga berharap Ganjar tidak merepons berlebihan soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengizinkan kepala daerah di bawah 40 tahun ikut Pilpres 2024. Ganjar seharusnya bersikap negawarawan menerima putusan tersebut.

“Kami tetap berharap beliau bisa bersikap sebagai negarawan,” katanya.

Habiburokhman juga menyinggung putusan Mahkamah Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MMK) yang mencopot paman dari Gibran, Anwar Usman sebagai ketua MK karena melakukan pelanggaran etik berat. Menurutnya, pelanggaran etik yang dilakukan Anwar itu sudah menjadi urisprudensi berulang sejak MK dipimpin Jimly Ashidiqie.

“Terkait Putusan MKMK, Anwar Usman dihukum karena disebut melanggar prinsip benturan kepentingan dan terjadinya intervensi dari luar terhadap MK. Namun ternyata pengesampingan asas benturan kepentingan sudah menjadi yurisprudensi berulang kali sejak zaman MK dipimpin Pak Jimly Ashidiqie dan yang paling parah ternyata tak ada secuilpun pembuktian adanya intervensi dari luar terhadap MK,” ucapnya.

“Pendeknya, Anwar Usman dijatuhi hukuman tanpa adanya proses pembuktian kesalahan. Jadi kalau Pak Ganjar sebagai negarawan membaca tuntas putusan MKMK pastilah hatinya akan terusik melihat betapa tidak adilnya putusan MKMK tersebut,” timpal dia.

Sebelumnya, Ganjar menyinggung kondisi politik saat ini setelah keluarnya putusan MKMK yang menyatakan Anwar Usman melanggar etik berat sehingga dicopot dari Ketua MK. Ganjar mempertanyakan mengapa putusan dari sebuah protes dengan pelanggaran etik berat bisa lolos begitu saja.

“Saya tercenung memantau perkembangan akhir-akhir ini tentang kondisi politik setelah putusan MKMK. Saya mencoba diam sejenak, saya merenungkan bangsa ini ke depan. Saya mencermati kembali kata demi kata, kalimat demi kalimat dari putusan itu yang menjadi pertimbangan dan dasar Majelis Kehormatan MK,” kata Ganjar melalui rekaman video yang diunggah di Instagramnya.[prs]

By admin

Leave a Reply