SERANG,Warga Berita-Mantan Bupati Pandeglang Achmad Dimyati Natakusumah dan Mantan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah disebut menjadi kuda hitam jika berpasangan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten.
Mereka disebut menjadi keterwakilan dari dua wilayah yakni Banten Utara yang meliputi Tangerang Raya dan Banten Selatan yang meliputi Kabupaten Lebak, dan Pandeglang.
Menanggapi hal itu, Dimyati mengaku memiliki chemistry yang kuat dengan Arief R Wismansyah. Sebab, mereka berdua merupakan mantan Kepala Daerah. Dimyati pun tidak menutup kemungkinan akan berkoalisi dengan Arief pada kontestasi Pilgub Banten nanti.
Namun kata Dimyati, dirinya akan menyerahkan perihal posisi bakal Wakil Gubernur Banten kepada partai pengusung termasuk Wahidin Halim alias WH selaku Ketua DPW NasDem Banten.
“Saya sampaikan urusan wakil ke PaK WH karena saya menghormati beliau, karena saya ingin membangun Banten dan melanjutkan apa yang dibangun Pak WH,” kata Dimyati usai memaparkan visi misi pada acara penjaringan Cagub DPW NasDem Banten di Hotel Aston Serang, Selasa 14 Mei 2024.
Dimyati menilai bahwa Arief sendiri merupakan politikus andal yang sudah berhasil membangun Kota Tangerang. Bahkan, kata Mr Dim, Arief bisa saja menjadi Gubernur jika Tangerang Raya berpisah dengan Provinsi Banten.
“Bagaimana jika itu pa Arief yang direkomendasikan pa WH ? Ya saya senang hati, karena beliau mantan kepala daerah gitu, ya jadi dengan sendirinya dia lebih tahu wilayah utara, saya selatannya,” ucapnya.
Dimyati sendiri memiliki visi misi yang mencakup pembangunan lintas sektor mulai dari kesehatan, infrastruktur hingga pendidikan gratis hingga S3. Bahkan, dirinya juga mengaku akan membeeikan perhatian lebih bagi organisasi profesi seperti Tenaga Kesehatan, dan Pemerintahan Desa.
Dirinya pun ingin adanya sosok wakil yang dapat bersatu visi misi dalam pembangunan tanah jawara ini.
“Sebetulnya saya ingin jadi gubernur itu karena uang saya sendiri enggak cukup untuk menggratiskan sekolah, tadi membiayai kesehatan gratis, tambah lagi bantuan desa, enggak cukup uang saya. Maka saya harus jadi gubernur itu akan saya realisasikan termasuk bantuan profesi untuk guru dan kesehatan itu kita akan bantuin pendidikan profesi mereka baik swasta maupun Negeri,” imbuhnya.
Sementara itu, Arief mengatakan, bahwa konstelasi politik saat ini masihlah sangat cair. Dirinya pun bisa berpasangan dengan siapa saja sebagai Cagub maupun Cawagub pada Pilgub Banten nanti.
Ia menilai semua tokoh yang maju pada Pilgub Banten ini merupakan putra-putri yang terbaik dan memiliki keingginan untuk memajukan Provinsi Banten.
“Mudah-mudahan putra-putri terbaik Banten bisa memimpin Banten dan memajukan Banten. Masalah dengan Pak Dimyati, terus ada bu Airin, ada Rano Karno dan lain sebagainya ya ini kan masih konstelasi politik, ya mudah-mudahan nanti kita pelajari semuanya yang paling penting kita harus bisa pelajari potensi peluang Banten agar menjadi daerah yang maju,” tuturnya.
Hingga kini, dirinya terus melakukan komunikasi dengan partai politik (parpol) di Banten khususnya dengan internal Demokrat agar bisa mendapatkan restu di Pilgub Banten nanti.
“Kita sekarang kita buka ruang-ruang untuk komunikasi secara politik Ya nantinya yang penting adalah bagaimana kita bisa sukses bersama, memajukan Banten. Jadi saya masih membuka peluang dengan calon-calon yang lain, karena kan enggak bisa sendirian gitu,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi












