Fashion show berbahan plastik bekas – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tahun ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan unik dan kreatif. Salah satu acara yang menarik perhatian adalah lomba fashion show berbahan plastik bekas, yang digelar di RW 01 Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, Sabtu malam (17/8).

Acara fashion show ini diikuti oleh perwakilan dari tiga RT, yakni RT 01, RT 02, dan RT 03, yang bersaing memperebutkan gelar juara dalam menampilkan kreasi busana dari bahan plastik bekas. Ketua panitia lomba, Ibu Sri Winarni, menjelaskan bahwa tujuan utama diadakannya lomba ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya limbah plastik jika tidak dikelola dengan baik.
“Kami ingin masyarakat semakin sadar akan bahayanya membuang limbah plastik sembarangan. Limbah plastik membutuhkan waktu lama untuk terurai dan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Maka, kita harus pandai-pandai memanfaatkannya, misalnya untuk membuat baju atau bunga,” ujar Ibu Sri Winarni di sela-sela acara.
Lomba fashion show ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga sarana edukasi tentang pentingnya pengelolaan limbah plastik. Busana yang dipamerkan pada malam itu sepenuhnya terbuat dari plastik bekas, mulai dari kantong plastik hingga bahan plastik yang biasa digunakan untuk membuat layangan. Para peserta menampilkan gaun-gaun yang unik dan memukau, dengan berbagai tema dan desain yang menggambarkan kemampuan mereka dalam mengolah limbah plastik menjadi karya seni yang bernilai.
Monica Riska Apriani, salah satu peserta dari RT 01 RW 01, merasa bangga setelah dinobatkan sebagai juara dalam lomba tersebut. “Perasaan saya senang dan bangga, saya terpilih jadi juara dalam rangka memperingati HUT RI ke-79,” ujarnya dengan penuh semangat.
Desainer yang merancang busana-busana tersebut, Sugini, mengakui bahwa waktu persiapan yang singkat menjadi salah satu tantangan terbesar dalam menghasilkan pakaian dari plastik bekas. “Bahannya dari plastik bekas, termasuk plastik yang biasanya buat bahan layangan juga. Hasilnya alhamdulillah lumayan, meskipun kami hanya punya waktu sekitar satu minggu untuk membuat tiga gaun,” jelas Sugini.
Penilaian dalam lomba fashion show ini didasarkan pada beberapa kriteria, termasuk jenis bahan limbah yang digunakan, kreativitas dalam mendesain pakaian, hasil kerja, serta gaya dan ekspresi peserta saat tampil di atas panggung. Dengan berbagai kreasi yang ditampilkan, acara ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pesan kuat tentang pentingnya daur ulang dan pemanfaatan limbah plastik.
Kegiatan fashion show dari plastik bekas ini menjadi bukti bahwa dengan kreativitas, limbah plastik yang biasanya dianggap sebagai sampah dapat diubah menjadi sesuatu yang bernilai dan estetis. Melalui acara ini, masyarakat Desa Kracak diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan limbah plastik dengan bijak.











